Gambaran Hati

Gambaran Hati
Desakan Abi (Ilham dan Sera)


__ADS_3

Ilham menyapa kedua orang ruannya, salum dan duduk bersama mereka. Menghela nafas panjang dan membuka jaketnya, menyandarkan kepalanya di bahu Uminya.


"Ada apa nak, pulang-pulang kok lemes gitu? Dan Umi kok gak dengar suara si Aki(motor tua) mu itu sih?" Tanya Vina.


"Iya Mi, Ilham bawa mobilnya Aisyah. Karena gak bawa jas hujan, ya akhirnya bawa pulang mobilnya Ais deh" Kata Ilham.


"Dari rumah Aisyah to? Ada acara apa?" Tanya Ikhsan.


"Mas main sama keponakan harus ada acara dulu sih Bi, cuma main tadi sama Sera" Kata Ilham keceplosan.


"Ooo sama Sera, anak orang kamu bawa kesana kesini sih Ham, gak baik tau. Kan belum muhrim juga, apa lagi boncengan pakai motor!" Kata Ikhsan.


"Ya kan kita masih tau aturan agama Bi, lagian cuma main dengan Airy dan Raihan, disana juga ada Aisyah juga" Kata Ilham.


"Bukan gitu nak, kamu pasti sudah tau lah tanpa Abi kasih tau. Secepatnya kamu buat keputusan dengan Sera"Kata Ikhsan.

__ADS_1


"Tapi keluarganya" Kata Ilham.


"Nak, yang kamu maksud beda keyakinan kan? Tapi kan Sera sudah se iman dengan kita, dia juga sudah lama kan hidup jauh dengan orang tua, tinggal kamu buktikan keseriusan kamu ke orang tuannya. Anak orang jangan kamu biarkan lama-lama di sampingmu tanpa ada kepastian. Apa kata orang tuannya nanti, anak gadisnya di gituin? Dulu Aisyah aja gitu, sudah tau ada yang menyukai Pak Lhek Ruchan langsung menemuinya kan jauh-jauh ke Jawa Timur?" Kata Vina.


"Jadi kapan kamu memutuskannya Ham?" Tanya Ikhsan.


Ketika di tanya seperti itu, Ilham hanya bisa diam saja, keraguan akan restu orang tua Sera itu yang membuat Ilham bimbang. Dalam hatinya, ia sudah mantap dengan Sera, namun usia mereka juga masih segitu, banyak yang harus mereka raih. Seperti halnya Syakir dan Seto yang sedang menuntut ilmu di Kairo.


Salah Ilham sendiri juga, karena ia selalu mendekati Sera, karena jatuh cinta pada pandangan pertama itu, apakah ia harus mengikuti jejak Aisyah yang menikah muda? Jika Keny dan Clara mereka menikah sudah umur 24 tahun, sedangkan dirinya sedang 22 tahun.


"Nikah memang bukan sekedar memenuhi sandang, pangan, papan aja Ham, tapi juga mental. Tapi di kamu sama Sera ini sudah lama kesana-sini berdua, apakah itu tidak akan menimbulkan fitnah?" Tanya Ikhsan.


"Salah kamu di situ, jika kamu pengen mengejar impianmu, maka kamu jangan jatuh cinta dulu, lihat Syakir sama Kabir aja bisa menahan itu. Lagian kan sudah tradisi pesantren menikah muda, apa kamu mau Abi carikan jodoh, agar tidak bingung dengan keluarga Sera?"Tanya Ikhsan.


"Jangan dong Bi, ya Kabir dan Syakir kan dia lebih muda 2 tahun dari Ilham, dengan cewek aja mereka gak melirik, karena di matanya hanya ada Mama dan Kakaknya, Abi jangan bandingkan Ilham sama mereka dong"Kata Ilham.

__ADS_1


"Abi gak membandingkan Ilham, kalian semua anak Abi, kamu itu lebih tua dari mereka, kamu ini pemimpin mereka dan calon pemimpin pesantren juga. Jika memang kamu belum ingin menikah, jauhi Sera dan pergi ke Kairo, belajar dengan adik-adikmu disana!" Kata Ikhsan.


"Menjauhi Sera?" Tanya Ilham.


"Em Abi tadi mau kerumah Pak Kadus kan? Mumpung hujan sudah reda, dan baru jam segini juga." Kata Vina.


"Pikirkan itu baik-baik Ilham, Assallamualaikum" Salam Ikhsan keluar.


"Waalaikum sallam"


"Ilham, istirahat dulu ya, besok kita bicarakan lagi, sana" Kata Vina


"Iya Mi, Assallamualaikum"


"Waalaikum sallam"

__ADS_1


Ilham berjalan dengan wajah lesu, fikirnya memnag repot menjadi anak Kyai di pesantren itu, harus taat aturan pesantren dan harus tau adat istiadat..Berbeda dengan adik-adik sepupunya, yang bebas menentukan pilihannya masing-masing. Jika Syakir menjadi pendakwah seperti Ruchan memang tidak heran, tapi Kabir. Ilham tak pernah menyangka jika Ruchan mengizinkan Kabir masuk kemiliteran, dan mendukung Aisyah ke bidang kedokteran. Tak seperti Abinya yang menyuruhnya tetap di pesantren dan kuliah di bidang yang sama pelajarannya di pesantren.


__ADS_2