
Setelah kegiatan di masjid. Leah, Clara dan Aisyah pulang dan menyiapkan sarapan pagi. Sedangkan Rifky sedang mengantar Ibunya dan keluaga lainnya ke stasiun pagi pagi buta setelah sholat subuh.
"Kak, dimana suamimu?" Tanya Leah mengelap piring.
"Dia nganter Bundha Ma. Paling sebentar lagi juga pulang. Katanya ada janji sama Abi" Kata Aisyah.
Akbar dan si Kembarpun merapat ke meja makan, hari ini hari senin. Mereka bertiga harus sekolah dan mengikuti upacara.
"Haduh males banget, mana upacara lagi. Paling sebel deh hari senin" Kata Kabir.
"Tinggal setahun juga, malah gak sampai setahun, jalani aja ngapa? Syukuri aja lah" Kata Akbar mengambil nasi goreng.
"Tau nih, ngeluh aja bisanya. Allah paling gak suka sama hambanya yang suka mengeluh tau" Sambung Syakir.
"Kalau sarapan, bisa gak sih gak ngoceh di meja makan. Harusnya bisa bersyukur masih bisa sekolah. Di luar sana, seusia kalian ini ada yang sudah bekerja cari kebutuhan sendiri sendiri" Kesal Aisyah.
"Maaf" Kata Kabir memakan nasi goreng spesialnya.
"Kalian bertiga sama aja"Kata Clara mengoleskan selai di rotinya.
"Apa sih? Ikut ikutan aja!"Kata Akbar.
__ADS_1
"Tante, hari ini aku mau jalan ya. Nantu sore aku baru pulang ke Jakartanya kayaknya. Barengan sama Papa, kebetulan Papa mau ke Jakarta dulu katanya" Pamit Clara.
"Om Sandy masih cuti?" Tanya Clara.
"Om mu itu kalau cuti buat keluarga gak tanggung tanggung Kak" Kata Leah.
"Sayang deh sama Om Sandy. Ngomong ngomong Om Sandy kenapa lom nikah lagi sih?" Tanya Kabir.
Seketika semuanya terdiam, yang lebih kaget adalah Leah. Leah pun menceritakan hal apa yang membuat Sandy tak kunjung menikah.
"Banyak hal yang membuat Om Sandy itu gak nikah lagi sampai sekarang. Tapi yang jelas dan yang pasti, Om Sandy juga belum menemukan sosok wanita seperti Mamanya Abang." Seketika air mata Leah menetes teringan Sindi.
"Mama masuk dulu ya, kalian lanjutin sarapan. Abang, Kabir dan Syakir salim dulu" Kata Leah beranjak dari meja makan.
Sedangkan Syakir selalu mengendarai motor sendiri, karena sekilah Syakir dengan Akbar dan Kabir berbeda. Aisyah pun melanjutkan bersih bersih rumah dan menyisihka sarapan untuk Rifky.
Di tempat lain, saat Rifky pulang dari mengantar Ibunya, ia bertemu Ruchan yang pulang dari pesantren di garasi rumah.
"Assallamualaikum"
"Waalaikum sallam Abi, baru pulang?" Tanya Rifky bersalaman dengan Ruchan.
__ADS_1
"Iya nih, mau pulang sarapan tetus ngajar lagi. Bundha mu udah kamu antar?" Tanya Ruchan.
"Alhamdulillah sudah Bi, Bundha dan keluarga juga sudah berangkat dari stasiun." Jawab Rifky.
"Udah sarapan?" Tanya Ruchan.
"Hehehe belum Bi, dari stasiun langsung pulang soalnya" Jawab Rifky.
"Ada acara pergi gak hari ini?" Tanya Ruchan.
"Rifky ngikut Ais aja sih Bi. Kalau Rifky mah gak ada acara juga sih. Gimana Bi?" Kata Rifky.
"Nanti siang bisa ikut Abi gak?" Tanya Ruchan.
"Boleh lah" Jawab Rifky santai.
"Sekarang masuk yuk, sarapan dulu. Ais kalau bikin nasi goreng enak banget. Menurut Abi tapi " Kata Kata Ruchan.
"Percaya kok Bi" Jawab Rifky.
Ruchan dan Rifky dasarnya sudah sangat akrab. Beberapa waktu lalu juga tanpa sepengetahuan Aisyah juga Rifky dan Ruchan sudah saling bertemu dan mengenal. Maka dari itu, Ruchan sangat setuju dengan lamaran Rifky.
__ADS_1
Sampai di meja makan, Rifky dan Ruchan pun bak anak dan bapak kandung yang tak bisa terpisahkan. Mereka mengobrol dan bersenda gurau tak terhenti. Aisyah membuatkan kopi saja mereka tetap asyik ngobrol berdua.