Gambaran Hati

Gambaran Hati
Perdebatan Kecil.


__ADS_3

"Baik kalau gitu, ketika kita sampai di Seoul. Aku akan memperkenalkan sahabatku yang sudah lama tinggal disana" Kata Rifky.


"Kita mau ngapain ke Seoul?" Tanya Keny.


"Ya kan tujuan kita ke Seoul, kemana lagi emang?" Kata Rifky.


"Siapa bilang kita mau ke Seoul, kita ini mau ke Busan tau" Kata Aisyah.


"Hah masa? Tapi di tiket, wuaaa kenapa jadi Gimhae Inernational Airport??" Kata Rifky lebay.


"Biasa aja kali kagetnya. Kata Kak Aisyah kita udah sepakat ke Busan? Busan kan lebih nyaman, pegunungan gitu" Kata Keny.


"Sayang??" Tanya Rifky.


"Saat aku mau bilang ke Mas Rifky, katanya terserah. Ya aku diskusi dulu sama Keny, katanya kalau di Busan tempatnya lebih nyaman gak brisik, dan katanya juga, di sana banyak tempat kerja paruh waktu yang cocok. Dan lebih banyak penduduk Indonesiannya" Kata Aisyah.


"Ken!!! Sayang, yang banyak penduduk di Indonesianya di sana itu Kota Ansan tau? Lha ini kenapa kita turunnya di Gimhae? " Tanya Rifky

__ADS_1


"Jalan jalan dulu lah" Kata Keny.


"Sayang, mungkin kalau di Jepang, ok lah kamu yang tau. Tapi ini Korea, kalian berdua baru datang pertama kali ini. Sedangkan aku sudah beberapa kali. Dan Universitas yang bagus sesuai kemampuan kalian itu ada di Seoul, aku sudah menyiapkan semuanya" Kata Rifky.


"Tapi kak, Kerja paruh waktunya bagaimana? Kita gak mau dong bebani Kak Rifky, kita berdua loh, masa iya Kak Rifky yang mau cari uang sendiri sih?" Kata Keny.


"Siapa bilang? Udah pokokknya kalian ikut aja. Fokus belajar, gak usah mikirin yang lain. Ok!!" Kata Rifky.


"Buang buang waktu dong kita ke Gimhae?" Kata Aisyah.


"Santai sayang, kita nikmati saja. Anggap saja jalan jalan bulan madu kita" Kata Rifky memeluk Aisyah.


Perjalanan mereka tak sebentar, sampailah mereka di Bandara Internasional Gimhae, kota pertama yang akan mereka kunjungi sebelum Seoul adalah Busan.


Nikmatnya pacaran secara halal, membuat Rifky dan Aisyah lupa diri kalau adik imut mereka berada di belakangnya dengan raut wajah kesal.


"Tunggu saja, gue akan mendapatkan pasangan disini Maemunah, Bambank" Gerutu Keny.

__ADS_1


Mereka mengunjungi banyak tempat di Busan, kini mereka sedang singgah di makanan halal di sana. Pemilik reatoran itu orang muslim Arab. Jadi Aisyah tak.khawatir memakan daging ayam, karena Rifky terlebih dulu bertanya bagaimana cara mereka memotong ayam. Dan jawaban mereka, mereka melakukan pemotongan ayam secara syariat islam.


"Oh ken, kalian mau satu jurusan kan?Aku sudah menyiapkan semuanya buat kalian, jadi seminggu lagi kalian sudah mulai masuk kampusnya" Kata Rifky sambil memakan ayam gorengnya.


"Wah boleh-boleh, kak Rifky emang Kakak paling Ok lah, bangga aku memiliki mu Kakak" Kata Keny menepuk nepuk bahu Rifky.


"Wah, kamu ketularan Kabir, Akbar dan Ustad Farhan ini hahaha konyol" Kata Rifky tertawa.


Keny pun juga ikut tertawa, mungkin di luar keluarga Aisyah, makan sambil bercanda ria itu sangatlah biasa. Namun Aisyah sangat tidak suka jika ada orang atau keluarga nya sendiri tentunya, makan dengan ketawa ketiwi.


"Kalian berdua bisakah makan dengan tenang, biasakan kalian makan dengan tenang. Kalau kalian mau bercanda, habiskan dulu makanannya" Kesal Aisyah.


"Kak, aku lupa sesuatu, Akbar dan Kabir pernah bilang, saat kita makan dengan istrimu, kita harus tenang. Jika sampai istrimu keluar tanduk, kita dalam bahaya" Bisik Keny.


"Wah iya, aku lupa Ken. Cepat ayo minta maaf" Bisik Rifky.


"Maaf Kak Ais" Kata Rifky dan Keny bersamaan.

__ADS_1


Seketika Aisyah teringat akan adik adiknya, sama seperti saat Aisyah memarahi mereka, jawaban mereka sama yang dikatakan Rifky dan Keny. Aisyah jadi kepikiran, bagaimana keadaan mereka? Sudah dua hari tak ada kabar dari Syakir dan Akbar.


__ADS_2