Gambaran Hati

Gambaran Hati
Legendar. (Ilham dan Sera)


__ADS_3

"Kalian kapan nikah?" Tanya Aisyah santai.


Uhuk, Uhuk.


"Gaya kalian gak banget deh, sok kaget gitu. Kalian kesana-kesini udah berapa lama berdua?" Tanya Aisyah.


"Mas Ilham juga, wanita butuh kepastian Mas, iya bilang iya, enggak bilang enggak. Dah berapa tahun coba? Segitu masih mau pendekatan lagi kah? Kredit motor dah lunas tuh" Sambung Aisyah.


"Ini juga Sera, kalau laki-laki udah lama di samping kita, tanyaain dong, minta kepastiannya. Kalau enggak pasti gini, ya mending cari yang lain, yang lebih pasti! Menikah memang bukan perkara mudah, tapi kalau selama 4 tahun lebih gak ada kepastian lebih baik, bubar jalan!" Kata Aisyah masuk ke kamar karena Airy sama Raihan bertengkar.


Suasana jadi canggung, Sera yang biasanya banyak bicara juga tidak mengatakan sepatah katapun. Dan tiba-tiba "juederrrr" kilat dan hujan deras.


"Astaghfirullahhal'adzim, laillah haillallah. Setiap Aisyag ngomel pasti hujan" Kata Ilham.


"Jangan gitu ah, nanti kalau Aisyah denger gimana?"Tanya Sera.

__ADS_1


"Cuciaann!! Legendar ku di atas atap. Mas tolong Mas angkat jemurannya, cepet, cepet" Teriak Aisyah dari dalam.


Ilham bergegas mengangkat jemuran, dan Aisyah mengambil legendarnya di atas genting, semuanya basah, walaupun tak basah kuyub, namun sudah masuk kriteria basah.


"Legendarku" Rintih Aisyah.


"Udah lah, tinggal jemur lagi besok, lagian ini memang sudah sore, kenapa gak kamu angakat tadi" Kata Ilham.


"Lagian cucian ini tidak kamu masukin ke pengering kah? Kan kamu ada mesin cuci sekaligus pengeringnya" Kata Sera.


"Dah yuk, kalian masuk dulu. Udah mau maghrib, nanti Sera di antar pake si merah kalau hujan belum reda, sebentar lagi bapaknya anak-anak juga pulang" Sambung Aisyah.


Memang setelah selang beberapa menit, Rifky pulang membawa jajanan untuk Airy dan Raihan, ia juga nampak lelah sore itu.


"Assallamualikum"

__ADS_1


"Waalaikum sallam"


Aisyah mencium tangan Rifky, dan Rifky membalas dengan ciuman di keningnya, inginya memeluk istrinya dengan erat dan penuh dengan suka cita, tetapi di sofa sedang ada dua jomblo yang mengamatinya.


"Hehehe kaliam kesini? Sejak kapan?" Tanya Rifky menyalami Ilham.


"Pulang kerja ini kok Kak. Tadi Mas Ilham yang ajak aku kesini" Kata Sera.


"Cie yang mau nyusul Keny sama Clara" Goda Rifky.


Ilham dan Sera hanya tersenyum malu-malu, setelah Rifky mandi. Mereka melakukan sholat maghrib berjama'ah di rumah Rifky, dan mengajari Airy dan Raihan mengaji dulu sebelum makan malam siap.


Hujan semakin deras, hawa dingin sampai menusuk ke tulang dalam. Ilham dan Rifky sedang ngopi mengobrol.di ruang tamu, sedangan Sera sedang asyik bermain ponselnya di ruang keluarga. Karena Asiyah sedang menidurkan si kembar, jadi Sera sedang sedirian.


Karena hujan tak kunjung reda, dan hari semakin larut. Akhirnya Ilham pulang membawa si merahnya Aisyah, karena jika Sera pulang terlambat, ibu kosnya akan marah-marah, karena memang sudah aturannya, jika tidak ada hal yang mendesak tidak boleh pulang lewat jam 9 malam.

__ADS_1


Setelah mengantar Sera, Ilham pun langsung pulang ke rumah, kali ini ia pulang di rumah Abinya, Ikhsan. Disana Umi dan Abinya juga sedang menikmati waktu berdua di ruang tamu.


__ADS_2