Gambaran Hati

Gambaran Hati
Keputusan.


__ADS_3

Tiga hari setelah Aisyah berfikir matang matang, akhirnya ia mau ke Korea bersama Rfiky, dan Si Kembar bersama Leah dan Ruchan, berat memang Aisyah harus meninggalkan dua malaikat kecilnya.


Namun ini semua demi masa depannya, orang tuanya dan suaminya menyeujui dan mendukung cita-cita Aisyah, jadi ia tak akan mengecewakan mereka hanya karena tak ingin membebani orang tuanya, dengan menitipkan anak-anaknya.


"Mantap kan Yang? Kita tunggu Abi sama Mama kesini atau kita yang kesana?" Tanya Rfiky.


"Katanya sih Abi yang jemput kesini" Kata Aisyah.


"Assallamualaikum, kakak dan kakak ipar. Assallamualaikum keponakan Om yang ganteng dan cantik, emm lucunya" Sapa Keny datang bersama Bundha Ratna.


"Keny? Kamu ngapain kesini, pakai bawa koper lagi? Dan Bundha ngapain ajak Keny kesini?" Tanya Rifky sinis.


"Rifky, Keny dan Aisyah belum cerita? Keny akan menemani perjalanan kalian ke Korea loh, kan Keny dan Aisyah satu jurusan kuliahnya" Kata Bundha.


"Aku...." Kata Keny.


"Gak usah di lanjutin, kamu boleh ikut, asal.bawakan semua koperku, jangan sentuh milik Aisyah, atau kau akan aku buang ke jalanan nanti" Kata Rifky (bercanda ya).


"Hah?Kita kan naik pesawat Kak, jalanan mana ya, bentar aku mikir dulu" Kata Keny.

__ADS_1


Pertengkaran kecil Keny dan Rifky membuat suasana hati Aisyah menjadi lebih baik, Aisyah jadi tak khawatir jika nanti saat dirinya belajar, Keny pasti akan menemani Rifky disana.


"Assallamualaikum"


"Waalaikum sallam, Abi, Mama kok agak telat sih?" Tanya Aisyah.


"Ah iya, tadi Mama mu ini sibuk bersihin kamar kamu buat Airy sama Raihan, gak sabar Mama kamu ini" Kata Ruchan.


"Dah siap kan semua? Sini Kak, biar Mama yang gendong Raihan"Kata Leah.


"Iya, dan Airy biar Bundha yang gendong Ky!" Kata Bundha Ratna.


"Ma, Mba Rantna. Biar mereka saja yang gendong ya, mereka kan akan pergi untuk belajar dengan waktu yang lama. Biarkan mereka menikmatinya ya" Kata Ruchan.


"Haih, para nenek mah gitu." Kata Keny.


"Ya udah deh, toh nanti dan sampai Aisyah dan Rifky pulang kan kita yang jagain. Iya kan Mbak Ratna" Kata Leah.


"Pasti itu. ya udah ayo semua berangkat. Nanti ketinggalan pesawat gak jadi pergi lagi." Kata Bundha Ratna.

__ADS_1


Semua sudah masuk ke mobil, dan siao berangkat. Di sepanjang, Aisyah terus saja menciumi Airy dan Raihan. Dalam hatinya, ia tak tega jika akan meninggalkan mereka berdua.


Leah dan Bundha Ratna terus menyakinkan Aisyah agar fokus saja ke pendidikannya. Agar cepat selesai dan segera pulang.


Sesampainya di Bandara, Aisyah dan Rifky menyerahkan si kembar ke Leah dan Bundha Ratna, Aisyah terus saja menciumi kedua anaknya yang nyaman berada gendongn para neneknya.


"Anteng loh mereka" Kata Leah.


"Mungkin mereka tau kalau Ibu dan Ayahnya akan pergi belajar, mereka gak menangis karena jika mereka menangis, Ibunya pasti akan berat hati untuk pergi"Kata Ruchan.


"Sehat sehat ya Nak, Ibu sama Ayah berangkat dulu, jangan rewel. Taat sama Uti, Kakung dan Nenek ya" Kata Aisyah mencium Airy dan Raihan.


"Ayah tinggal dulu ya nak, ayo Yang, Ken Assallamualaikum" Salam Rifky.


"Waalaikum sallam"


"Kabari jika sudah sampai ya? Dadah Ayah, dadah Ibu. Semangat ya kalian. Om Keny jagain Ibu kita ya?" Kata Leah melambaikan tangan Raihan.


Aisyah harus bisa mengejar mimpinya, demi buah hati mereka, Rifky juga akan mulai usaha di sana juga, kebetulan ada sahabatnya di sana yang sudah mengurus segalanya. Tugas Keny hanyalah menjaga hubungan Kakak dan Kakak Iparnya tetap harmonis, dan dia akan mencari jodoh di sana juga. Katanya.

__ADS_1


__ADS_2