
Aisyah membuka matanya, ia kaget karena di sampingnya ada Rifky. Ia mulai mengingat semuanya, kalau Rifky sudah menjadi suaminya. Aisyah mulai menyentuh pipi Rifky dengan sangat hati hati. Tangannya mulai bergetar, ia masih sangat gugup.
"Kenapa gak kayak aku nyentuh Kabir sama Syakir ya? Kalau sama mereka, enteng banget. Pengen gitu mau njitak. Ini kok kayak berat ya, mau nyentuh pipi doang!" Batin Aisyah.
Aisyah pun memberanikan diri lagi untuk menyentuh pipi Rifky. Dengan lembut, akhirnya bisa menyentuh pipi Rifky, namun malah Rifky terbangun. Aisyah malu dan grogi, ia segera menurunkan tangannya.
"Jangan di lepas! Ini pertama kalinya kamu menyentuh pipiku. Tangannya hangat sekali" Kata Rifky yang masih terpejam menahan tangan Aisyah.
"Ka-ka-kak Rifky, Be-be-belum tidur?" Tanya Aisyah gugup.
"Sebenarnya udah terlelap tadi, tapi baru saja di sentuh oleh wanita yang sangat aku cintai. Berasa kek ada yang bikin jantung berdebar gitu" Goda Aisyah.
"Gombal!" Kata Aisyah beranjak dari tempat tidur.
"Gak gombal lah, beneran tau. Aisyah mau kemana?" Tanya Rifky.
"Aisyah lapar, dari siang kan belom makan. Kak Rifky mau juga? Kita ke dapur yuk!" Ajak Aisyah.
"Kebetulan, hayuk lah!" Kata Rifky semangat.
Ketika Aisyah dan Rifky keluar kamar, ternyata Bapak bapak ganteng belum tidur, mereka masih asyik mengobrol sambil ngopi bersama.
"Eh, kalian keluar?" Tanya Farhan.
__ADS_1
"Iya Pak Lhek, kita lapar. Gak boleh keluarkah?" Tanya Aisyah.
"Kalian gak gitu gitu?" Tanya Ruchan.
"Apaan sih Bi? Gitu gitu apa?" Tanya Aisyah.
"Ck, malam pertama lah!!" Kata Sandy.
"Emm, enggak kok, kan gak harus sekarang juga kan? Aisyah mau ke dapur dulu" Kata Aisyah grogi.
Aisyah ke dapur meninggalkan Rifky yang masih di depan pintu kamar. Rifky malu ketika di tanya hal seperti itu. Tapi ia tetap berlagak sok santai di depan para seniornya itu.
"Gak jadi to Ky? Ena ena ny?" Tanya Farhan mendekati Rifky.
"Astaghfirullah hal'adzim. Ustad ini belum nikah loh, masa iya ngomingin ena ena. Ck ck ck ck nikah dulu ya Ustad" Goda Rifky.
"Kamu mau kapan nikahi Mala Han? Jangan di gantung lagi lah" Tanya Sandy.
"Nunggu dia selesai nifas lah, baru nanti Mas Ikhsan aku minta anterin nglamar dia ke orang tuannya nanti. Kalian ikut yo, biar aku pede gitu heheheh. Ipin juga harus pulang bawa anak istri. Kudu pokokke !!!" Kata Farhan.
"Kamu yakin gak bakal timbul masalah? Dari ceritamu sama Ruchan kan si gadis itu gak di inginkan di keluarganya. Ngapain nglamarnya ke sana?" Tanya Arifin.
"Yo gak gitu juga lah Pin, Mala kalau nikah kan butuh wali, sedangkan bapak kandungnya kan masih hidup. Di terima atau tidaknya lamaran Farhan. Itu urusan nanti, yang penting kan niat baiknya Farhan mau melamar anaknya. Dan gak tanggung tanggung juga sih, mau mengakui anak Mala sebagai anak Farhan sendiri" Kata Ruchan.
__ADS_1
"Permisi, saya tak ke dapur aja ya? Assallamualaikum" Kata Rifky berlari ke dapur.
"Waalaikum sallam" Bapak bapak ini masih melanjutkan wacana mereka tentang maslaah Farhan dan Mala.
Di dapur, nampak Aisyah yang sedang meminum susu dan roti isi selai. Tiba tiba Rifky memeluknya dari belakang. Aisyah kaget, lagi lagi jantungnya berdebar sangat kencang.
"Kak, kalau ada yang lihat bagaimana?" Bisik Aisyah.
"Ya biarin lah, kita kan udah sah. Suapin dong!" Kata Rifky manja.
"Ya jangan gini dong, Aisyah malu kakau nanti Abi atau yang lain kesinj lihat kita seperti ini gimana coba?" Tanya Aisyah.
"Cium dulu! Baru aku lepasin pelukannya!" Goda Rifky.
"Ci-ci cium? " Tanya Aisyah gugup.
"Iya dong, pilih aja. Mau cium pipi, bibir atau..... " Kata Rifky yang tanganya mulai nakal naik ke dada Aisyah.
"A.... Tunggu! Iya Aisyah cium, tapi setrlah ini di lepas ya pelukannya!" Kata Aisyah gugup.
"Iya sanang??? Cepet dong cium!" Kata Rifky mendekatkan pipinya.
Dengan perasaan gugup, Aisyah mencium pipi Rifky dengan lembut, hanya sekali dan langsung di lepas oleh Aisyah. Sesuai perjanjian, Rifky pun melepas pelukannya dan duduk di samping Aisyah.
__ADS_1
"Makasih cinta!" Kata Rifky.
Aisyah tersipu malu, dan dia segera membuatkan teh hangat dan memgambilkan camilan untuk Suaminya.