Gambaran Hati

Gambaran Hati
Pengorbanan


__ADS_3

Keny sangat terpukul dengan kebenaran semua itu, orang yang awalnya di anggap saingan cinta ternyata kakaknya sendiri. Dan sampai sekarang dia masih mencintai wanita yang ternyata kakak iparnya sendiri.


"Aku akan antar kamu pulang dulu ya, setelah ini biar aku yang cerita tentang Rifky ke Bundha" Kata Keny dengan suara lemah.


"Assallamualaikum" Aisyah pamit ke Bundha Ratna.


"Waalaikum sallam hati hati ya" Kata Bundha.


"Nanti mampir ke rumah Aisyah dulu ya, mau ngambil berkas berkas penting soalnya" Kata Aisyah.


Rifky hanya mengangguk saja.


Dalam perjalanan ke pesantren, sekarang berbalik Keny yang menjadi pendiam, Aisyah juga tidak menyangka jika Rifky adalah kakak kandung Keny yang selama ini terpisah.


"Makasih ya, Kak Keny udah anter Aisyah sampai rumah"Kata Aisyah.


"Mulai saat ini, kamu boleh panggil aku dengan menyebut nama ku. Kakak Ipar!" Kata Keny.


"Assallamualaikum" Salam Keny.


"Waalaikum sallam hati ha.....ti" Ketika Aisyah ingin mengatakan hati hati, Keny sudah ngebut mengemudikan mobilnya.


Keny berhenti di pinggir jalan yang sepi, hujan masih sangat deras, perkataan Bundhanya tentang fakta bahwa Rifky adalah Kakaknya membuat nya sangat sakit.


"Aaaaaaaaaaaaa" Teriak Keny, ia mengeluarkan air matanya dan memukul tiang listrik hingga tangganya berdarah.


"Ternyata Rifky adalah kakak kandung gue. Itu kenapa saat gue di dekatnya merasa lemah, mengalah. Bahkan cinta aja gue relain buat dia" Kata Keny berteriak di susana kehujanan.


"Gue harus lupain perasaan cinta ini kepada Aisyah. Gue sama Rifky sama sama mencintai wanita yang sama, Aisyah juga cinta pertama gue, begitupun dengan Rifky. Aisyah juga cinta pertama Rifky. Aaaaaa b*ngs*t!!!" Teriak Keny memukul tiang listrik lagi.


"Tuhan! kenapa engkau menciptakan cinta jika aku tak bisa memilikinya! Apa aku memang tak pantas untuk mencintai? Sehingga aku bisa mencintai wanita yang sama dengan kakakku?!" Jata Keny.

__ADS_1


"Gue harus mengalah. Iya, mulai detik ini, aku hanya akan menjaganya untuk Rifky, bukan untuk mencintainya. Aaaaah " Kata Keny.


"Kak Rifky" Kata Keny lirih.


"Gue harus bilang ke Rifky, ponsel gue mana, mati?! Ah, aku harus hubungi dia secepatnya" Kata Keny masuk kemobil dan mengendarai mobilnya dengan sangat kencang.


Di sisi lain Rifky sedang keluar meredamkan emosinya, ia ikut tongkrong dengan sejumlah anak muda yang tak ia kenalinya.


"Keny kenapa gak aktif ya nomornya. Aisyah juga di hubungi gak bisa. Apa dia marah? Semoga aja enggak lah." Kata Rifky sesekali memeriksa ponselnya.


Ketika menuju perjalanan pulang, Rifky di buntuti oleh sejumlah anak muda yang baru saja nongkrong bersama di warung kopi.


"Woy woy berhenti! Minggir!" Teriak salah satu pemuda itu.


Rifky pun berhenti dan keluar dari mobil, Pemuda pemuda itu merampok dan merampas mobilnya, ketika Rifky hendak melawan. Salah satu pemuda itu menusukkan pisau ke perut Rifky.


"Ah, Aisyah. Keny tolong aku." Kata Rifky sebelum pinsan.


Karena Rifky kehilangan semua identitasnya, ia akhirnya di bawa keluar pulau oleh sepasang suami istri itu, untuk pengobatan lebih bagus lagi. Tepatnya setelah malam itu Rifky mendapat perawatan, akhirnya pasangan suami istri itu membawanya ke Batam. Karena mereka tinggal disana.


🍃🍃🍃🍃


Sampai rumah Aisyah menceritakan semuanya tentang apa yang terjadi, tak luput dengan masalah Keny yang ternyata adalah adik kandung dari Rifky.


Beruntung sebelum Rifky memulangkan Aisyah, ia sudah menghubungi Ruchan dan Leah terlebih dahulu.


Malam itu Aisyah bermimpi buruk, ia bermimpi jika Rifky akan pergi meninggalkannya sendiri.


"*Ken, tolong jaga istri dan anakku ya, aku akan segera kembali kepada kalian. Aku hanya pergi sebentar saja."


"Sayang, jaga dirimu baik baik ya, kita akan segera memiliki anak bukan? Dadah Sayang*"

__ADS_1


"Mas Rifky!" Teriak Aisyah terbangun dalam tidurnya.


"Rifky" Teriak Keny terbangun dalam tidurnya.


"Hah Hah.. Mimpi apa gue. Ponsel gue pasti batrainya udah penuh, gue harus hubungi Rifky secepatnya" Kata Keny mengambil ponselnya.


Ketika Aisyah berteriak, Ruchan langsung masuk ke kamar Aisyah dan Aisyah langsung memeluknya. Ia menceritakan tentang mimpinya soal anak dan kepergian Rifky.


"Semoga aja hanya mimipi ya Kak. Kita doakan saja, agar urusan Rifky segera terselesaikan"Kata Ruchan menepuk nepuk bahu Aisyah.


Aisyah masih sangat takut akan mimpinya itu, seperti nyata. Tapi mengapa dalam mimpinya Rifky menyinggung kata anak. Apakah Aisyah akan hamil dalam sebulan kedepan?.


Di rumah Keny,


Voice Note dari Rifky baru saja masuk di ponsel Keny, panggilang dari Rifky juga sangat banyak. Keny semakin khawatir dengan Rifky.


"Voice Note?" Kata Keny membuka Voicr Note itu.


"Mama menuangkan shampo di dalam kamar mandi, dan minyak goreng di luar pintu kamar mandi. Sehingga Tante Rani terpeleset."


"Dan saat itu Tante Rani masih sadar, tapi di pukul dari belakang oleh Mama menggunakan sapu. Terus pinsan Kak. Mama malah diam saja, sampai pada waktu itu Mbak Siti pulang dan Mama baru memanggil Papa ke rumah dan segera menyuruh Yeni membersihkan minyak dan shampo itu**"


"Ini suara Yeni adik sepupunya Rifky. Kurang ajar, dia yang membunuh Bundha Rani. Aku harus kirim ini ke Clara" Gumam Keny.


"Kasuskan ini, yang membunuh Ibunya Rifky ternyata adik iparnya. Gue tunggu kabar baiknya" Pesan untuk Clara.


Dengan cepat Clara membalas pesan dari Keny.


" Sial! Siap ndan!!" Balas Clara.


"Mimpi tadi, kenapa Rifky bilang seperti itu, memangnya dia mau kemana. Pergi dan akan kembali? Dan anak! Apa kah Aisyah hamil? Aku akan menghubungi Rifky" Gumam Keny.

__ADS_1


Namun berkali kali Keny menelfon Rifky tak di angakat juga. Keny merasa mungkin Rifky sedang sibuk atau bahkan sudah tidur malam itu.


__ADS_2