Gambaran Hati

Gambaran Hati
Perjuangan Merebut Hati. (Ilham dan Sera)


__ADS_3

"Assallamualaikum"


"Waalaikum sallam"


"Loh, Airy sama Raihan udah kesini aja pagi-pagi. Emm jadi tau nih kenapa Umi buat puding pagi-pagi. Karena cucunya mau datang ya, ayo masuk. Sini Raihan Pak Dhe gendong, Airy gendong belakang ya" Kata Ilham menyambut kedua keponakannya itu.


"Umi mu mana Mas?" Tanya Leah.


"Di dapur Bu Lhek, masuk aja. Biar Airy sama Raihan main sama aku sebentar"Kara Ilham.


"Loh emang Mas Ilham gak ngampus?" Tanya Leah.


"Emm gak Bu Lhek, hari ini hari spesial, jadi Ilham sebentar lagi mau pergi hehe, sebelum itu main dulu sama kedua ponakan Pak Dhe yang nggemesin ini" Kata Ilham memakai bandan milik Airy.


"Mbak Vin, anak kamu ini mau ngalamar anak gadis orang ya?" Tanya Leah.


"Ihh, kamu pintar menebak Le, tepat sekali. Hari ini, anak lanangku ini mau memperjuangkan Sera, menembus kerasnya hati orang tuannya" Kata Vina.


"Semangat Mas Ilham!" Kata Leah bergaya seperti girls band korea-korea.


"Hahh kalian membuatku malu" Kata Ilham.

__ADS_1


"Cie-cie" Goda Leah.


Tiba-tiba Farhan datang dang menggoda Ilham, entah kapan datangnya, entah kapan masuknya tiba-tiba sudah ada di samping Leah saja.


"Cie, nikah ini. Hahaha makan enak lagi" Kata Farhan tertawa.


"Ih, kamu ngapain kesini, datang-datang gak ngucapin salam, main goda anak orang. Cie Mas Ilham" Kata Leah.


"Hah kalian sama aja, Ilham pamit aja deh, Assallamualaikum" Kata Ilham keluar dari rumah.


"Lah malu dia hahahha" Kata Farhan.


"Waaalaikum sallam, kamu sendiri ngapain kesini? Gak ngajar?" Tanya Leah.


"Terus ngapain kamu kesini? Dah sana pergi, ngapain kek" Kata Leah.


"Apa sih Le? Orang yang punya rumah aja diem-diem bae kamu sewot. Huuu Uty"Ejek Farhan.


"Nih, mamam tuh Uty. Ngacau aja, keluar ah!"Kata Leah menginjak kaki Farhan dengan keras.


"Aduh, wah dasar tarzan, kingkong. Aku kesini denger suara Airy tertawa, aku mau main sama mereka. Kesel deh ah." Gerutu Farhan sambil turun dari sofa dan mendekati si kembar.

__ADS_1


"Mbak Vin, aku kopi ya hehehe sama pisang gorengnya juga mau" Sambung Farhan.


"Iya deh Ustad, di tunggu ya" Kata Vina dari dalam dapur.


"Weeh nglunjak" Kata Leah.


"Bodo hahahha yuk Airy main sama, sek aku juga kakung loh kalau Airy manggil aku. Wah wes tua aku hahaha. Baru emoat tahun jadi bapak, sekarang kakung haha" Kata Farhan tertawa-tawa sendiri.


"Hah gara-gara gak di jatah tuh sama Mala, jadi serem gitu"Kesal Leah


Disii lain, Ilham sedang menjemput Sera untuk bertemu orang tuanya, mereka sudah membuat janji untuk bertemu hari itu. Perjalanan jauh mereka telah di mulai, dimobil mereka bercanda ria halayaknya pasangan yang sedang jatuh cinta.


Sekitar empat jam sampai juga di rumah Sera, ternyata orang tua Sera sudah menunggu mereka di sana. Jauh dari dugaan Seda dan Ilham, ternyata orang tua Sera sangat ramah, bahkan Sera sendiri juga bingung.


Malah orang tuannya langsung menyuruh Ilham untuk secepatnya melamar Sera, Ilham pun menjelaskan tentang perbedaan mereka dan pasti cara dan adatnya akan berbeda dari keyakinan mereka jika mlekukan pernikahan


"Lalu kenapa kalau kita beda keyakinan Nak Ilham? Bahkan Sera pum sudah seiman kan dengan kamu dan keluargamu?" Tanya Papa Sera.


"Awalnya memang kami tidak akan merestui hubungan kalian berdua, dan kami marah dengan Sera, tentang anak ini pindah keyakinan tanpa izin dan memberitahu kami terlebih dahulu" Sambung Papa Sera.


"Iya Nak Ilham, apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur. Kami bahagia jika melihat anak kami bahagia. hidupnya, dia tidak mendapatkan kasih sayang kami, karena kami harus bekerja terus. Dengan Nak Ilham menikahinya, itu akan membuat anak kami bahagia kan? Buat apa kami menghalangi kalian?" Tanya Mama Sera.

__ADS_1


"Jadi kapan orang tuamu akan melamarkan Sera untuk menjadi istrimu?"Tanya Papa Sera.


Ilham dan Sera terkejut akan itu, memang kuliah Ilham sudah selesai, tapi dengan menikah secepat itu, mental Ilham belum mampu. Namun dengan melihat Aisyah dan Rifky yang tetap harmonis sampai sekarang, Ilham pun bertekad, ia mengatakan kepada orang tua Sera, jika ia dan orang tuanya akan segera datang untuj melamar Sera.


__ADS_2