
Semua orang sudah capek malam itu, dan beristirahat di rumahnya masing-masing. Kali ini yang bingung Sandy dan Irene, jika Irene ingin ikut ke rumah Keny ia tidak enak hati, jika ia menginap ke rumah Leah, ada Sandy disana. Jika mau ke rumah Aisyah, gak enak sama Rifky.
"Ngapai sih disini? Dah ganti baju kan? Pulang sono, eh tunggu bentar, lo mejeng ya disini?? Biar laku gitu hahahha jendes" Ejek Sandy.
"Eh, lo sendiri duda Pak, ngatain orang jendes segala, gue tuh mau ke hotel tau!" Kata Irene.
"Wah udah main masuk hotel aja nih, emang mau ngapain kesana?"Tanya Sandy.
"Mau macul!! Ya tidurlah" Kata Irene.
"Lah! Tidur ngapa bergaya di hotel? Buang-buang duit lo, noh rumah Ruchan luas, kamar punya Kabir kosong tuh, rumah nya Mas Ilham apa lagi, rumah Aisyah juga ada kamar tamu. Ngapain harus ke hotel?" Tanya Sandy.
"Ya gak enak lah, main numpang tidur kerumah orang." Kata Irene.
"Ck, gak papa lah, ayok pulang sama gue!" Kata Sandy.
"Kemana?" Tanya Irene.
"KUA! Ya kerumah lah!" Kata Sandy.
__ADS_1
"Kirain mau ajak ke KUA beneran" Kata Irene.
"Ngarep lu!" Kata Sandy.
"Eh, gue juga tau kalau malem-malem KUA tutup paijo! Dah ayo pulang, capek ini mau bobok cantik" Kata Irene.
Di rumah Keny,
Malam itu, Bundha Ratna mendadak ada acara di kampungnya, ia berpesan kalau Keny dan Clara sebaiknya tetap di rumah, karena kunci rumah juga akan dibawa oleh Bundha Ratna.
"Habis mandi seger ya" Kata Keny.
"Langsung tidur atau kita mau olahraga dulu?" Tanya Keny.
"Hahaha olah raga? Kode kah? Gak capek?" Tanya Clara.
"Nanggung kalau besok-besok, sekalian capeknya malam ini" Kata Keny langsung menyergap tubuh Clara dengan ganas.
Sebenarnya tubuh mereka hamir sama, namu karena tubuh Keny lebih besar, maka Clara kalau kuat malam itu.
__ADS_1
"Ahh, pelan-pelan Ken!" Kata Clara.
"Ah, aw sakit, tapi lanjutlah!" Kata Clara.
Ranjang hingga bergoyang, irama malam itu sangat indah, di gelapnya ruangan kamar itu, hanya dua suara yang sedang berpaduan suara mesra. Tak sekali dua kali, bahkan hingga kelima kali tubub itu saling bergetar dan bergoyang. Hingga fajar tiba, mereka masih melanjutkan di kamar mandi.
"Sshh Ken, k-kata Aisyah g-gak boleh loh nglakuin di k-kamar mandi" Kata Clara menikmati mandi bersama itu.
"Nanggung, habis mandi juga, kalau kek gini kan nanti mandi lagi kan?" Kata Keny.
"Udah ya, capek, perih juga." Kata Clara.
"Setelah ini, aku yang masakin kamu aja. Ku dengar Bundha langsung ke kantor pagi tadi" Kata Keny.
"Ya lepasin dulu lah itu nya, aku mau mandi dulu, tunggu nanti giliran kamu yang mandi"Kata Clara.
"Kenapa kita gak barengan aja, udah sekamar ini juga" Kata Keny.
"Ahh nambah lama mandinya nanti. Dah ah minggir, duduk sana dulu, biar aku yang mandi dulu" Kata Clara.
__ADS_1
Selesai perang di kamar mandi itu, Keny dan Clara memasak bersama. Keny heran dengan kemampuan memasak Clara, cepat dan cekatan, rasanya juga tak kalah dengan masakan Aisyah yang selama ini belum ada tandingannya. Etss masakan Rifky lebih enak dong ya, Keny tidak mau mengakui itu karena Rifky suka usil padanya.