
Pagi ini, Aisyah kuliah seperti biasa. Hubungan antara Aisyah, Keny dan Daren pun juga mulai seperti hal nya pertemanan yang wajar. Tak ada lagi bully an dan tak ada lagi dendam. Karena Ayunda dan Taliya juga masih di penjara saat ini. Daren bilang mereka sudah mulai berubah menjadi yang lebih baik.
Seperti pukulan yang sangat besar untu Ayunda uang sebelumnya anak emas di Kampus dan di rumah. Sekarang ia harus mendekam dan merasakan dinginnya lantai dalam jeruji besi.
Sering kali ia menangis dan merengek ingin pulang, karena di sana Ayunda tak di perlakukan dengan baik oleh teman seruangannya.
Sore hari, Aisyah di jemput oleh Akbar dan Syakir. Karena mereka juga baru saja selesai les di tempat bimbel di dekat kampus Aisyah.
"Assallamualaikum Kakak singaku" Sapa Akbar.
"Kalian lama banget sih, Kakak dah nunggu lama loh di sini" Kesal Aisyah.
"Tuh si Syakir nyetirnya lama banget, turun dulu woy!! " Kata Akbar menyuruh Syakir keluar dari mobil.
"Harusnya Abang yang nyetir mobilnya. Syakir kan belum punya SIM A. Abang lah yang salah" Kata Aisyah.
"Kok jadi Abang sih Kak. " Kata Akbar cemberut.
"Iya Kak, tadi Abang yang nyuruh Syakir nyetir. Suer dah" Kata Syakir membela diri.
"Woy!! " Teriak Akbar memukul pundak Syakir.
"Aduh sakit kak. Abang jahat!! " Kata Syakir sok manja.
__ADS_1
"Kamu juga salah!! Gak punya sim ya jangan nyetir lah. Abang pun juga salah. Kalian berdua salah!!! Hihh gemesnya pengen hihhh" Kata Aisyah mengertakkan tangannya.
"Maaf" Kata Akbar dan Syakir bersamaan.
"Hufft, dah masuk. Biar Kakak yang nyetir. " Kata Aisyah.
Ketika Aisyah ingin masuk mobil. Keny menyapanya dan ngobrol sebentar dengan Aisyah. Nampak Syakir tak menyukai keberadaan Keny di situ.
"Aisyah! "Panggil Keny.
"Assallamualaikum Kak. Ada apa ya? " Tanya Aisyah.
"Emm enggak kok, pengen nyapa aja. Kamu mau pulang?? Eh ada Akbar dan Syakir juga yaa. Assallamualaikum " Kata Keny menyapa Akbar dan Syakir yang baru saja jeluar dari mobil lagi.
"Wa'alaikum sallam" Jawab Akbar dan Syakir.
"Kamu gak inget aku? Eh iya. Kita belum kenalan ya, kenalin namaku Keny. Teman Kakak kamu" Kata Keny menjabat tangan Syakir.
"Salam Kir. Jangan bikin malu ah, dosa tau gak balas salam orang" Kata Akbar
Syakir pun menjabat tangan Keny dengan terpaksa. Alasan Syakir tidak menyukai Keny adalah, pernah mereka bertemu sesekali dan itu pun sebelum Keny mengenal Kakaknya. Ia melihat Keny sedang di halte bersama dua wanita dan mereka saling merangkul. Syakir berfikir jika Keny memang benar benar bukan laki laki yang baik.
"Kenapa kamu sinis banget sih sama Kak Keny? " Bisik Akbar.
__ADS_1
"Nanti Abang juga tau sendiri" Bisik Syakir.
"Ya udah ya Syah, aku pamit dulu. Ada hal lain yang akan aku kerjakan. Assallamualaikum, Bay Akbar, Syakir. Duluan ya" Kata Keny melambaikan tangannya.
"Wa'alaikum sallam".
Diperjalann pulang, Akbar dan Syakir terus saja berbisik bisik di belakang Aisyah, entah apa yang mereka pebincangkan membuat Aisyah semakin kesal.
Sesampainya di rumah, Aisyah menginjak Rem secara mendadak di depan rumah.Hingga membuat Akbar dan Syakir terjungkal ke depan.
"Astaghfirulloh hal'adzim Kak Ais. " Teriak Syakir.
"Tau gak sih Kak. Perbuatan Kakak ini membahayakan penumpang yang ada di belakang lho!!" Kata Akbar.
"Kakak tau!! Tau sekali!! Memangnya kenaoa? Kalian tau? Membicarakan orang di belakangnya langsung, dan membuat orang yang kalian bicarakan denger itu sangat lah jahat!! " Kata Aisyah lebih galak.
"Bang kita ngalah aja, dia masih Kakak singa kita lho" Bisik Syakir kepada Akbar.
"Syakir!!! " Teriak Aisyah.
"Abang??? " Sambung Aisyah dengan menaikkan alisnya ke atas.
"Maaf! " Kata Akbar dan Syakir.
__ADS_1
"Baik!! Kakak maafkan. Turun sekarang, jangan lupa Syakir, bawakan tas Kakak. Maksih" Kata Aisyah turun dari mobil.
Syakir kesal karena dalam setiap hal selalu ia yang di salahkan, hanya karena dia anak bungsu dan yang paling muda. Kekesalan Syakir membuat Akbar tertawa, karena jika Syakir cemberut. Bibir nya akan lebih mancung dari pada hidungnya.