
Leah dan Ruchan bangga dengan Clara yang begitu senantiasa membantu Aisyah menyelesaikan masalahnya dengan Ayunda di bidang hukum dengan cuma cuma.
Proses hukum tidak semudah membuat perkara. Banyak hal yang harus di siapkan Clara untuk membantu mendapat keadilan yang seadil adilnya bagi Aisyah dan Rifky, maupun klien lainnya. Karena pihak keluarga Ayunda terus saja bsrhasil membuat bukti dari pihak Clara tak kuat.
Uang bukan segalanya, tapi semuanya harus pakai uang, Clara hanya akan mengandalkan kemampuannya dan bukti nyata saja, karena dengan menggunakan uang, menurutnya hanya akan menjadi bara di akhirat nanti.
Tubuh Rifky sudah mulai membaik, memar di tubuhnya sebagian telah memudar, tubuhnya juga mulai fit lagi. Kini sudah bisa melakukan aktifitas seperti biasanya.
Namun, Rifky masih harus tetap di Jogja, agar ia tak menghabiskan waktu lama pulang pergi dari Jogja dan asal kotanya sana, karena harus memenuhi sidang dari pengadilan.
3Minggu lamanya,
Akhirnya Clara menang telak, kasus ini di menangkan oleh Clara, bukti melalui cctv setasiun dimana Rifky meminum air yang di beri Taliya sudah di dapatkan, dan terlihat jelas di video itu, Ayunda dan dua suruhannya membawa Rifky keluar dari stasiun.
Alhamdulillah...
__ADS_1
Saat itu semua sedang berkumpul di ruang keluarga, Rifky juga masih di sana, besok pagi, ia bisa pulang dengan membawa Ibunya kembali ke Jogja untuk membicarakan pernikahannya dengan Aisyah.
"Alhamdulillah, mereka akhirnya menerima ganjarannya" Kata Akbar.
"Alhamdulillah ya Kak, ini semua berkat Kak Clara, Kak Clara memang Kakak terbaik dan lemah lembut, sayang deh" Kata Kabir.
"Hooh, tak seperti Kak Ros kita itu tu" Kata Syakir melirik ke arah Aisyah.
"Oh gitu ya? Jangan harap kalian bisa makan kue bolu istimewa buatanku lagi" Kata Aisyah kesal.
"Heh, kalian ini, iseng banget deh. Kasihan tuh Kakaknya baru aja lega menghadapi masalah. Kalian terus saja menggodanya" Kata Leah.
"Siap Bi!! " Kata Syakir hormat keoada Ruchan.
Semua orang pun tertawa,melihat tingkah lucu Syakir yang mulai ketularan Kabir.
__ADS_1
"Oh ya, Abi sangat senang sekali lihat kalian kumpul, akur seperti ini. Sayangnya Ilham , Delia dan Seto gak ikut ya, kalau mereka ada di sini, pasti lebih rame" Kata Ruchan.
"Abi, raga mereka mungkin tidak di sini, tapi hati kita sekeluarga tetap bersatu kan? Kita ini saudara bukan? Saudara harus saling melengkapi dong, contoh dengan tidak adanya Mas Ilham, tapi kita terobati dengan adanya Syakir. Karena Syakir dan Mas Ilham sifatnya dan wajahnya mirip kan? " Kata Aisyah.
"Ah iya, dan jika tidak ada Delia dan Seto, di sini ada Kabir penggantinya, mereka sama sama konyol bukan? " Kata Akbar.
"Dan satu lagi, jika kalian merindukan Papaku, Om Sandy kalian, ada aku di sini. Bukan kah wajahnya mirip dengnku? " Kata Clara.
"Dan aku, di sini perannya apa dong? " Tanya Rifky.
"Emm,, apa yaa...?, Ah iya, kamu mirip sama Abi, sok sweet dan sok akrab. Aku rada gak suka itu" Kata Kabir melirik ke arah Ruchan.
"Jawaban apa itu, Kalau kamu mirip Om Farhan, bener gak? " Goda Rifky.
"Aku teroooosss. Jomblo abadi dong aku? Gak mau ah" Kata Kabir.
__ADS_1
"Kabir, gak baik gitu. Pak Lhek gitu kan juga orang tua, harus di hormati. Eh kamu kan kembarannya Pak Lhek, lupa Kakak. Maaf ya adek hahahha" Tambah Aisyah.
Semua gelak tawa malam itu, membuat syahdu di hati masing masing. Rifky juga sangat bahagia berada di tengah tengah mereka. Selama ini, ia hanya hiduo dengan Ibunya saja, tanpa ada sanak saudara.