
"Yang tadi itu kakak kamu? " Tanya Rifky.
"Emm iya, dia anak dari Kakak Abiku " Jawab Aisyah.
"Lalu, yang kamu panggil Abang? Harusnya kan Kakak kamu? kenapa setatusnya adik kamu, maaf ya aku kepo" Tanya Rifky.
Aisyah tersenyum malu.
"Sebenarnya, dia anak dari Om aku, dari pihak Mama. Memang dia lebih muda dariku. Tapi kan urutan nya aku manggil dia Kakak, karena dia anak dari Kakak Mama ku" Jawab Aisyah.
"Kok bisa sedekat itu sama kamu? Maksudnya, jarang lah sepupuan seakrab kalian gitu" Kata Rifky.
"17 tahun yang lalu, Akbar lahir. Ibunya meninggal saat melahirkannya. Dia lahir di sini, karena Papanya belum bisa ngurus sendiri. Akhirnya Abi sama Mama ku yang jemput dia dari sini, di bawa pulang ke Jogja. Di rawat dan di asuh orang tuaku, layaknya anak kandung sendiri. Kami tumbuh besar bersama selama 12 tahun. 6 tahun yang lalu aku masuk pesantren pun dia sering jenguk aku walau jaraknya jauh" Jelas Aisyah panjang kali lebar.
"Tapi sia lebih dekat sama kamu ya, dari pada sama adik kandungmu sendiri? " Tanya Rifky.
"Sera udah cerita banyak yaa? " Tanya Aisyah tersenyum.
Mereka terus berjalan menelusuri malam di Jepang. Hanya sebatas ngobrol dan jalan berdua.
Di sisi lain, Akbar dan Delia sedang membicarakan hubungan Rifky dan Aisyah.
"Bang, menurut Abang, Rifky itu cocok gak sih sama Aisyah? " Tanya Delia.
Namun Akbar tak mendengarkan pertanyaan Delia, ia sedang kepikiran oleh gadis yang ada di Jogja. Gadis yang ia sukai. Akbar tipe laki laki yang tidak suka pacaran. Ia berfikir langaung ta'aruf. Namun itu hal yang tidak mungkin, di karenakan usia nya baru menginjak 17 tahun.
"Abang, Astaghfirullah hal'adzim. Dari tadi juga di ajak ngobrol, diem diem bae. Pulang aja deh " Kesal Delia.
"Maaf Del, Del tunggu. Abang itu lagi...... " Akbar tak jadi melanjutkan omongannya karena ia tak ingin Delia tau kalau ia sedang menyukai seorang perempuan.
"Abang apa? Lagi apa? Tuh kan gaje.. sebel ih" Kesal Delia makin memuncak.
"Jangan pulang dulu dong, masih jam segini juga. Abang tadi, mikir tentang Kakak, emm iya Kak Ais. Dia lagi apa gitu hehehe " Kata Akbar gugup.
Delia menyipitkan mata dan mengerutkan alisnya, Delia merasa kalau Akbar menyembunyikan sesuatu darinya. Akbar memang tak bisa terbuka jika bersama Delia. Ia hanya bisa terbuka dengan Aisyah.
Kekesalan Delia memang sudah di unjung ubun ubun, ia pun meminta Akbar untuk mengajaknya pulang. Akbar tau sekali sifat Delia yang suka merajuk, akhrinya Akbar pun mengikuti kemauan Delia untuk pulang terlebih dahulu.
Di sisi Ilham dan Sera, mereka juga semaki akrab. Sera mulai bertanya banyak hal kepada Ilham.
"Mas, boleh nanya gak? " Tanya Sera.
__ADS_1
"Tanya aja! " Jawab Ilham.
"Emm, Mas Ilham percaya gak dengan yang namanya cinta pada pandangan pertama? " Tanya Sera.
"Kamu percaya? "Tanya Ilham.
"Malah tanya balik??? " Kata Sera.
Ilham tersenyum. Dan menggelengkan kepalanya, tanda kalau dirinya tidak percaya cinta pada pandangan pertama. Di karenakan Ilham belum pernah jatuh cinta dengan seorang gadis.
"What?? Mas Ilham gak percaya?? Belum pernah jatuh cinta? " Tanya Sera nge gas.
" Memang kenapa? Insyaallah aku akan jatuh vinta pada pandangan pertama hanya kepada istriku nanti" Kata Ilham.
Hati Sera meleleh dengan jawaban Ilham, ia merasa jika ilham adalah sosok laki laki yang sangat taat pada agama. Sama dengan sahabatnya (Aisyah).
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Hembusan angin malam Jepang membuat tubuh Aisyah mengigil. Saat itu Aisyah memakai jaket tidak begitu tebal, jadi angin malam membuat Aisyah mengigil.
"Kamu kedinginan? " Tanya Rifky.
"Sedikit" Jawab Aisyah.
"Ya Allah, Allahu Akbar!! Ada apa denganku? Perasaan apa ini? " Batin Aisyah dalam hati.
"Gimana? Udah mendingan? " Tanya Rifky memecah lamunan Aisyah.
"Aduh, jangan dong Kak. Kakak pakai aja! Aku kan pakai jaket" Kata Aisyah gugup.
"Tapi kamu kedinginan gini kok, mana tega aku" Kata Rifky menolak jaketnya untuk di kembalikan.
"Aisyah? " Panggil Rifky.
"Iya Kak? " Tanya Aisyah.
"Sejak kapan kamu pakai hijab? " Tanya Rifky.
" Oh, ini, sejak Aisyah pertama kali nyantri Kak. Kenapa? " Tanya Aisyah.
"Gak kok, Kamu cantik berhijab. Selama ini temen temen aku gak ada yang berhijab sepertimu. Apa lagi mantan mantan aku. Malah mereka nyodorin tubuhnya ke aku" Kata Rifky.
__ADS_1
"Hah? nyodorin? Kak Rifky pernah kayak gituan? " Tanya Aisyah berharap itu tidak pernah terjadi.
"Amit amit. Sebrengsek brengseknha aku, aku mana mungkin melakukan hal seperti itu. Takut ah, lagian, jika aku ngalkuin kayak gituan, sama aja aku nyakiti ibu aku dong" Kata Rifky.
"Nyakitin Ibu? " Tanya Aisyah.
"Iya lah. Perempuan itu di jaga, di hormati, jangan di rusak. Jika cowok ngrusak cewek? Sama aja dia nyakitin hati ibunya. Kan mereka sama perempuan, laki laki lahir dari mana? Dari perempuan kan?? " Kata Rifky.
Aisyah tersenyum, ia tak menyangka jika Rifky berfikiran sedewasa itu. Namun cinta itu datangnya belum tepat, Aisyah masih harus mengejar impiannya menjadi seorang dokter.
"Ais? " Kata Rifky.
"Iya Kak? " Kata Aisyah.
"Mungkin ini kecepetan bagi kamu, tapi hampir 3 bulan ini, aku rasa ada yang beda dengan perasaanku" Kata Rifky.
"Maksud Kakak apa? " Tanya Aisyah.
"Aku, emm A-a-aku, aku suka sama kamu Syah! " Kata Rifky.
Aisyah terkejut, ia bingung harus bagaimana. Ia pun juga sebebarnya memiliki perasaannya yang sama dengan Rifky, namun rasa takut nya masih menyelimuti di hatinya. Ia masih kecil, masih harus belajar, mengejar mimpinya. Ia tak ingin berakhir dan terjebak di pernikahan dini. Karena dalam hidupnya, ia tak ingin memulai hubungan dengan pacaran, ia ingin ta'aruf dan langsung menikah, pacaran setelah menikah.
Tapi Aisyah tak harus berharap lebih dengan Rifky, ia takut jike perasaan Rifky kepadannya hanya sekedar rasa suka saja. Bukan mwngarah ke hal yang serius.
"Asiyah, hey, Ais? " Panggil Rifky.
"Ah, iya Kak? " Kata Aisyah gugup.
"Gimana? "Tanya Rifky.
"Apa ini gak terlalu kecepetan ya Kak? " Tanya Aisyah gugup.
"Aku cuma mau ngutarain aja kok Syah, kalau kamu masih ragu sama perasaan aku, jangan di jawab dulu. Izinkan aku untuk mengejarmu. Mengejar cintamu" Kata Rifky.
"Maaf ya Kak." Kata Aisyah.
"Maaf kenapa? " Tanya Rifky.
"Aku masih bingung mau gimana, jawab apa. Aku gak ingin buat Kak Rifky kecewa, tapi aku juga gak ingin memberi Kak Rifky harapan palsu" Kata Aisyah.
Rifky tersenyum kecil.
__ADS_1
"Kamu santai aja, cukup izinkan aku mengejarmu. Membuktikan perasaanku, jika benar aku mencintaimu. Aku akan datang kepada orang tuamu" Kata Rifky mengejutkan Aisyah.
Mungkin, Abi dan Mamanya akan setuju jika aku langsung menikah, namun bagaimana dengan cita cita Aisyah dan Abinya. Aisyah di rundung kebingungan, di sisi lain, ia takut melukai perasaan Rifky. Di sisi lain ia juga mulai menyukai Rifky. Usia yang masih belia yang membuat Aisyah meradang. Kenapa cinta datang lebih awal.