Gambaran Hati

Gambaran Hati
Keributan Dipagi Hari.


__ADS_3

Setelah mengisi perut, Aisyah dan Rifky kembali ke kamar. Kali ini mereka hanya tidur saja, karena tak mungkin melakukan hubungan seperti itu di saat keadaan di luar masih ada orang tuanya dan saudar suadaranya.


Adzan subuh berkumandang, hal biasa bagi Akbar dan Si Kembar mandi dan sholat jama'ah di masjid Pesantren. Akbar berniatan mengajak Rifky untuk sholat berjama'ah sekalian.


Tok.. Tok.. Tok..


Akbar mengetuk pintu..


"Assallamualaikum Kak Ais, Kak Iky? Jama'ah ke masjid yuk! Abang tunggu ya?" Teriak Akbar.


"Woy, mereka mesti habis ena ena. Gak usah di ganggu lah, cukup ingetin sholat aja, karena itu hukumnya wajib! Shollallahu'alaihiwassallam bersabda ....." Kata Kabir.


"Sstt, umat muslim di seluruh dunia pasti tau kalau sholat itu wajib, lagian ena ena itu maksudnya apa? Gak sepantasnya kita bicarakan hal seperti itu, jika kita belum pernah melakukan" Kata Akbar datar.


"Hooh, Aib Bir. Hubungan seperti itu, hanya boleh di ketahui oleh suami istri, kita masih remaja gak usah ngomongin hal seperti itu" Sambung Syakir.


"Nah tu, Syakir aja tau. Kamu taunya makan aja sih!"Kata Akbar.


"Abang sama Syakir lama lama kayak Abi sama Kak Ais deh. Aku lebih suka sama Pak Lhek lah!" Kata Kabir ngambek.

__ADS_1


Tiba tiba Aisyah membuka pintu dengan raut wajah kesal, suara dari luar bisa di dengar dari dalam, namun suara dari dalam kamar tidak terlalu kedengeran dari luar.


"Kalian bisa gak sih gak ribut di depan kamar orang!!" Kesal Aisyah yang ternyata sudah rapi mengenakan mukena.


"Kak Ais? Kakak, Abang sama Syakir nakalin aku, aku bilang ke mereka untuk ingetin Kak Ais aja sholat, tapi mereka tetep mau ganggu Kak Ais!!"Kata Kabir yang tiba tiba memeluk Aisyah.


"Hmmm ngadu!!" Kata Akbar.


"Kabir ah, main peluk peluk aja. Kamu belum mandi kan? Sana mandi dulu! Setelah itu cepat ke masjid, mumoung masih kiro'ah" Kata Aisyah melepaskan pelukan Kabir.


"Tau nih, udah gede juga jangan asal main peluk peluk aja! Sekarang Kak Ais dah punya suami lho!" Kata Syakir.


"Jangan gitu dong, bicara sama Kabir itu harus lembut"Kata Aisyah.


"Kabir buruan mandi!!! Sebentar lagi udah naik itu!!" Teriak Aisyah.


"Noh keluar tanduknya" Kata Syakir dan Akbar tertawa.


"Jahat!" Kata Kabir masuk ke kamar mandi utama.

__ADS_1


Tatapan Aisyah ke Akbar dan Syakir membuat mereka kaku seperti batu. Mau ngadu ke Mama dan Abinya pun mereka juga sudah ke pesantren.


"Kak Rifky?" Tanya Akbar.


"Dia di dalam sedang bersiap! Kakak duluan! Assallamualaikum" Kata Aisyah pergi.


"Kak Rifky hebat ya? Mau ngadepin Kakak kita yang sering keluar tanduk seperti itu!" Kata Syakir.


"Tapi Kakak kita itu, Kakak paling the best tau. Kita harus menyayangi Kak Ais seperti Kak Ais sayang sama kita. Buktinya selama ini yang di ajarkan sama Kak Aisyaah semua hal positif yang buat hidup kita menjadi lebih baik" Kata Akbar.


"Benar, dan aku sangat beruntung mendapatkan Kakak kalian yang bertanduk jika marah itu!" Kata Rifky di belakang mereka.


"Eh dah siap Kak?" Tanya Syakir.


"Tos dulu dong, kita sama sama menjaga wanita sepesial kita itu" Kata Akbar mengangkat tangannya.


Rifky sangat terharu dengan persaudaraan mereka, jarang sekali ada sesama saudara yang terjalin sangat dekat dan baik hinga besar seperti mereka.


Mereka bertiga berangkat bersama meninggalkan Kabir yang masih mandi. Di sepanjang jalan, Akbar dan Syakir terus saja menceritakan hal baik yang selalu Aisyah lakukan untuk mereka.

__ADS_1


__ADS_2