
"Kak, ngantuk nih. Boleh tidur gak?" Tanya Syakir berada di pundak kiri Aisyah kepalanya.
"Kak, laper" Kata Kabir berada di pundak kanan Aisyah kepalanya.
"Baru aja gak ketemu sehari dah manja gitu. Bocah!! " Kata Clara.
"Kita kan sayang Kak Ais" Jawab Kabir.
Sedangkan di sisi lain, Keny, Daren dan Akbar ngobrol bersama Rifky dan para bapak bapak. Banyak sekali hal yang di bicarakan, termasuk meninggalnya Ibundha Rifky.
"Ada yang gak beres gitu Bro?" Tanya Keny.
"Gue rasa sih gitu, ya gue udah ikhlasin Nyokap. Tapi Dokter aja bilang, seandainya gak telat di bawa ke rumah sakitnya. Gitu" Kata Rifky.
"Ya memang urusan Jodoh, rezeki, maut itu hanya Allah yang tau Kak, tapi kalau urusannya gitu perlu di selidiki itu" Kata Akbar.
__ADS_1
"Bener kata Akbar Bro, Lo harus selidiki ini. Ya kecuali kalau Lo udah bener bener ikhlas aja" Kata Keny.
"Tujuannya cuma mau memperjelas kan? Kronologi dan sebab kematiannya? Gak papa kok, cuma jangan di adakan autopsi, karena jenazah sudah di liang lahat. Kecuali tadi saat masih di rumah sakit" Kata Ruchan ikut nimbrung.
"Udah kok Bi, kata Dokter murni karena serangan jantung karena tekan darah tingginya. Cuma yang Iky heran kan itu, kenapa bisa telat di bawa ke rumah sakitnya gitu" Kata Rifky.
"Ya itu kamu yang harus selidiki orang rumah Ky. Tenang aja, kalau kamu butuh pengacara, kamu bisa panggil Kakak kamu Clara, bukannya sombong sih. Tapi selama ini, dia selalu memenangkan kasusnya, karena membela kebaikan" Sambung Sandy.
"Iky jadi gak enak sama Om. Harusnya siang tadi udah terbang kan ke Jakarta sama Clara. Om Ipin juga kan? Maaf ya, dan terima kasih sudah bersedia datang ke gubuk Iky." Kata Rifky.
Rifky salut dengan kekekuargaan Aisyah. Mereka saling menyayangi dan melengkapi satu sama lain. Rifky melihat gerak gerik aneh dari Tante Mery dan Yeni saat menuju dapur, Rifky pun hendak menemui mereka dan bertanya kenapa mereka tak menyapa keluarga Aisyah.
"Tante, Yeni. Kalian ngapain di sini?" Tanya Rifky
"Emm kami, itu lho Rif, sebelum Ibu Iky meninggal dia punya pesan untuk Iky. Penting lho ini, tapi Tante bingung mau ngomongnya bagaimana." Kata Tante Mery.
__ADS_1
"Tinggal ngomomg aja kenapa mesti kalian bingung" Kata Rifky dingin.
"Tante Rani menyuruh Kak Iky nikahin Yeni Kak. Dia bilang, Yeni jadi istri kedua gak papa. Tapi Yeni gak enak ngomongnya" Kata Yeni lancar.
"Gak enak ngomongnya lancar ya?" Tanya Rifky.
"Eh, ya harus mau gimana lagi, itu pesan Tante Rani ya Ma?" Kata Yeni.
"Kalian gak bisa lihat apa? Di sana! Ada keluarga istriku, dan di ujung sana ada istriku yang sangat cantik. Dan di jariku, ada cincin pernikahan! Kalian ini gak waras ya?" Kesal Rifky.
"Kok Iky ngomongnya gitu sih!" Kata Tante Mery.
"Itu pesan terakhir Tante Rani lho Kak. Kak Iky harus nikahin Yeni, kalau tidak semua harta dan rumah ini akan di berikan kepada kami. Ya kan Ma?" Ucap Yeni sok manja.
"Ambil aja lah!" Kata Rifky berbalik badan.
__ADS_1
Tapi Yeni menahannya dengan memenarik tangan Rifky. Rifky menepis tangan Yeni dengan kasar, dalam hatinya Rifky sudah sangat kesal dengan mereka berdua. Demi bukti jika mereka bersalah, Rifky tetap harus berpura pura tidak tau apa apa. Tapi tetap akan mempertahankan Aisyah dalam kehidupannya. Karena itu yang sebenarnya pesan dari Bundha Rani.