
"Foto itu?" Kata Aisyah dan Rifky bersamaan.
Mereka saling menatap satu sama lain, Clara terus saja tertawa, dan semua tamu ikut tertawa. Ketika Kabir sadar bahwa yang telanjang itu dirinya, ia langsung ngumpet di belakang Syakir.
"Kamu tau foto itu Wel?" Tanya Rifky.
"Ya tau lah Kak, itu foto masa kecilku lah. Emang gak bisa nebak?" Jawab Aisyah.
"Rifky, kamu lihat nih cewek berambut panjang, pipi caby, berponi dan berpose kalem ini siapa? Gadis cilik yang kamu taksir kan?" Tanya Clara.
"Taksir?" Kata Aisyah.
"Mau tau dia siapa dan besarnya bagaimana? Tuh di sebelahmu, dia adalah cinta masa kecil kamu. Aisyah istrimu" Kata Clara menunjuk Aisyah.
"Itu hadia dariku untuk kalian hahahha" Sambung Clara tertawa puas.
"Itu yang gendut, lagi nangis telanjang adalaha Kabir. Tuh orangnya hahaha " Kata Delia tertawa.
Kabir manyun lagi, ia sangat malu karena dari dulu kecil badanya lebih berisi dari pada yang lain. Di foto itu ada Clara, Aisyah dan Delia yang sedang duduk di bangku pinggir kolam renang, sedangkan di dalam kolam renang ada Akbar dna Syakir yang berpose keren. Sedangkan Kabir dan Seto nampak membawa sepotong kue dan Kabir sedang menangis.
"Puas kalian berdua, perang deh nanti malam hahaha siapa suruh masangin gue sama cowok mesum kek gini" Kata Clara melirik ke arah Keny.
"Siapa yang mesum? Eh lu itu yang mesum, foto yang lain kan bisa, kenapa harus foto yang itu, ya walau memang diantar Lo sama Aisyah itu emang cantikan Aisyah"Kata Keny menyeringai.
"Apa kata lo, kalau Aisyah lebih cantik dari gue kenapa ha? Pantas dia lebih cantik karena dia adek gue. Mau ini lo!!" Kata Clara mengepalkan tangannya.
__ADS_1
Di sisi lain, Aisyah dan Rifky masih menyimpan sejuta pertanyaan tentang foto dan cerita cinta masa kecil Rifky kepada Aisyah. Mereka jadi saling canggung.
Sedangkan Kabir masih tidak terima fotonya di paerlihatkan ke semua orang, padahal di sendiri yang menyalakan monitornya, kenapa gak di lihat dulu.
Acara terakhir telah usai, hari sudah menjelang sore, semua tamu telah pulang. Terlihat Ruchan, Farhan, Arifin dan Ikhsan sedang berkumpul bersama pasangan mereka masing masing di dalam rumah (Di ruang tamu) .
Para santri dan tukang dekor juga sedang membongkar panggung dan dekorasi, semua sedang sibuk, santriwatipun ikut sibuk mencuci piring, gelas taplak meja dan toples toples.
Pengantin baru sedang ikut berkumpul bersama saudara saudaranya, mereka juga sudah berganti pakaian.Termasuk Keny dan Mala pun juga ada di sana.
"Kak Clara jahat ih, foto ku kayak tadi di perlihatakan ke semua orang. Aib ku hiks hiks hiks" Kata Kabir sok manja bersandar di bahu Aisyah.
"Sabar ya" Kata Aisyah yang sedang menggendong anak Mala.
"Namaya Diaz Maulana Ibrahim, panggil aja Diaz" Jawab Mala malu malau.
"Cie Maulana??" Kata Akbar dan Syakir bersamaan.
"Emang Maulana siapa?" Tanya Keny.
"Maulana kan nama belakang Pak Lhek kita hahaha" Aisyah.
"Kamu mau sama Pak Lhek?" Tanya Clara penasaran.
Mala hanya mengangguk dan Clara pun tepuk tangan memberi selamat juga kepada Mala, setelah masa nifas selesai nanti, Mala dan Farhan juga akan melangsungkan pernikahan.
__ADS_1
"Oh ya, Selamat ya Bro, Syah. Semoga menjadi keluarga yang SaMaWa. Langgeng sampe kakek nenek.Cepat di beri momongan" Kata Keny berjabat tangan dengn Rifky.
"Terima kasih ya, kamu sudah mau menyempatkan hari ini buat acara kita. Dan terimakasih sudah mau di sandingkan dengan mulut gledek keluarga ini" Kata Rifky melirik ke arah Clara.
"Apa lo bilang? Jangan hina gue karena gue jomblo ya, gue akan bikin lo hancur berkeping keping kayak krupuk ini mau?" Kasal Clara.
Semua hanya bisa tertawa melihat tingkah lucu Clara. Ternyata Clara adalah sosok wanita yang periang, tak seperti ibunya yang dulu sering jahat kepada Leah dan Sandy.
"Del? Tante Glenca gak pulang?" Tanya Aisyah.
"Mama sibuk disana, jadi dia hanya nitip hadiah aja dan ucapan. Katanya besok barangnya datang"Kata Delia.
"Seto?" Tanya Aisyah.
"Mama juga Kak, di peternakan banyak karyawan yang cuti, jadi gak bisa hadir deh, maaf yaa"Kata Seto murung.
"Iya deh gak papa, doa mereka yang paling penting" Kata Aisyah.
Tiba tiba Ruchan dan bala tentaranya menghampiri mereka dan bergabung dengan muda mudi yang sedang menanggap Aisyah dan Rifky.
Keluarga Rifky sudah kembali ke hotel, karena sanak saudara yang ikut datang akan pulang besok pagi, sedangkan ibunya Rifky harus siap siap ikut Rifky dan Aisyah ke Korea juga.
Keluarga Rifky bukan seperti keluarga Aisyah yang besar dan ramai. Dan juga bukan keluarga yang harmonis. Keluarga Rifky adalah keluarga bercerai berai, keturunan hanya memiliki satu di setiap keluarga.
Namun itu semua tak di buat masalah oleh Ruchan dan keluarga, karena setiap niat baik akan tumbuh hal baik juga. Begitupun dengan Rifky yang rela dirinya mengikuti Aisyah ke ruamahnya hingga mereka bersiap siap terbang ke Korea.
__ADS_1