
Glek....
Suara pintu terbuka.
Rifky selesai mandi, dan Aisyah sedang melanjutkan tugas kampusnya yang tinggal sedikit lagi selesai. Tiba tiba Rifky sudah ada di belakang bahu Aisyah.
"Wel" Panggil Rifky.
Aisyah terkejut, Rifky memnaggilnya tepat di telingannya. Ketika Aisyah menoleh, tak sengaja bibir Rifky mencium Aisyah.
"Astaghfirullah hal'adzim" Ucap Aisyah yang tiba tiba menjauh dari Rifky.
"Kenapa? Salah ya? Kan kita udah muhrim, boleh dong bersentuhan?" Tanya Rifky mendekati Aisyah.
"Tunggu, kita buka kado gimana? Buka yang dari keluarga dulu aja. Dua sampai empat kado?" Tanya Aisyah.
Lantai Aisyah ada karpet hijau di seluruh ruangan kamar Aisyah, jadi mereka sedang berada di bawah samping tempat tidur, yang tidak menggunakan dipan/tempat tidur kayu.
Jadi mereka leluasa bergerak kesana kesini.Rifky menahan tawanya, melihat Aisyah yang canggung dan takut akan sentuhannya membuat Rifky tak lagi bisa menahan tawanya.
"Hahahaha, kenapa sih Wel? Kita udah muhrim loh, udah sah! Sini deketan duduknya. Katanya mau buka kado, sini dekat aku!" Kata Rifky.
__ADS_1
"Kak Rifky sadar gak sih? Aisyah canggung karena Kak Rifky hanya memakai handuk saja, belum pakai sehelai kainpun. Ganti baju dulu lah" Kata Aisyah malu malu.
"Eh iya, hehehe. Bentar ya tak ganti dulu" Kata Rifky mengambil bajunya yang sudah di rapikan Aisyah di dalam almari milik Aisyah.
Setelah selesai pakai baju, tiba tiba Rifky duduk sangat dekat dengan Aisyah, lagi lagi Aisyah menghindar. Ia masih malu, berbeda dengan Rifky yang dari tadi berinisiatif menyerang.
"Udah dong Wel gak usah gerak lagi, duduk aja sini yang anteng, terus mulai buka kadonya" Kata Rifky merebahkan kepalanya di bahu Aisyah.
"Boleh aku mengenggam tanganmu Wel?" Tanya Rifky.
Aisyah mengangguk pelan, Rifky pun menggenggam tangan Aisyah yang sedari tadi masih gugup untuk Rifky sentuh. Namun dengan sentuhan Rifky yang lembut, akhirnya Aisyah mau di genggam tangannya.
"Kalau pegangan tangan gini gimana mau buka kado Kak?" Tanya Aisyah.
"Besok aja gimana? Di luar masih ramai kan?" Aisyah langsung menghidar dan gugup.
"Aku cuma mau ngajak Aisyah bobok di kasur aja kok, gak lebih. Malam ini kita istirahat aja ya, besok pasti masih ada tamu yang datang" Kata Rifky
"Oh...." Kata Aisyah lirih.
"Kenapa? Kecewa? Mau ena ena sekarang?" Tanya Rifky.
__ADS_1
"Ah Kak Rifky. Aisyah kan jadi malu" Kata Aisyah menutupi wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya.
Rifky menurunkan tangan Aisyah, ketika tangan Aisyah di senyuh oleh Rifky, Aisyah nampak kaget. Rifky tersenyum melihat Aisyah yang masih memejamkan matanya.
"Sstt, buka dong matanya. Gimana aku mau melihat cahaya bulan di matamu kalau kamh menutup mata Sayang" Kata Rifky.
Aisyah mulai membuka matanya, jantungnya berdetak dengan cepat. Inikah yang dinamakan cinta? Aisyah semakin tidak bisa mengontrol dirinya.
Aisyah melihat Rifky memejamkan mata dan berdoa, tak selang berapa lama, Rifky mencium kening Aisyah dengan sangat lembut dan hati hati. Aisyah merasakan kedamaian saat itu.
Jantung yang tadi berdetak kencang, kini telah berganti menjadi hawa dingin nan sejuk, seperti sedang berada di pegunungan yang tinggi.
"Aisyah?" Kata Rifky.
"Iya?" Jawab Aisyah.
"Aku mencintaimu" Bisik Rifky di telinga Aisyah.
"Boleh aku memelukmu?" Tanya Rifky.
Aisyah hanya mengangguk pelan dan malu. Rifky membawa Aisyah ke tempat tidur dan memeluknya. Malam ini mereka hany akan tidur berpelukan, karena telah kecapekan satu sama lain. Yang lebih pasti Aisyah belum siap untuk melakukan hubungan badan dengan Rifky.
__ADS_1
Sabar ya kak. Mereka masih malu mau melakukan ena enanya. Rifky sih mau mau aja, tapi Aisyah yang belum siap.😂😂