Gambaran Hati

Gambaran Hati
Hari yang Indah.


__ADS_3

" Kakak kenapa kesini? Ah maksud Ais, Kakak ada bisnis, atau liburan gitu ke sini? " Tanya Aisyah gugup.


"E-em gak juga sih. Aisyah mau tau Kakak kesini karena apa? " Tanya Rifky.


Rifky mengangguk pelan. Telunjuknya menunjuk ke arah Aisyah dan tersenyum.


"Karena Ais? " Tanya Aisyah.


"Iya " Jawab Rifky.


"Kenapa? " Tanya Aisyah.


Rifky berlutut dan memberinya sebuket bunga yang entah datang dari mana. Bunga mawar putih kesukaan Aisyah, walau bunga itu hanyalah bunga palsu, namun Aisyah di buat terharu karena Rifky sampai berlutut di depannya.


"Ais, Kakak minta maaf ya. Waktu itu,saat Ais kirim pesan, Kakak sedang ada hal yang penting. Maafin Kakak ya, gak kabari juga, karena hp Kakak rusak saat mau manjat dinding pesantren dimana Aisyah mondok" Kata Rifky dengan cepat.


"Hah? " Aisyah tidak mengeti perkataan Rifky yang tentang manjat dinding.


"Hah apa nya, tinggal jawab aja. Yes or no" Kata Rifky.


"Tapi berdiri dulu dong, duduk aja gak usah kayak gini, malu Kak di lihatin banyak orang" Kata Aisyah.


"Di negri orang juga" Kata Rifky.


"Udah ya, aku maafin Kak Rifky, aku terima bunganya ya. Tapi jangan kek gini lagi, ok? " Kata Aisyah.


Entah apa yang Rifky perbuat, namun Aisyah nampak. malu malu wakyu itu, sebenarnya mereka yelah saling jatuh cinta. Namun mereka masih takut untuk mengutarakan perasaanya masing masing.


"Aku jadi gak enak ama Kak Rifky, ngapain juga sampai nyusul ke sini hanya mau minta maaf. Lewat chat kan juga bisa kak? " Tanya Aisyah.


"Kangen aja sama kamu, upss maksudnya biar lebih enak heheheh" Kata Rifky.


Ketika Rifky dan Aisyah sedang asyik mengobrol, munculah Sera membawa air minum untuk Rifky. Ketahuan rencana mereka oleh Aisyah.


"Kak, nih minumnya. Dari tadi juga aku cariin. Ternyata lagi Pdkt, fokus woy ke Aisyah. " Kata Sera.


Sera berulang kali di beri kode dari Rifky, namun ia tidak mengerti arti kode itu. Malah semakin nrocos aja mulutnya.


"Sera? " Kata Aisyah.


"I-i-ica hehehe hay" Kata Sera gugup.


"Oh, aku tau. Kalian berlibur berdua yaa? Maaf ya aku ganggu, permisi Assallamualaikum " Kata Aisyah salah faham.


"Woy woy, tunggu dulu sista. Kamu salah faham. Kak!! " Kata Sera.

__ADS_1


"Kak, aku bilang ya? " Sambung Sera.


"Jangan dong. Awas kamu, kamu maubpupang sendiri? " Tanya Rifky.


"Hubungan kalian dekat banget ya?? Ya udah kalau gitu. Aku permisi dulu ya" Kata Aisyah.


"Aisyah? " Panggil Rifky.


Langkah Aisyah terhenti saat Rifky memanggilnya. Rifkypun mendekatil Aisyah dan mengatakan tujuan utama nya datang ke Jepang.


"Kamu tunggu dulu ya, dengar penjelasan aku. Aku sengaja nyusul kamu sampai ke sini, supaya aku bisa melihatmu. Hanya itu. Aku datang ke rumah Sera untuk bertanya alamatmu di Jogja. Tapi Sera bilang kamu berangkat berlibur ke Jepang. Aku berencana menyusulmu, tapi Sera mbuntuti aku mau ikut " Jelas Rifky.


"Iya ca, benar kata Kak Rifky, aku hanya sebatas mengikutinya saja, penunjuk jalan aja buat Kak Rifky. " Kata Sera.


Hati Aisyah yang awalnya tak karuan, sekarang menjadi sejuk seperti di atas pegunungan. Entah rasa apa yang Aisyah rasakan. Ia sendiri tak bisa menafikkan perasaannya itu.


"Kalian ini kenapa? Kok kayak gugup gitu. Ayo ikut aku, kalian mau makan gak?? Aku lapar soalnya " Kata Aisyah cengir cengir.


"Aku yakin Kak, dalam hatinua sangat lega mengetahui kejujuran kita. Tapi dia gengsi! " Bisik Sera.


"Benarkah?? " Kata Rifky.


"Ck, tentu saja. Ayolah ikuti dia" Kata Sera.


Sera dan Rifky pun mengikuti Aisyah dari belakang. Rifky tak henti hentinya memandangi Aisyah dari belakang. Ia sangat bahagia sekali bisa bertemu lagi dengan Aisyah.


Di dalam resto itu, sudah ada saudara saudaranya Aisyah. Sera dan Rifky pun di perkenalkan dengan mereka oleh Aisyah.


"Assallamualaikum, kenalin semuanya. Ini sahabat aku saat sekolah. Namanya Sera" Kata Aisyah.


"Dan ini, teman belajar aku. Kak Rifky, dia memiliki beberapa cabang resto di bebrapa kota di pulau jawa. " Sambung Aisyah.


"Waah sultan, Hahaha Assallamualaikum " Kata Akbar.


"Kenalin ini Akbar, kami biasa panggil dia Abang, dia lebih muda dariku setahun, tapi dia anak Om ku. Jadi kami panggil Abang" Kata Aisyah.


"Dan aku Kakak nya Aisyah, namaku Ilham, Assallamualaikum. Senang berkenalan dengan kalian" Kata Ilham.


"Ini adikku juga, namanya Delia. Dan iya, aku masih memiliki 3 adik di rumah. Jadi suatu hari nanti jika kalian lihat aku dengan laki laki lain biar gak salah sangka. Adik adikku hanya beda satu setengah tahun denganku" Jelas Aisyah.


"Ayo duduk" Ajak Ilham.


"Oh ini yang namanya Kak Ri... " Kata kata Akbar terputus saat di tendang kakinya oleh Aisyah.


"Kamu mau bicara apa? " Tanya Rifky.

__ADS_1


"Ah enggak, udah lupa hehehe. Ayo Kak pesenin buat temen temen Kakak" Kata Akbar.


Mereka bersenda gurau bersama. Sera terus saja memandangi Ilham tanpa berkedip. Sera jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Ilham. Delia yang menyadari hal itu pun berniat menggodanya.


"Jangan di pandang lama lama, bukan muhrim. Kasihan Mas Ilhamnya?! " goda Delia.


"Gimana? " Tanya Ilham.


"Bang, udah habis kan? kita jalan jalan yuk, ajak aku keliling mumpung masih jam segini" Ajak Delia.


Ternyata Akbar pun juga menyadari hal yang sama dengan Delia. Ia juga akan memberi kesempatan untuk Aisyah dan Rifky bertemu lebih lama. Aisyah sudah mulai dewasa, dia pasti tau, batasan batasan seperti apa yang tidak di perbolehkan antara laki laki dan perempuan yang belum jadi muhrimnya.


Akbar pun keluar duluan dengan Delia, walaupun sebenarnya Akbar tidak ingin meninggalkan Aisyah dengan Rifky, namun ia harus bisa memberi waktu mereka berdua bersana sementara jauh dari Abi.


"Emm Aisyah, " Kata Rifky.


"Iya Kak? " Tanya Aisyah.


"Bisa ajak aku jalan jalan gak? Kamu pernah kesini sebelumnya kan? " Tanya Rifky berharap.


Asiyah menatap Ilham, sebenarnya Aisyah juga ada hal penting yang ingin di katakan kepada Rifky secara pribadi. Ilham pun mengerti dengan keinginan Aisyah. Ia megedipkan mata tanda setuju.


"Assallamualaikum "


"Wa'alaikum sallam. "


Rifky dan Aisyah pun membayar makanan dulu sebelum ia pergi.


"Ya, ini terlalu cepat. Bagaiman denganmu? Apa kau mau juga keliling sekitar sini? " Tanya Sera.


"Apa kamu pernah kesini? " Tanya Ilham.


"Iya, setahun yang lalu dengan keluargaku. Ayo kita susul mereka " Ajak Sera.


"Sebelumnya aku minta maaf. Jika aku nanti terlalu kaku jalan sama kamu. Maklumin ya, aku gak pernah jalan berudaan dengan perempuan lain, kecuali Umiku. Atau dengan Aisyah" Kata Ilham gugup.


"Emm manis nya. This ok. Aku tau kok kriteria kayak Kak Ilham ini hehehe " Kata Sera cengar cengir.


"Emm aku lebih nyaman, di panggil Mas. " Kata Ilham.


" Oh, iya kangmas " Kata Sera


Ilham pun tersenyum dengan tingkah Sera. Mengingatkan Ilham dengan sosok Pak Lhek nya (Farhan). Ilham memang jarang sekali memiliki teman perempuan, jadi ia sedikit kaku dengan yang namanya perempuan kecuali Umi dan Aisyah. Aisyah dan dirinya juga sedekat Aisyah deng Akbar. Bisa di bilang Aisyah dan Akbar itu bagaikan sandal. Kunci dan gembok. Mereka selalu berdua kemanaoun mereka berada. Kecuali saat Aisyah mulai masuk pesantren.


Saat itu, pertama kali Aisyah masuk pesantren, Akbar jatuh sakit selama tiga hari, begitupun dengan Aisyah di pesantren. Mereka memang bukan kakaK adik sekandung, namun ikatan batin mereka sangat kuat. Dan kasih sayang itu di tanamkan oleh Ruchan dan Leah yang tidak pernah membedakan antara anak kandung dan anak angkat.

__ADS_1


__ADS_2