
"Uhh kesel banget sih. Akbar ni kemana aja sama si Bon Bona itu!! Mana Rifky juga posesif gitu pula. Ini jaman modern, ciuman sama pelukan wajar kali." Kata Clara kesal.
"Kamu kenapa sih Kak? Ngomel aja deh!!" Tanya Aisyah.
"Si Bon Bon sama Akbar itu loh, lama banget perginya. Gue harus segera pulang ke Jepang. Ntar keduluan Suamimu itu ngadu sama Papa" Kesal Clara.
"Segitunya kesalnya? Siapa suruh lebay, main mau pergi-pergi aja. Ada masalah itu di selesaikan, jangan di tinggal gitu aja. Main tinggal aja ya gak akan pernah selesai Kakak" Kata Aisyah.
"Ck, kalian harusnya tau gimana kehidupan gue. Elo mau kemana sih? Dah rapi gitu, jangan-jangan lo mau ke rumah sakit ya? Aaaa gue gak mau sendirian dirumah. Gue nyusul ke resto aja ya!! " Kata Clara.
"Sejak kapan Kak Clara jadi cewek manja gini hah!!" Kata Aisyah.
"Dan sejak kapan lo tambah galak gini hah??? Benar kata orang ya, kalau cewek udah nikah mah emang berubah. Jadi sering keluar tanduk!!" Kata Clara.
"Kak Clara!!" Kesal Aisyah sambil melempar popok kotor milik Airy.
"Upps sory Kak. Gak sengaja beneran" Kata Aisyah mengangkat telapak tangannya.
"Syah, lo tau saat gue udah kesel tingkat dewa gini hah. Aisyah!!!! Sini Lo !! Gue bikin perkedel sekarang juga lo!!" Teriak Clara yang sudah keluar tandukknya.
Ketika Aisyah dan Clara saling usel-uselan, Akbar dan Bona sampai di rumah dan langsung melihat pemandangan yang indah itu. Membuat Akbar dan Bona tertawa.
__ADS_1
"Assallamualaikum Ka.... Apa yang kalian lakukan?" Tanya Akbar terkejut.
"Nih Bar, Kakak tersayangmu ini melempar popok kotor milik Airy mengenai wajah Kakak!!" Kata Clara sambil menguyel-uyel wajah Aisyah.
"Gak sengaja Bang, Kak Clara dulu yang mulai" Kata Aisyah menginjak-injak kaki besar milik Clara.
Bona terus saja tertawa tak henti-henti, meskipun Bona tidak tahu Aisyah dan Clara ngomong apa, karena mereka menggunakan bahasa Indonesia. Namun tingakah mereka saat berkelahi begitu lucu.
"Astagfirullahhal'adzim. Dah sana lanjutkan!! Abang masih kesal sama Kak Ais karena ngerjain Abang nyuruh beli bubur ayam, keliling kemana-mana gak nemu tau!" Kaya Akbar duduk manis di sofa.
"Hahahah rasain lo, noh adik kesayangan lo bela gue hahahah" Tawa Clara sambil menusuk-nusuk pipi Aisyah menggunakan telunjuknya.
"Siapa bilang Akbar bela Kak Clara? Akbar juga kesal dengan Kak Clara, gara-gara Kak Clara pacaran lewat batas sama Keny. Papa mau jemput kita kesini dan mau menyidang kalian berdua" Kata Akbar santai.
"Assallamualaikum Bang, Kak!!"
"Waalaikum sallam, hati-hati ya" Jawab Akbar.
Aisyah pun langsung pamit kepada Clara dan Akbar dan segera mengajak Bona berangkat ke rumah sakit, sebelum rumah roboh karena teriakkan Clara.
"RIFKII !!!!!!!" Teriak Clara.
__ADS_1
Diluar ketika Aisyah dan Bona ingin masuk mobil.
"Tuh kan, dia emang kek tarzan, suka teriak-teriak. Hahahha mamam tuh omelan Om Sandy!!" Kata Aisyah tertawa.
Bona pun ikut tertawa melihat Aisyah tertawa. Walaupun Bona tidak mengerti apa yang telah Aisyah ucapkan.
"Kamu kenapa ikut tertawa Bona? Kamu mengerti apa yang kubicaran" Tanya Aisyah.
"Hahahahha enggak!" Jawab Bona.
"Terus dari mana kamu tau kalau itu lucu?" Tanya Aisyah.
"Melihatmu tertawa, jadi aku tertawa deh" Kata Bona
"Cepat berangkat!!" Kata Aisyah dengan wajah datarnya.
"Oh, Ok!! " Jawab Bona.
Sementara Aisyah dan Bona berangkat kerumah sakit, Clara masih saja mondar-mandir ketakutan jika Sandy akan marah padanya. Akbar pun kesal melihat kakaknya yang terus saja mondar-mandir di depannya.
"Astaghfirullah hal'adzim Kakak. Sudahlah, tenang saja. Papa itu bukan Singa seperti Kak Ais. Tapi bapaknya Singa hahahhaha. Nikmati saja Kakakku yang cantik" Kata Akbar masuk ke kamar.
__ADS_1
"Akbar!!" Kesal Clara.
Clara benar-benar takut kepada Papanya, karena terkahir kali Clara melihat Papanya murka, saat dirinya masih di Swiss dan minum-minuman hingga mabuk. Sandy menghukum Clara begitu keras. Dan tak ingin hal itu terulang lagi.