
Saat itu, Yeni duduk di depan Aisyah dan Rifky di ruang tengah. Yeni sangat cemburu melihat kemesraan yang sengaja Aisyah perlihatkan kepada Yeni.
"Ck, kalian bisa gak sih, gak mesra mesraan di hadapanku. Aku kan masih seorang pelajar SMA?" Teriak Yeni.
"Pelajar SMA mana yang sudah pernah merasakan tidur dengan laki laki yang buka. suaminya. Hmm!" Rifky.
"Astaghfirullah hal'adzim, Yeni kamu wanita yang seperti itu?" Tanya Aisyah.
"Udah di bilang itu cuma salah faham! Aku hanya ingin menikah sama Kak Iky. Harus!!" Teriak Yeni.
"Ganggu banget sih, kamu gak usah teriak teriak lah. Umurmu sudah berapa haa? Kelakuan masih kek bocah aja!" Kesal Rifky.
"Kak Iky, bentak Yeni?" Kata Yeni.
"Dah yuk Yang, Mas capek. Boleh minta tolong pijitin Mas bentar gak?" Tanya Rifky.
Aisyah mengangguk dan mereka pergi ke kamarnya, sedangkan Yeni masih duduk mengamati Aisyah dan Rifky yang sedari tadi tak pernah lepas.
"Yang, kamu apain dua nyamuk itu?" Tanya Rifky.
"Dua nyamuk?"Kata Aisyah bingung.
__ADS_1
"Itu si Yeni ama Tante Mery!"Kata Rifky.
"Oh, mereka. Ngadu kah?" Tanya Aisyah.
"Gak sih Yang. Mereka terlihat aneh aja saat lihat kamu. Kek takut, was was gitu lah. Tapi itu bagus sih Yang. Kamu apain mereka?" Tanya Rifky merebahkan kepalanya di dada Aisyah.
Aisyah pun menceritakan semuanya dengan detail, niat mereka yang buruk dan ingin menguasai harta Bundha nya Rifky.
Rifky pun memberi tahu tentang surat dari Bundha Rani yang telah ia baca tadi. Bagaimana tentang berkas penting dan pemberian nama bayi mereka kelak.
"Emm, soal anak. Mas udah pengen banget ya?" Tanya Aisyah.
"Siapa sih yang gak pengen punya anak. Anak kecil itu lucu, gemesin. Pengen banget lah, emang kamu gak pengen Yang?" Kata Rifky membelai rambut Aisyah.
"Pengen sih, tapi untuk saat ini kayaknya terlalu cepat deh Mas. Ya Aisyah netral aja, gak usah nunda dan gak usah promil gitu" Kata Aisyah hati hati, takut menyinggung Rifky.
"Maksud kamu, se ngasihnya Allah gitu? Jawanya sak paringane gitu kan?" Tanya Aisyah.
"Mas gak keberatan kan? Tapi kalau mau cepet ya kita promil aja gak papa kok" Kata Aisyah gugup.
Rifky tersenyum.
__ADS_1
"Apa sih Yang? Anak itu kan rezeki dari Allah, datang awal ya Alhamduklillah, datang nanti juga Wasyukurillah kan? Kamu juga masih harus kukiah bukan? Kita nikmatin aja masa pacaran kita. Kan kita gak pacaran!" Kata Rifky memeluk Aisyah.
"Aisyah harus masih kuliah? Seminggu lebih loh Ais gak ngampus. Tahun depan aja ya?" Tanya Aisyah.
"Keburu males sayang, jadi ke Korea gak? Kalau kamu gak mau kuliah ya gak jadi ke Koreanya" Kata Rifky.
"Ya jadi dong, Ais kan pengen banget ke Korea" Jawab Aisyah.
"Ya udah, sekarang fokus aja ke cita cita kamu Yang, soal anak bisa kita fikirin nanti jika Allah udah mau ngasih" Kata Rifky membelai belai rambut Aisyah.
"Mas yakin gak papa? Maksudnya gak jenuh nantinya di tanya masalah kapan punya anak?" Tanya Aisyah.
"Kamu mikirnya kejauhan sayang. Kita jalani aja dulu masa sekarang. Yang penting, aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu. Kamu selalu ada untuk aku, mendukung semua apa yang akan aku lakukan. Ingatkan aku akan ibadah, itu poin cukup untukku" Kata Rifky panjang kali lebar.
"Bobok yuk, ngantuk. Lusa kita pulang ya ke Jogja!" Sambung Rifky.
"Ke.....?" Kata Aisyah yang ingin bertanya, langsung di cium bibirnya oleh Rifky. Rifky sangat menikmati ciuman itu, karena Aisyah mulai membalas ciuman mesra itu.
"Pertanyaannya buat PR ya, besok aja. Sekarang bobok, kelonin dulu Mas nya!" Pinta Rifky memeluk Aisyah dengan sangat erat.
Aisyah masih bertanya tanya, kenapa Rifky mengajak pulang ke Jogja secepat itu.
__ADS_1