Gambaran Hati

Gambaran Hati
Kepanikan.


__ADS_3

"Nih, teh anget buat bumil sahabat terbaikku dan calon Bu Lhekku hehhe" Goda Aisyah dengan membawa secangkir teh hangat untuk Mala.


"Cie Mala, yang udah mau jadi istrinya Ustad Farhan" Sambung Rifky.


"Ih kalian bikin aku malu deh" Kata Mala menutupi wajahnya menggunakan buku KIA nya.


"Oh ya, usia bayi kamu ini berapa bulan? udah waktunya tujuh bulanan belum sih? " Tanya Aisyah.


"Kalian ini perhatian banget sih sama aku, Alhamdulillah hari ini 8 bulan, dan Insyaallah Ustad Farhan dan Abi kamu bilang, 2 hari lagi tujuh bulanannya. Sesuai dengan hitungan Ustad Farhan" Jawab Mala malu malu.


"Idih malu, pipinya sampai merah gitu ih" Goda Aisyah.


"Ica ah. Aduh, aduh Ca sakit nih. Aw sakit banget, tolong Ca" Kata Mala tiba tiba teriak keasakitan dan memegangi perut nya.


"La, jangan bercanda dong. " Kata Aisyah panik.


"Sakit banget Ca, semalam juga kayak gini, dan tadi pagi keluar darah Ca, Aduuhh shh aw" Teriak Mala.


"Jangan jangan Mala akan melahirkan lagi, cepat bawa ke mobil" Kata Rifky panik.


"Masa iya mau lahiran sih? Kan belum saatnya Kak! "Kata Aisyah.


"Lah kayak gini kok,ayo cepat kita papah ke mobil. Kita bawa ke rumah sakit" Kata Rifky lebih panik.

__ADS_1


Karena darurat, Rifky menggendong Mala dan memasukkan pelan pelan ke mobilnya, sedangkan Aisyah tengah sibuk mengabari Farhan, karena memang tak tau harus mengabari siapa lagi. Orang tuannya masih ada di perjalanan menuju Bandung, sedangkan Adik adiknya masih berada di sekolahannya masing masing.


Rifky melaju kencang ke rumah sakit, karwna Mala terus saja berteriak kesakitan. Aisyah bingung, panik dan takut dengan situasi ini. Karena ini hal pertama baginya.


Aisyah terus saja menyuruh Mala beristighfar sebanyak banyaknya, menyebut Asma Allah agar di beri kemudahan dalam melahirkannya.


Mala mengatakan jika ada sesuatu yang dingin di antara selangkangannya. Aisyah melihat ada air mengalir di kaki Mala, ia semakin panik.


"Astaghfirullah hal'adzim, Istighfar terus La. Ya Alloh, cairan apa itu? "Sebut Aisyah.


"Ada apa Wel? " Tanya Rifky.


"Bisa agak cepat gak Kak, ini keluar air nya. Aisyah takut Kak" Kata Aisyah.


Tiba tiba Mala pinsan, Aisyah semakin panik. Untung saja sudah sampai di rumah sakit. Rifky berteriak kepada suster jaga dan menggendong Mala ke dalam dan meletakkan ke kursi roda.


Aisyah memarkirkan mobil Rifky ke parkiran, agar tak mengganggu pengunjung lain di sana.


"Bagaiman Kak?" Tanya Aisyah masih panik.


"Gak tau juga nih, Dokter nya belum juga keluar Wel" Jawab Rifky.


"Semoga aja, Mala dan bayinya gak papa ya Kak" Kata Aisyah duduk di samping Rifky.

__ADS_1


Nampak raut wajah Aisyah yang ketakutan dan panik, ingin sekali Rifky memeluk dan menenangkannya, namun apa lah daya mereka belum jadi mahromnya.


Dokter keluar.


"Bagimana Dok, keadaan Mala dan bayinya sekarang? " Tanya Rifky.


"Anda suaminya? " Tanya Dokter.


"Ah, bukan Dok, tapi kita keluarganya" Jawab Rifky.


"Dimana suaminya, saya butuh bicara penting dengan suaminya" Kata Dokter.


"Emm itu, gimana Wel? " Tanya Rifky bingung.


"Kak! " Teriak Farhan dari belakang.


"Assallamualaikum "


"Wa'alaikum sa llam. "


"Nah ini Dok suaminya," Kata Rifky menarik lengan Farhan.


Farhan bingung juga, karena dia belum sah menjadi suami Mala, Dokterpun membawa Farhan masuk ke ruangan dimana Mala juga ada di sana.

__ADS_1


__ADS_2