Gambaran Hati

Gambaran Hati
Akhirnya Selesai Acara. (Keny dan Clara)


__ADS_3

Keny dan Clara berlutut di depan Rifky dan Bundha Ratna, sesuai adat jawa saat meminta restu kepada orang tua. Pasangan pengantin berlutu dengan pelan-pelan, iya lah pelan-pelan. Yang namanya pakai kebaya kalau mau grusa grusu ya jatuh nanti, kan gak lucu.


"Bundha, restui pernikahan kita. Maaf jika selama ini Keny masih kekanak-kanakan. Tiga bulan di pesantren telah membuat Keny bisa berubah, melihat kalau di dunia ini bukan hanya materi yang di cari" Kata Keny terhenti karena tangisan Bundha Ratna.


Segala doa dari Bundha Ratna di panjatkan untuk kelangsungan pernikahan Keny dan Clara, Clara juga di sambut dengan bahagia oleh Bundha Ratna, benar-benar tak ada yang di bandingkan dengan Aisyah.


"Selanjutnya memohon restu dari sang Kakak, karena Ayah dari mempelai prianya sudah tiada, maka Kakak lah yang mewakilinya"


"Kak, kami....." Kata Keny.


"Sstt, kalau kakak gak merestui kalian, ya uang kakak gak akan berkurang buat acara kayak gini. Semoga langgeng sampai kakek nenek ya, cepat punya anak. Biar Bundha gak kesepian lagi di rumah" Kata Rifky.


"Lo kalau gak ikhlas gak usah keluar duit ngapa! Dan....." Kata Clara.


"Ett, apa lo, sekarang gue kakak ipar lo. Salim!" Kata Rifky.


"Gue kakak nya Aisyah, gue juga kakak ipar lo lah" Bisik Clara.


"Eh lo nikahnya sama adik gue, jadi lo adik ioar gue" Balas Rifky.


"Udah ributnya? Pegel nih bungkuk gini, gak bisa malam pertama repot gue!" Kata Keny.


"Keny!!" Teriak Rifky dan Clara.

__ADS_1


Semua para tamu memperhatikan ke arah panggung, hingga tatapan maut Aisyah yang tajam membuat Rifky dan Keny menunduk. Acara demi acara pun telah usai, semua berjalan dengan lancara, adil dan sentosa. Candaan dan tawa juga menghiasi hari pernikahan itu.


Waktu menjelang sore, dua insan yang juga sedang dalam pendekatan itu juga terus saja nempel berdua sejak pernikahan Keny dan Clara. Yakni Ilham dan Sera, tentunya di buntuti oleh Jamil.


"Ilham, aku pulang dulu ya, dah sore juga. Pasti ibu kos ngomel kalau aku pulang telat. Lagian besok kerja juga" Kata Sera.


"Mau aku antar? Kan tadi aku jemput, masa iya pulangnya sendiri sih?" Kata Ilham.


"Aku pulang bareng Jamil aja, ini kan acara keluarga kamu, jadi kamu harus ikut ngumpul dong. Kita juga udah foto bersama kan?"Tanya Sera.


"Emm ya udah deh, hati-hati di jalan ya. Kabari aku kalau kamu udah sampai" Kata Ilham.


"Ck, santai wae bro. Kan ada aku, heheheh mboncengke cewek ayu" Kata Jamil gembira.


"Iyo,iyo jaga jarak. Assallamualaikum" Salam Jamil.


"Assallamualaikum Ham" Salam Sera.


"Waalaikum sallam warahmatullahi wabbarokatuh, hati-hati ya" Kata Ilham.


"Salam buat Ica dan Mala ya, dari tadi aku gak sempet nemuin mereka" Kata Mala.


Ketika Sera dan Jamil sudah pulang, Ilham pun kembali ke gedung dan berkumpul dengan keluarga besarnya. Ia juga senang bermain dengan Airy dan Raihan.

__ADS_1


"Ham, kapan lo nyusul?" Tanya Clara.


"Hahahha nanti kalau sudah waktunya" Jawab Ilham.


"Umi juga pengen deh punya cucu sendiri, masa iya mainnya sama Airu dan Raihan, kadang malah sama Diaz terus, kan mereka juga jadi bahan rebutan" Kata Vina Ibu Ilham.


"Tuh kode itu, kapan Mas mau nikah"Kata Akbar.


"Ahh kalian ini, aku mau main aja sama Raihan, ayo Kak ikut Pak Dhe yuk, ambil balon disana" Kata Ilham menggendong Raihan.


Semua orang sedang dalam keadaan bahagia saat itu, sampai Akbrar dan Syakir berpamitan juga akan pulang ke tempat dimana mereka belajar. Ternyata mereka sudah memesan tiket sejak sehari sebelumnya.


"Kalian juga mau pamit?" Tanya Leah.


"Iya Ma, Abang lagi sibuk banget, kalau ini bukan acaranya Kakakku sendiri sih ya males pulang, buang-buang waktu"Kata Akbar melirik ke Clara.


"Lo emang pilih kasih ya, sama Aisyah aja cinta setengah mati, lah gue?? Dag sana pulang!!" Kata Clara.


Akbar mencium tangan Clara dan pulang, tak lupa Akbar juga mengucapkan doa agar hubungan Keny dan Clara langgeng sampai maut memisahkan.


"Eh cium juga tangan gue, lu kan sekarang jadu adek gue" Kata Keny tersenyum jahat.


"Hati-hati, Kakakku sering ngamuk, ku usulkan kan sering bawa perisai kalau bersamanya" Bisik Akbar.

__ADS_1


Akbar pun pulang terlebih dahulu, tak lupa ia juga berpamitan dengan keluarga yang lain, hingga ke dua keponakan tersayangnya.


__ADS_2