
Bona dan Aisyah berangkat ke rumah sakit menggunakan mobil Bona, nampak Bona sangat kelelahan karena di suruh Keny membersihkan seluruh restoran tanpa istirahat.
"Kamu kenapa?" Tanya Aisyah.
"Capek, itu adikmu. Nyuruh aku bersihkan seluruh resto huftt. Lelah sekali" Kata Bona.
"Kenapa gitu?" Tanya Aisyah.
"Aku sendiri tak tau, dia bilang semua kekacauan pagi ini gara-gara aku" Kata Bona.
"Jika kamu capek, kamu bisa istirahat sebentar, hari ini aku ada janji ketemu dulu sama senior Dae, katanya mau kasih aku materi siang nanti" Kata Aisyah.
"Aku ikut!" Kata Bona.
Ketika sampai di rumah sakit, Bona dan Aisyah langsung masuk ke ruangan senior Dae, disana ketiga temannya sudah menunggu di sana, kelompok B nama regu Aisyah. Yang di pimpin oleh senior Dae.
Penilain berlangsung sangat menegangkan, walau yang di jadikan praktik hanya sebuah manekin. Tapi di saksikan oleh para senior dan pengelola rumah sakit.
Ketika Aisyah dan Bona melihat balita yang sedang menangis sangat kencang, suster bilang, jika balita itu sedang mengalami diare. Tangisan balita itu membuat Aisyah tak tega, sebentar lagi dirinya juga akan menjadi seorang Dokter anak di rumah sakit itu.
"Permisi, boleh saya gendong anak ibu?" Kata Aisyah.
__ADS_1
"Ica, itu sudah ada yang menanganinya, biarkan saja" Kata Bona.
"Bona, bagaimana kau akan membiarkan anak sekecil ini menangis terus menerus? Aku juga seorang ibu, walaupun kedua anakku jauh dariku, namun aku tetaplah seorang ibu" Kata Aisyah.
"Anakku sedang diare, neneknya salah memberinya makan, aku sangat membenci mertuaku itu" Kata Ibu muda itu.
"Astaghfirullah hal'adzim. Ibu, biarpun dia mertua ibu, tapi mereka tetaplah orang tua yang harus kita hormati, jika ibu tidak suka. Maka abaikan saja setiap perilaku buruknya, cukup kita tau kebaikan mertua saja." Kata Aisyah mengurut perut balita itu minggunakan minyak kayu putih yang ia bawa dari tanah air, sambil merdoa memohon kesembuhan dari Allah Subhanahu Wata'ala.
"Kau mana tau? Kau masih muda, aku yang merasakan betapa kejamnya mertuaku, dan lebih malangnya nasibku, memiliki seorang suami yang suka mabuk-mabukan" Kata Ibu Muda itu.
"Hey, kau jangan berteriak kepada temanku, dia hanya memberimu nasehat, apa susahnya kau dengar?" Kata Bona.
"Bona!" Kata Aisyah.
"Oh ya, aku juga seorang Ibu, aku juga seorang menantu dan seorang istri, jika memang kita sudah tidak kuat dengan cobaan, maka kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan, kita minta keadilan dari engkau, jangan ketika kita sedang terpuruk baru teringat akan Tuhan, tapi ketika kita sedang bahagia pun harus tau bagaimana cara kita bersyukur" Sambung Aisyah.
"Kau seorang Ibu?" Tanya Ibu Muda itu.
"Dan kau masih bisa tersenyum?" Tanya Ibu Muda itu lagi.
Aisyah mengangguk dan tersenyum. Karena dalam batinnya, ia juga belum bisa sempurna seperti menantu lainnya, istri dan para Ibu lainnya, yang hanya bisa mengandalkan orang tuanya.
__ADS_1
"Ayo Ca, kita sudah telat, bukankah kita ada janji dengan suami mu?" Ajak Bona.
Entah kenapa hari ini Aisyah merasa tenang, seperti akan ada hal baik dalam hidupnya. Saat Aisyah dan Bona keluar, ternyata Rifky sudah menunggunya, Bona yang meminta Rifky jemput Aisyah sesuai dengan arahan Keny.
Bona beralasan kalau hari ini dirinya akan menghadiri acara keluarga, jadi tidak bisa mengantar Aisyah pulang ke rumahnya. Jelas-jelas bahwa dirinya sudah bekerja sama dengan Keny memberi kejutan untuk Aisyah dan Rifky.
"Sorry ya, tiba tiba Ama ku menelfon, menyuruhku cepat pulang karena akan menghadiri acara keluarga, jadi aku menelfon suamimu agar menjemputmu" Kata Bona manja.
"Gak papa kok, tenang saja. Hati hati di jalan ya, aku duluan. Assallamualaikum" Salam Aisyah.
Bona melambaikan tangannya, dan setelah mobil Rifky pergi, Bona cepat-cepat menancap gas untuk ikut memberi kejutan kepada Aisyah dan Rifky.
Sesampainya di rumah, Rifky dan Aisyah mendapati rumahnya sangat sepi, biasanya Yoona dan Keny selalu bertengkar ketika di rumah, dan rumah seperti kapal pecah.
"Assallamualaikum, Ken? Yoona!! Keny!! Sepi banget, mereka kemana ya? "Tanya Rifky.
"Mungkin sedang keluar! Kita tunggu aja mereka pulang"Kata Aisyah.
Tiba-tiba, suara pintu terbuka dan mendengar suara anak kecil yang memanggil mereka.
"Ami, Bubu!"
__ADS_1
(Suara Airy dan Raihan)
Ini ajarannya Akbar yaa kakak-kakak