
Clara sejak pagi masih bingung, di bandara ia di jemput oleh Akbar dan Syakir, serta di tutup matanya. Dan kemudian sudah berada di kamar rias saja.
"Syah, katanya cuma sederhana, kok gue dandannya gini sih? Heboh gini, ini segala pakai jilbab di lilit gini, gue mana terbiasa, baru juga belajar berhijab" Kata Clara.
"Udahlah, diem aja, nikmati prosesnya sayang." Kata Aisyah.
"Airy sama Raihan mana? Gue mau nakutin mereka hahaha, tadi anaknya Mala takut sama gue, nangis kenceng banget" Kata Clara.
"Meraka emang baru umur 3 tahun, tapi sama apapun gak takut, yang mereka takuti adalah Bapaknya, katanya kalau sampai mereka gak setor hafalan dalam satu hari, uang jajan mereka akan di potong sama bapaknya" Kata Aisyah.
"Lah anak umur segitu udah lo kasih uang jajan, boros amet buk!" Kata Clara.
"Kak Clara gak tau sih, aku tinggalnya masih di sekitar pedesaan, disana cilok, bakso, batgor, tempura dan sejenisnya tiap hari lewat gak cuma sekali. Dan itu semua gara-gara Mama sering manjain mereka ketika aku tinggal ke Korea" Kesal Aisyah.
"Yang namanya nenek mah dimana-mana emang gitu deh kayaknya, gak sedikit klien juga kayak gitu, cucu kalau sudah sama nenek. Emm jangankan lo emaknya Syah, orang lain aja bodo amat. Yang penting cucu seneng, itu yang seharusnya di ubah mulai sekarang" Kata Clara.
"Halah, punya anak aja belum!"Kata Aisyah.
"Hey, sekitar 1 tahun lagi pasti anak gue lahir, tunggu aja." Kata Clara.
Semua sudah siap, jauh dari dugaan Clara yang hanya sederhana, pernikahannya begitu indah, memang tidak mewah tapi sangat indah. Semua Keluarga, sepupu, bahkan adik-adik Clara pun sengaja pulang dari luar negri untuk menghadiri pernikhannya, kecuali Kabir.
__ADS_1
"Aisyah, Delia ini kalian semua yang menyiapkannya? Dan kurcil dua di depan ku ini?" Clara tak dapat membendung air matanya.
Ia yang selalu berfikir, anak haram yang terlahir tidak.dari sebuah ikatan pernikahan, penyakitan saat kecil, hidup hura-hura ketika dewasa, tak menyangka akan mendapatkan kasih sayang yang tulus dari keluarga pihak Papanya.
Semua menganggap Clara adalah kakak tertua di keluarga besar itu, ia tetap Putri Handika pertama, walau tidak bisa memakai nama belakang itu.
"Kak, jangan nangis sekarang dong, itu riasan udah lima lapis tau, capek gue benerin mulu" Kata Delia.
"Gue terharu, sangat terharu.Ternyata kalian semua sayang sama gue, aahhh pengen peluk tapi ini sedang jalan, senyum dulu semuanya, jangan nangis Ok!" Kata Clara.
"Haih, dia sendiri yang nangis, ngajak orang senyum jangan nangis" Kata Aisyah.
Kini mereka benar-benar menjadi pasangan pengantin, ada yang tau kenapa Aisyah malah berjalan dengan Delia? Ya karena, hari itu Rifky sedang menggantikan posisi Ayahnya, menemani sang Bundha duduk du samping pengantin.
Ijab Qobul telah di laksanakan, tak ada satu hal yang kurang apapun, eh kecuali Kabir ya, dia gak bisa pulang. Acara ijab qobulnya selesai, pengantin meminta restu kepada orang tuanya.
Karena Leah dan Ruchan tak bisa mewakilkan Sandy menjadi wali nikahnya Clara, maka Sandy dan Irene lah yang duduk di pelamiman itu.
"Pa, maafin aku!" Kata Clara menangis.
"Semoga pernikahan kalian langgeng ya nak, jangan kayak Mamamu, setialah sama suamimu, semoga hubunganmu sakinah mawadah dan warohmah sampai jannah" Bisik Sandy.
__ADS_1
"Keny, tolong jaga Clara baik-baik ya, Mama merestui hubungan kalian, dan Clara maafin Mama ya, selama kamu jadi anak Mama, Mama belum bisa menjadi yang terbaik seperti Mama-mama lain pada umumnya" Kata Irene.
"Memangnya Mama yang lain bagaimana? Gak njendes dua kali kayak kamu" Bisik Sandy.
"Nih mamam tuh sandal" Bisik Irene menginjak kaki Sandy menggunakan heels nya.
"Mama sama Papa kapan clbk?" Tanya Clara.
"Udah sana, Papa sama Mama restui kalian, udah giliran minta restu sama mertuamu sana!" Kata Sandy dengan senyum terpaksa.
"Duda abadi!" Bisik Irene.
"Kita lanjutkan ronde ke 2 kita nanti, kita selesaikan dulh menikahkan anak kita. Setelah itu, aku akan menabuh gendang perangku untukmu!" Kata Sandy.
"Dangdutan, pakai gendang segala!"Kata Irene.
"Ehem" Ternyata Ruchan dan Ikhsan ada di belakang mereka duduk. Seketika seperti anak TK yang sedang bertengkar di kelas dan ada guru masuk. Anteng berdua.
Setelah adegan pertengkaran lucu Sandy dan Irene, kini giliran mereka meminta restu dari Bundha Ratna dan Rifky. Keny tak bisa menahan tawa karena melihat tingkah lucu Sandy dan Irene, mertua gokilnya itu. Tifky yang melihat itu, memberikan Akbar dan Syakir kode agar melemparkan krikil yang sudah dibawanya untuk Keny, ternyata Rifky sudah menduga semua itu akan terjadi.
Pitakan Akbar tetap sasaran mengenai b*k*ng Keny, semua orang jadi tertawa terbahak-bahak. Termasuk Clara, dari sekian acara pernikahan keluarga Ruchan dan Leah, pernikahan inilah yang bisa membuat semua para tamu undangan hampir setengah hari tertawa.
__ADS_1