
Sampai di rumah sakit, keraguan Aisyah muncul lagi. Antara ingin menemuinya atau tidak membuatnya gugup. Ia hanya tak ingin menyakiti perasaan Keny, karena ia lebih memilih Rifky dari pada dirinya.
"Astaghfirullah hal'adzim, aku gugup sekali. Bagaimana jika aku menyakitinya? Kak Rifky bilang, aku tidak boleh sampai menyakiti hatinya, yang akan membuatku juga sakit. Terus Kak Rifky juga akan ikut sakit. Aih, cinta ini membingunkan. Rasanya aku pengen balik lagi ke masa anak anak" Gumam Aisyah.
Ketika Aisyah ingin mengurungkan niatya untuk menjenguk Keny, dari jauh Daren malah memanggil namanya.
"Hey, Aisyah!! Di sini!! " Teriak Daren.
"Stt Mas, jangan teriak teriak dong, ini rumah sakit bukan lapangan! Kalau mau teriak teriak sana pergi!! " Kata Salah satu pasien.
"Galak amat sih Bu, nanti darah tinggi loh" Kata Daren.
"Heh, kamu nyumpahin saya? Saya memang menderita darah tinggi, lantas kamu mau apa!! " Kata Ibu ibu itu semakin galak.
Daren kabur dari ibu galak itu dan mendekati Aisyah.
"Aisyah! Woy, Ngapain masih di sini. Ruang rawat Keny di sana" Kata Daren menujukka. arah ruang rawat inap.
"Assallamualaikum Kak Daren. Maaf Aisyah lama datangnya, soalnya dari kemaren Aisyah sangat sibuk" Kata Aisyah.
"Soal Ayunda dan Taliya yaa. Maafkan sifat keterlaluan nya mereka ya. Aku sungguh malu, aku sendiri pun juga gak tau kenapa mereka sampai begitu kejam. Jadi gak enak sama kamu nih Syah" Kata Daren.
"Gak papa kok Kak, Aisyah sudah memaafkan mereka. Lagian mereka juga kan sudah menerima ganjarannya" Kata Aisyah.
__ADS_1
"Subhanallah Aisyah" Kata Daren.
"Bukan Subhanallah kak, Tapi Masya Allah" Kata Aisyah.
"Emang beda ya? " Tanya Daren.
"Sebenernya sih gak beda, sama sama menyebut nama Allah, tapi lebih tepatnya. subhanallah kita ucapkan ketika melihat atau mendengar keburukan atau hal yang tidak baik. Sebaliknya dengan mengucap Masyaallah artinya itu kehendak Allah. Atau melihat hal indah atau rasa kagum" Jelas Aisyah.
"Wah gitu ya, kalau gitu aku harus bener bener belajar lagi sama Aisyah nih" Kata Daren.
"Kenapa harus sama Aisyah? Sama Ustad atau Kyai aja langsung, dan yang lebih afdhol karena sesama laki laki. " Kata Aisyah.
"Oh, kalau sama permpuan bukan muhrim gitu ya" Kata Daren.
Aisyah mengangguk, Daren pun mengajak Aisyah untuk masuk menjenguk Keny, karena Keny sudah menunggunya sangat lama.
"Assallamualaikum "
"Wa'alaikum sallam. Aisyah? Kamu datang? Sini sini duduk" Kata Keny dengan raut wajah bahagia.
"Lo beliin Aisyah sesuatu ya, gue mau ngobrol dulu ma Aisyah" Pinta Keny ke Daren.
"Siap boss" Kata Daren.
__ADS_1
"Ah gak usah repot repot. Aisyah cuma sebentar kok" Kata Aisyah duduk di samping tempat istirahat Keny.
Namun Daren sudah pergi secepat kilat, Hingga Daren tak mendengar kata kata Aisyah lagi.
"Apa kabar Syah? " Tanya Keny.
"Alhamdulillah seperti yang kak Keny lihat" Jawab Aisyah.
"Aku udah denger semuanya dari Daren. Tentang Ayunda dan Taliya yang menganiaya Rifkymu itu" Kata Keny.
"Rifkymu? Maksud Kakak? " Tanya Aisyah.
"Aku juga sudah tau tentang kamu dan Rifky, cowok yang waktu itu jemput kamu kan?" Tanya Keny.
"Kakak tau dari mana tentang Aisyah dan Kak Rifky" Tanya Aisyah.
"Pengacaramu beberapa hari yang lalu menemuiku, untuk memberi keterangan kalau aku tidak terlibat dalam penganiayaan itu Syah" Kata Keny.
"Dia bilang, Rifky itu adalah calon suamimu. Aku sakit denger semua itu Syah. Sakit karena di saat Yunda berbuat jahat padamu aku tak bisa melindungimu. Dan sakit saat dengar kamu sudah ada yang ingin menjamin masa depanmu " Sambung Keny.
"Tapi, apa memang gak ada harapan lagi buat aku Syah? " Tanya Keny.
" Jika kabar aku dan calonku sudah sampai kak Keny dengar, berarti itu juga atas persetujuanku untuk menikah dengannya Kak. Maaf Kak, aku gak mau menyakiti hati Kak Keny, tapi...... " Kata Aisyah.
__ADS_1
"Jika dia pilihanmu, maka dia lebih baik dariku. Aku memang sakit melihatmu bahagia dengan cowok lain Syah, karena bahagiamu tak bersamaku. Tapi aku akan lebih sakit, jika melihat kesedihanmu saat bersamaku. Aku ikhlas menerima semua itu" Kata Keny.
Air mata Aisyah menetes, ia tak sanggup menahan air matanya lagi, Tak sengaja Daren mendengar semua percakapan antara Keny dan Aisyah. Ia pun ikut bersedih akan hal ini.