Gambaran Hati

Gambaran Hati
Kabar Baik.


__ADS_3

1 bulan lebih Aisyah dan Keny mencari Rifky, namun belum juga ada kabar keberadaan Rifky dimana.


"Aisya!" Panggil Keny.


"Kak Keny? Ada apa? Ada kabar tentang Mas Rifky?" Tanya Aisyah.


"Nihil, Clara juga belum kasih kabar. Dan Papanya Daren yang polisi itu juga belum ngasih kabar apa apa" Jawab Keny.


"Mau cari kemana lagi kita Kak. Ya Allah Mas Rifky kamu dimana, Aisyah sudah sangat merindukan kamu mas" Kata Aisyah murung.


"Eh itu kan cewek yang baru nikah dua minggu, terus suaminya ilang itu kan? Kasihan ya, pasti pernikahan mereka tak bahagia. Lihat aja sekarang, dia malah jalan sama Kak Keny kita" Kata gadis yang melewati Aisyah dan Keny.


Keny hendak memberi pelajaran kepada gadis gadis itu, agar tak lagi bicara seenaknya, apalagi masih ada orang yang mereka bicarakan disana.


"Sudahlah, kita gak usah dengerin apa kata mereka" Kata Aisyah menahan tangan Keny.


Tiba tiba Aisyah oleng dan hendak jatuh.


"Aisyah kamu kenapa?" Kata Keny menahan bahu Aisyah agar tak jatuh.

__ADS_1


"Sorry" Kata Keny melepaskan tangannya.


"Entahlah Kak, akhir akhir ini aku merasa kalau badanku ini gak enak, pusing dan ingin...." Tiba tiba Aisyah pinsan, untung saja dengan sigap Keny menangkap badan Aisyah. Kalau tidak Aisyah sudah jatuh ke tanah.


"Pinsan lagi, Syah. Aisyah! Bangun Syah. Syah gue bawa motor loh, Syah!" Keny terus saja membangunkan Aisyah namun tak juga Aisyah bangun.


"Daren! Sini Bro!"Teriak Keny memanggil Daren yang kebetulan ingin menuju parkiran.


"Apa sih? Wah Aisyah. Parah lo, dia kakak ipar lo. Lo apain dia sampai pinsan gini. Bukan muhrim itu tangannya haduh Ken. Biarpun gitu kita tetap harus jaga dia sebagai seorang muslimah Ken. Ckckckck" Bual Daren.


"Brisik lo. Darurat ini, lo bawa mobilkan?" Tanya Keny.


"Cepat bawa mobil lo kemari dan kita cepat bawa Aisyah ke rumah sakit. Gue gak bawa mobik soalnya" Kata Keny.


"Kenapa gak bilang dari tadi sih. Bentar ya" Kata Daren langsung lari mengambik mobilnya.


Keny pun langsung mengangkat Aisyah dan memasukkan kedalam mobil. Sampai di rumah sakit juga Keny lah yang membawa Aisyah masuk ke IGD dengan menggendong dan berlari.


Cinta itu masih ada, kekhawatiran di wajah Keny begitu jelas. Begitu besar cinta keny kepada Aisyah. Namun Keny tetap hanya memendam rasanya, ia tak mungkin mencari kesempatan di saat Kakaknya masih belum diketahui dimana keberadaannya. Di dalam pandangannya, Aisyah hanyalah Kakak Iparnya saja, walau di hatinya Aisyah malaikat cintanya.

__ADS_1


"Gimana Dok keadaan Aisyah?" Tanya Keny panik.


"Mas ini suaminya? Maaf saya panggil Mas, karena Mas kelihatan masih muda sekali" Tanya Dokter.


"Masuk dulu Mas, kita bicarakan di dalam" Sambung Dokter yang sok tau itu.


"Iya Dok, saya suaminya!" Jawab Keny terpaksa, karena ia takut jika terjadi apa apa pada Aisyah dan hanya suaminya yang harus berhak tau.


"Maafin gue Ky" Batin Keny.


"Selamat ya, 8 bulan kedepan. Mas akan menjadi seorang ayah, di jaga ya Ibu dan janinnya agar selalu sehat sampai hari persalinan nanti." Kata Dokter menunjukan hasil tes kehamilan Aisyah.


"Aisyah hamil Dok?" Tanya Keny.


"Saya hamil Dok?"Tanya Aisyah.


"Iya Mbak, Mas selamat ya. Lebih jelasnya lagi kita lakukan USG yuk, Agar tau bagaimana perkembangan janinnya. Karena jaman sekarang macam macam saja jenis penyakitnya. Suster!" Kata Dokter menyiapkan perapatan untuk USG.


Aisyah dan Keny seperti orang bingung, di sisi lain mereka harus bahagia, sebentar lagi Aisyah akan menjadi seorang Ibu, dan Keny akan menjadi seorang paman. Namun di sisi lain, Rifky belum juga ditemukan. Keny hanya bengong saja saat Aisyah menatapnya.

__ADS_1


__ADS_2