Gambaran Hati

Gambaran Hati
Keny dan Clara 2


__ADS_3

Di sisi lain, Keny dan Clara yang sedari pagi pergi, baru saja ingin pulang setelah mereka makan di suatu tempat sederhana nan indah itu.


"Lo tu laen ya dari adek adek lo. Liar lo!" Kata Keny.


"Bodo amat, ya gue sama adek adek gue kan lahir dan besar di lingkungan yang berbeda. Tapi kita tetap masih saudara lah, yaa dikit dikit masih ada kesamaan lah" Kata Clara enteng.


"Lo gak bisa gitu?Kek Aisyah, trus adik cewek lu yang satu itu, dia rada kalem juga. Hemm adem banget lihat mereka berdua, kayak lihat keindahan syurga gitu, dan kalau lihat lo gini, berasa gue itu lagi sandingan sama tarzan, hawa nya panas panas gitu" Kata Keny.


"Lo hina gue? Usia gue masih di atas lo ya, tuaan gue 3 bulan kan? Harusnya lo tu udah kelar kuliahnya, kek gue gini, tinggal menikmati hasil. Dasar.........."Lirik Clara.


"Apa? Lo mau bilang kalau gue bodoh?" Kesal Keny.


"Lo yang bilang sendiri barusan. Apa lo bambank!" Kata Clara.


"Jomblo lo!" Kata Keny kesal.

__ADS_1


"Eh gue jomblo gini, habis nolak orang. Lah lo? Habis tinggal kawin kan ama cewek yang lo taksir. Noh si Ais hahahhaha miris!" Ejek Clara.


"Mulit lo ini, pantesnya di urap pake sambel trasi ini. Nih rasain lu, makan tu trasi" Kata Keny mengusapkan sambal sisa makanan mereka di mulut Clara.


"Emm, Umm Keny! Jomblo lo! Gila, nih gua kasih lo tulang nya!"Kata Clara kesal dan membalas dengan memasukkan tulang ke mulut Keny.


"Wah cewek stres lo, tarzan emang!" Kata Keny.


"Lo yang stres, ini udah penganiayaan tau. Gue akan tuntut lo, supaya gue dapat duit banyak dari lo hahahaha" Tawa Clara.


"Bodo amat, gue bukan matre tau. Logika aja men, hari gini gak ada yang gratis. Nih semua lo yang bayar, gue tunggu di mobil. Tata, buruan ya bambank!" Kata Clara meninggalkan tempat itu dan masuk ke mobil.


Setelah perdebatan kecil mereka, merela tetap akur kembali. Keny dan Clara memiliki jiwa humor yang tinggi. Jika Kenh bersama Aisyah, mereka malah jadi saling diam, begitupun dengan Clara dan Rifky, jika mereka di sandingkan. Yang ada malah mereka saling cekcok karena beda pendapat.


"Gue anter lo sampai rumah gih, gue gak mau pulang kemaleman. Bokap gue masih di sini soalnya, lu tau gak pas gue tinggal di Swiss?" Tanya Clara.

__ADS_1


"Bokap gue, sampai nyuruh anak temennya yang di Singapura buat jagain gue di sana, agar gue gak tiru gaya hidup ala di sana. Tapi biarpun Nyokap sama Bokap gue gak nikah dan gak bersatu, gue tetep sayang sama mereka. Buktinya, Bokap gue punya anak dia tetep peduli sama gue, dan adek gue juga sayang sama gue, bisa nerima gue. Gue bersyukur banget memiliki mereka" Curhat Clara.


"Lo bilang, orang tua lo gak nika?" Tanya Keny.


"Ya itu privasi sih, gue gak perlu tau kali ya. Sory gue nanya gitu" Kata Keny.


"Kata Tante Leah, Mama sama Papa dulu pacaran, mereka kebablasan, mabuk terus ena ena bikin gue. Terus Mama buat kesalahan yang tak bisa Papa maafkan, hingga Mama pergi ke Maroko, karena Oppa gue pengen gue ini di aborsi. Tapi dunia ini sempit tau, di Maroko Mama gue tuh ketemu sama Om Ruchan Abinya Ais. Mereka jadi akrab di sana Om Ruchan nguatin Mama, biar Mama gak ngaborsi gue. Bahkan yang adzani gue tu Om Ruchan dan yang gendong gue Ustad Farhan. Maka dari itu kek gue tuh punya ikatan batin gitu" Kata Clara mulai berkaca kaca matanya.


"Sorry gue jadi curhat!" Kata Clara.


"Gak papa kok. Lanjutin aja ceritanya!" Kata Keny.


"Sejak gue sakit, Mama jadi jahat sama Papa dan Tante Leah. Yah cerita detail nya sih gue gak tau, tapi gue bersyukur memiliki keluarga pesantren itu, berasa obat paling mujarab, ketika gue mengalami di tingkat kepeningna gue" Kata Clara.


"Gue juga salut sama orang tua Aisyah juga. Persaudaraan yang mereka tanam ke anak anaknya itu, waw banget. Pulang yuk! Nyokap gue dah telfonin gue mulu!" Ajak Keny.

__ADS_1


Malam itu, Clara sangat lega hatinya. Ia belum pernah menceritakan masalah pribadinya dengan orang lain. Entah dengan Keny kenapa dia bisa sejujur itu. Padahal setiap waktu mereka saling bertengkar.


__ADS_2