Gambaran Hati

Gambaran Hati
Kabar Buruk (bukan).


__ADS_3

Pagi hari, Keny dan Aisyah mendapat pemberitahuan dari polisi jika mobil dan identitas milik Rifky kecelakaan di jembatan pagi pagi buta.


Dan katanya, kini jenazah sudah berada di rumah sakit. Keny dan Bundhanya segera datang ke rumah sakit untuk memastikannya.


Aisyah dan orang tuannya juga ke rumah sakit memenuhi panggilan polisi. Sedangkan Clara sedang menjalanankan tugas untuk memproses kasus Tante Mery dan Yeni.


"Kak keny? Mas Rifky kenapa, mana?" Kata Aisyah menangis sejadi jadinya.


"Kita juga baru datang Syah. Kita langsung ke kamar jenazah. Ayo Om Tante"Kata Keny panik.


Setelah masuk ke kamar jenazah, Aisyah dan Keny tak mampu membendung air matanya lagi, walaupun tak bersuara, namun air matanya mengalir sangat deras. Bak banjir di Jakarta.


"Ini yang terindetifikasi sebagai Rifky Pratama" Kata Suster.


Bundha Ratna sudah sangat histeris, ia sedang di tenangkan oleh Leah di luar kamar jenazah.


"Dan dua lainnya mungkin adalah rekanya juga" Kata Suter.


"Dua lainnya?" Tanya Ruchan.


"Di mobil saat itu, menurut saksi ada 3 orang yang meninggal" Kata Suster.

__ADS_1


Keny membuka penutup wajah jenazah dengan sangat hati hati. Dengan hati deg degan akhirnya mereka sangat lega, karena jenazah itu bukanlah tubuh Rifky.


"Innalillahiwainnaillahi roji'un. Jika dia bukan Mas Rifky, lalu dimana Mas Rifky. Kenapa mobil dan dompet serta ponselnya ada di orang orang ini" Tanya Aisyah.


"Aku akan menyelidiki ini, dan aku akan mencari Rifky" Ucap Keny.


"Aisyah ikut!" Kata Aisyah.


"Aku sudah berjanji untuk menjagamu untuk Rifky. Baiklah! Ayo kita berangkat ke Jawa Timur sekarang. Ke rumah Tantenya Rifky" Ajak Keny.


Rduchan memberitahu kepada Leah dan Bundha Ratna bahwa jenazah itu bukanlah Rifky. Sedangkan Aisyah dan Keny berangkat menuju kampung halaman Rifky.


"Aisyah! Aku semalam bermimpi bertemu dengan Rifky, dia berpesan agar aku menjagamu dan anakmu. Apakah kamu hamil?" Tanya Keny.


"Tapi dalam mimpiku dia berpesan seperti itu, baiklah lupakan. Apa dia menghubungimu kemaren malam?" Tanya Keny.


Aisyah menggelengkan kepalanya.


Kurang lebih 4 jam perjalanan mereka tempuh, saat mereka sampai di rumah Rifky, mereka melihat Clara juga berada di sana. Dan melihat Yeni dan Tente Mery sedang di bawa ke mobil polisi.


"Assallamualaikum Kak Clara?" Sapa Aisyah.

__ADS_1


"Aisyah, Mesum? Eh Keny? Kalian kesini?" Tanya Clara.


"Mas Rifky kemana?" Tanya Aisyah.


"Lo kan istrinya, kenapa tanya gue?" Kata Clara heran.


"Kalian berdua jawab, dimana Kak gue. Dimana Rifky?" Teriak Keny.


"Kami tidak tau, Rifky keluar sejak kemaren malam. Dia gak pulang semalaman" Jawab Tante Mery merendah.


"Kalian jawab jujur!!" Bentak Keny.


"Kita sudah jawab jujur. Kamu mau apa lagi? Kita tak tau Rifky ada dimana!" Kata Tante Mery membela diri.


"Sudah Ken, biar ini menjadi tugas gue untuk mengurus mereka. Sebaiknya kalian mencari Rifky saja dulu, setelah ini beres, gue akan ikut bantu kalian cari Rifky" Kata Clara.


"Ayo Kak, kita harus cepat cari Mas Rifky" Kata Aisyah menarik tangan Keny tanpa sadar.


Keny dan Aisyah mulai menelusuri sepanjang jalan kota itu, semua warung, bahkan warung makan pun semua Aisyah tanyakan. Namun hasilnya nihil.


Aisyah memang tidak menangis, tapi alangakah malang nasibnya. Ia baru saja menikah dan kini suaminya hilang entah kemana.

__ADS_1


Keny tak henti hentinya mencari Kakaknya. Yang ia ingin adalah menemukan Kakaknya untuk Bundhanya dan untuk wanita yang ia cintai. Ralat, untuk Aisyah kakak iparnya. Setiap pulang kuliah, Keny selalu mengajak Aisyah untuk mencari Rifky dimana pun ia berada.


__ADS_2