Gambaran Hati

Gambaran Hati
Takdir.


__ADS_3

Sampai di kampus, Aisyah bertemu dengan Keny tak seperti biasanya Keny berangkat pagi dan menemui Aisyah. Dan bukan hanya sekali itu, beberapa terakhir juga Keny selalu mendekati Aisyah, namun ia menghindari Keny. Dengan alasan tak ingin terjadi gosip di antara mereka.


"Syah, ini udah seminggu lebih loh, kamu cuekin aku mulu sih, kenapa? Aku ada salah ya sama kamu? " Tanya Keny.


"Gak gitu Kak, sebenarnya tak ada yang salah dengan Kak Keny sih, tapj karena ada hati yang saat ini aku jaga, agar tidak ada kesalah pahaman. Assallamualaikum " Kata Aisyah pergi meninggalkan Keny.


Munculah Ayunda dan Taliya, mereka memang tak punya malu, urat malunya sudah putus sejak lama, ia memarahi Aisyah karena dirinya tak menerima kehadiran Keny.


Beberapa hari ini juga Ayunda memperhatikan Aisyah, ia semakin membencinya, karena Aisyah, Daren juga menyukainya. Keny yang awalnya akan di comblangkan dengan Taliya pun juga terpikat oleh Aisyah.


"Heh, sok cantik banget lo, jangan mentang mentang lo anak orang kaya. Jadi sok jual mahal kek gitu. Jijik tau!! " Kata Ayunda


"Kalau jijik, gak usah di lihat. Jangan di deketin juga. permisi. Assallamualaikum " Kata Aisyah akan pergi namun di halangi oleh Ayunda.


"Heh, gue jamin lo ajan menderita setelah ini, bukan elo yang gue jadikan sasaran. Tapi orang tercinta lo yang jauh di sana! RIFKY!! " Kata Ayunda.


"Apa maksudmu? " Tanya Aisyah.

__ADS_1


"Kamu akan segera mengerti nanti. Bay pecundang " Kata Ayunda.


Ayunda pergi dengan menyenggol bahu Aisyah, Aiyah gemetar saat Ayunda menyebut nama Rifky, karena dalam waktu sehari ini Rifky belum juga memberinya kabar.


"Assallamualaikum Ka, Kak Rifky sekarang dimana? Lagi apa? " Pesan dari Aisyah.


Selama 30 menit tak juga ada jawaban dari Rifky. Saat dia hendak menyebrang, Aisyah tak melihat ke kanan dan kiri. Truck pun lewat dan.....


Brakkkk Suara seseorang tertabrak.


Tiiiiiin Suara tlakson dari truck itu setelah menabrak.


Wiu wiu wiu


Sirine ambulance berbunyi, jalannya sangat cepat, dan dua irang cewek berteriak sangat keras dan menangis.


"KENY .... KENY.... "

__ADS_1


"Itu yang cewek di masukkin juga ke ambulance, dia pinsan. Karena terbentur tiang penyerangan " Kata Salah satu warga.


Ayunda,Taliya dan Daren pun menyusul ke rumah sakit terdekat dimana Keny dan Aisyah di bawa.


"Keny bodoh!! bodoh banget! Kenapa sih sampai segitunya mempertaruhakan nyawanya hanya buat pecundang yabg tak bisa melihatnya. Dasar buta tuh cewek, benci gue sama sok polosnya dia" Ayunda bergumam


Selang waktu 25 menit Aisyah telah sadar, di sampingnya ada Ruchan dan Leah yang telah menunggu di sana. Aisyah terus mengungat kejadian yang baru saja menimpanya.


"Abi, Mama?! Kaka kenapa ya. Terakhir Kakak masih di jalan loh, gak main! " Kata Aisyah yang saat itu gugup.


"Abi percaya kok, tapi Keny... " Kata Leah.


"Kak Keny? kak Keny kenapa?? Tanya Aisyah penasaran.


"Menurut saksi mata, Keny mendorongmu agar Kakak tak tertabrak truck itu, malah dia sendiri yang menabrak. " Jelas Ruchan.


Aisyah menangis, air matanya tak dapat di bendung lagi, orang yang selama ini ia cuekin, ternyata rela berkorban sampai membahayakan nyawanya sendiri. Aisyah merasa bersalah padanya.

__ADS_1


Mulutnya diam terkunci, namun air matanya terus saja mengalir deras. Aisyah hutang nyawa padanya. Ia sangat terpukul saat ini, harusnya Aisyah memperhatikan jalanan, pasti semua tak akan terjadi seperti ini, Keny pasti juga tidak akan terbaring di ruang ICU seperti itu.


Takdir!! Kita tak bisa melawan dan menghindari takdir. Karena Takdir itu ada di setiap kehidupan semua makhluk hidup di dunia ini.


__ADS_2