Gambaran Hati

Gambaran Hati
Masalah di Rumah Sakit.


__ADS_3

Pagi itu, semuanya sudah bersiap untuk pergi bertamasya bersama. Namun Aisyah dan Bona akan menyusul karena mereka ada panggilan di rumah sakit.


"Yah, kita gak bisa berangkat bareng mereka" Kata Bona.


"Pekerjaan kita memang gak bisa di tinggal Bona, mau bagaimana lagi? Kan kita bisa menyusul setelah pekerjaan kita selesai" Kata Aisyah.


"Hmm, ah. Itu kan senior Dae? Kenapa terburu-buru?" Tanya Bona.


"Entahlah, ayo kita kesana juga" Ajak Aisyah.


Ternyata keributan yang terjadi karena ada pasien ibu hamil yang sedang berdebat dengan mertuannya.


Ibu hamil itu beresiko saat akan melahirkan normal, namun sang mertua tidak ingin menantunya itu menghabiskan banyak uang anaknya hanya untuk membiayai operasi menantunya itu.


Sepertinya Nyonya itu sangat kaya, terlihat ada dua orang yang berdiri di sampingnya mengenakan jas serba hitam dan kaca mata. Perhiasan Nyonya itu juga sangatlah banyak, banyak berlian yang melingkari tangan dan jarinya.


"Tapi Nyonya, ini semua juga demi kebaikan anak dan si ibu ini sendiri. Bukankah anak dalam kandungannya itu cucu Nyonya?" Tanya Senior Dae.

__ADS_1


"Aku tidak peduli itu, karena anak dalam perutnya adalah seorang perempuan, dan belum lahir saja sudah membawa sial, harus melalui operasi. Bagaimana nantinya, pasti hanya akan menggerogoti hartaku saja" Kata Nyonya itu.


Semua orang tercengang mendengar kata Nyonya itu, si Ibu hamil hanya bisa menangis dan terus menangis, Aisyah sangat takut itu akan menjadi dampak buruk bagi kandungannya. Walaupun ia bukan Dokter kandungan, tapi dia adalah Dokter Anak.


"Bagaimana ini Senior? " Bisik Shi On teman satu tim juga.


"Nyonya! Aku akan bertanya padamu, apakah anak laki-laki dan perempuan itu berbeda?" Tanya Aisyah.


"Ica" Kata Bona.


"Aku tanya sekali lagi, apakah jika Ibu hamil ini melahirkan anak laki-laki dan anak perempuan itu berbeda, walau bayi itu beda gender?" Tanya Aisyah.


"Hey, tentu saja. Kau selama ini di goa mana. Anak laki-laki itu bisa mendapat segala hal, ia juga akan menjadi Tuan Muda nantinya. Kalau anak perempuan? Buat apa coba, hanya membesarkan dan merawatnya saja. Sampai mereka nanti menikah jadi tidak berguna" Kata Nyonya itu.


"Lalu lihatlah disini kami. Saya, Dokter Bona, Dokter Min Ah, dan Dokter Senior perempuan lainnya, bukankah mereka perempuan? Tetap masih berguna bukan?"Tanya Aisyah.


"Setidaknya mereka masih lajang, sedangkan anak ini"Kata Nyonya itu memukul kepala Ibu hamil itu.

__ADS_1


"Mereka mungkin masih lajang, tapi saya. Saya seorang Istri, Ibu dengan dua anak, dan seorang menantu. Bukankah saya masih berguna dengan menjadikan saya sendiri menjadi Dokter!!?" Kata Aisyah.


"Ayo kita pergi dari sini" Kata Nyonya itu.


Mereka pun tiba tiba pergi tanpa mengatakan sesuatu, Tim Aisyah pun menanyakan kepada Ibu hamil itu.


"Maaf Nona, bagaimana caraku membantumu? Tapi kita harus lakukan operasi itu, kalau tidak. Antara kau dan bayimu akan ada yang tidak selamat" Kata Senior Dae.


"Aku tak bisa bayangkan jika bayi itu tiada Ca" Bisik Min Ah.


"Hey Min Ah, jangan bicara seperti itu. Kita ini Dokter bukan, kita harus berusaha dong" Kata Bona.


"Aku tau itu!" Kata Min Ah.


"Biar aku yang bicara padanya Senior Dae" Kata Aisyah.


Semua tim Senior Dae pun pergi menagani pasien yang lain, begitupun dengan Bona, kini Aisyah bisa bicara dengan Ibu Hamil itu dengan leluasa.

__ADS_1


__ADS_2