Gambaran Hati

Gambaran Hati
Berkumpul.


__ADS_3

"Akbaaaaar, lo sakit ya. pake motor beginian buat ngebut ya ambyar motornya (Motor Astrea Honda jadul) milik Farhan.


"Bodo amat, nih motor bukan milik aku yang penting hahaha" Kata Akbar.


Di mobil Aisyah sangat bahagia karena Rifky sudah berada di sampingnya saat ini, tangan Rifky juga tak henti hentinya mengusap usap perut Aisyah.


Sejuta pertanyan ada di kepala Aisyah, ia akan simpan nanti ketika sudah berdua di kamar. Sekarang, Aiayah ingin menikmati dulu waktu berdua dengan Rifky.


"Sayang, aku kangen banget sama kamu Yang. 9 bulan lebih kita gak ketemu, awal ketemu gini di kasih hadiah calon dua malaikat ini. Gemes banget" Kata Rifky sangat bahagia.


"Yang lebih gak nyangkanya lagi, ternyata Keny adalah adik kandung aku. Demi Allah aku kaget banget Yang, aku juga salut sama dia buat jagain kamu di kampus. Kamu sudah lulus satu semesterkan? Jadi ke Korea?" Sambung Rifky.


Aisyah masih saja memandang Rifky dengan penuh rasa rindu, pengantin baru, ditinggal selama 9 bulan tanpa kabar. Itu lebih menyakitkan dari pada di tinggal meninggal naudzubillah.


"Sayang, kamu kenapa sih? Liatin Mas gitu banget, hemm. Jadi gak fokus nanti Mas nyetirnya" Kata Rifky membelai pipi Aisyah.


"Miss You" Kata Aisyah menangis dan memeluk Rifky.


Rifky pun tersenyum bahagia, ia sangat bersyukur memiliki istri yang setia kepadanya. Tak ada kabar itu membuat orang frustasi jika tak kuat imannya. Apalagi selama itu.Rifky memberi kecupan manja di kening Aisyah.


"Kita sampai sayang, aku bukain pintunya ya" Kata Rifky.


Dari jauh, Ruchan dan Leah sudah menunggu Aisyah, betapa kagetnya juga mereka melihat Rifky yang turun dari mobil Keny.

__ADS_1


"Itu mobil Keny kan Bi?" Tanya Leah.


"Iya Ma, kok kesini kenapa ya?" Kata Ruchan.


"Jangan jangan cucu kita dah lahir Bi, atau..." Kata Leah menduga duga.


"Harus positif tinking lah Ma. Loh itu kan Rifky? Rifky itu Ma, loh Aisyah?" Kata Ruchan.


"Assalamualaikum, Abi. Mama" Salam Rifky dengan mencium tangan Ruchan dan Leah.


"Ini kamu Bro?" Tanya Ruchan.


"Iya Bi, Alhamdulillah udah bisa pulang ke sini" Kata Rifky.


Ruchan dan Leah mempersilahkan Rifky masuk dan beristirahat dulu, mereka semua menyimpan pertanyaan untuk ditanyakan nanti malam, sore ini mereka hanya akan berkumpul bersama.


"Udah lah Pak Lhek, nanti kita beli yang baru ya" Kata Akbar.


"Wegah kok, pokokke mudun mesin. Ndak mau tau. Ndak mau yang baru juga. Ini peninggalan Kyai Mahfud e" Kata Farhan ngambek.


"Jangan ngambek gitu dong Ustad. Akbar nih, tadi buat ngebut ngebut, bahkan mobil pajero yang kencang pun dia kebutin buat nyalip Ustad" Kata Keny.


"Kompor mbledug. Ora lho Pak Lhek, asyem ik" Kata Akbar membela diri.

__ADS_1


"Heh, kamu itu ya, gak mau ngaku? Tadi yang di depan siapa coba? Kamu kan?" Kata Keny tak mau kalah.


"Iyo lah, tapi kamu yang suruh aku ngebut" Kata Akbar.


"Ngendi ono?" Kata Keny lagi.


"Lha mau? Kak Keny lho Pak Lhek, yakin. Kak Keny" Kata Akbar masih membela diri.


"Wah ra beres nih bocah. Kampret, ngaku gak, hayo ngaku gak" Kata Keny menggelitikki Akbar.


"Sek kosek, lha kita kenapa jadi kek Pak Lhek gini sih logatnya?" Tanya Akbar.


"Kamu yang mulai" Kata Keny ngotot.


"Kamu!!" Kata Akbar.


"Kamu!! " Kata Keny.


"Lha iki bocah, malah pada ribut sendiri. Woy setop, Astaghfirullah hal'adzim Ya Allah gusti nuwun ngapuro" Kesal Farhan.


Farhan menghentikan pertengkaran antara bayi Keny dan bayi Akbar. Ia mengancam dua bayi itu dengan menggunakan kata Aisyah. Jika mereka tidak membetulkan motor kesayangan Farhan, maka Aisyah yang akan turun tangan menangani mereka berdua.


"Siap Pak Lhek, besok pagi lagi cus ke bengkel. Kan Kak!" Kata Akbar.

__ADS_1


"Iya bener, malah nanti mesin nya lebih jos hehehe" Kata Keny.


"Woo bagus, janji ya. Kalau tidak? Aisyah yang akan turun tangan. Assallamualaikum" Kata Farhan pergi meninggalkan Keny dan Akbar yang sedang bertengkar lagi.


__ADS_2