Gambaran Hati

Gambaran Hati
Pagi Hari.


__ADS_3

Pagi Bersama Suami...


Aisyah kini memasak di bantu oleh Rifky, memereka memasak romantis berdua. Rifky sangat mahir di dapur, sebab itu ia akan memulai usaha baru di Jogja,


"Sayang, gimana kalau pagi ini kita sarapan ini aja. Mas yang bikinin buat kamu ya?" Kata Rifky menunjukan gambar dari internet.


"Emm boleh deh. Emang Mas bisa?" Tanya Aisyah.


"Hey, kamu lupa Yang? Suamimu ini kan punya bisnis kuliner, dan sebentar lagi mau buka di daerah sini" Kata Rifky.


"Yang bener? Wah bagus dong. Terus rencananya mau gimana?"Tanya Aisyah.


"Nunggu arahan dari Abi sih, tapi semua nya udah siap!" Kata Rifky sambil meracik bahan.


"Sekarang semuanya sama Abi deh. Mas tuh udah kek buntutnya Abi tau?" Kata Aisyah.


"Ya mau gimana lagi? Mas bersyukur dong memiliki ayah mertua yang humble seperti Abi. Apalagi kalau manggil Mas tuh dengan sebutan Bro! Hemm berasa kek sama teman aja" Kata Rifky senang.


"Alhamdulillah" Jawab Aisyah.

__ADS_1


"Kamy bikin apa Yang?" Tanya Rifky.


"Rencana mau bikin kue sih. Mas kan maus masak, biar Aisyah yang bikin camilannya" Jawab Aisyah.


Rifky mencium pipi Aisyah, dan Aisyah pun tersenyum. Haih kehidupan pengantin baru, masak pun harus berdua, kemanapun juga berdua.


Bundha Rifky jatuh!


Ketika mereka asyik memasak, ponsel Rifky berdering, awalnya tidak Rifky angkat, namun berkali kali ponsel nya berdering terus menerus.


"Angakat dulu lah Mas, siapa tau penting" Kata Aisyah.


"Iya Mas!"Kata Aisyah mengambil alih pekerjaan Rifky.


Rifky mengambil ponselnya dan mengangkat telfon itu. Ternyata yang menelfon adalah tante nya, istri baru dari Omnya yang rumahnya dekat dengan Rifky.


"Assallamualaikum Tante" Salam Rifky.


"Waalaikum sallam, Rifky cepat kamu pulang ya, Mbak Rani (ibunya Rifky). Jatuh di kamar mandi terus pinsan, dan sekarang sedang berada di rumah sakit"

__ADS_1


"Innalillahi, Bundha jatuh? Bundha punya riwayat darah tinggi Tante. Segera Rifky pulang ya" Kata Rifky panik.


Rifky langsung berlari memberitahu Aisyah jika Ibunya sedang berada di rumah sakit sekrang, Aisyah pun ikut panik.


"Yang, kita siap siap sekarang. Kita pulang ke Jawa Timur sekarang juga. Kita nanti sarapan di jalan aja ya!"Kata Rifky panik.


"Iya kenapa Mas? Ada apa?" Tanya Aisyah ikut panik.


"Bundha Yang. Bundha jatuh di kamar mandi dan sekarang masuk rumah sakit belum sadar. Kamu bisa ikut pulang ke Hawa Timur kan nemeni Mas?" Tanya Rifky.


"Innalillahi wainnaillahi roji'un. Ya Allah, Aisyah siapin barang keperluan kita ya. Mas panasi mobil aja" Kata Aisyah terburu-buru masuk kamar dan merapikan apa yang seharusnya di bawa.


Sedangkan Rifky, sedang menghubungi Ruchan dan Leah tentang kondisi Ibunya saat ini, sekalian pamit akan pulang ke Jawa Timur saat itu juga.


Karena Ruchan dan Leah sedang ada kegiatan pagi ini, mereka berjanji akan datang jika waktunya senggang nanti.


Semua barang sudah di bawa, Rifky dan Aisyah pun sudah siap untuk berangkat. Cara mengemudi Rifky tetap tenang tidak panik, namun dalam hatinya, ia terus saja panik. Dan Berdoa untuk kesembuhan Ibunya.


Terakhir chek up, tensi darah ibunya sangat tinggi. Jika sampai jatuh di kamar mandi pasti berakibat sangat fatal.

__ADS_1


__ADS_2