
Sejenak kita beralih ke cerita Ilham dan Sera, agar mereka tak di tirikan, karena memang nama mereka sudah masuk di cerita ini.
Awal mula Sera bertemu dengan Ilham lagi,saat mereka masuk ke kampus yang berbeda dengan kampus yang Aisyah tuju.
Saat itu, Ilham sedang memarkirkan motornya, dan nongkrong bersama teman temannya di parkiran, sedang asik mengobrol, ada seorang perempuan yang memanggil namanya .
"Eh bro, saudara kamu yang nama nya Aisyah kuliah dimana? " Tanya Jamil (sahabat Ilham).
"Hah, kamu nanya nga Aisyah mulu sih. Dia kuliah di kampus negri lah, dia ambil jurusan kedokteran" Jawab Ilham.
"Kenapa gak di sini aja bareng sama kamu? Kan malah lebih asik" Kata Jamil.
"Asik buat kamu kan? Dia itu pinter, kumpul sama kamu, ntar gak jadi dokter lah" Kata Ilham tertawa.
"Assallamualaikum Mas Ilham" Sapa seorang perempuan dari belakang Ilham.
"Wa'alaikum sallam warahmatullahi wabarokatuh "
"Masyaallah, bidadari syurga iki. Cariin kamu Ham? Siapa dia? " Tanya Jamil.
"Kamu Sera kan? Teman nya Aisyah? " Tanya Ilham.
"Iya Mas," Kata Sera.
"Yo wis kalau gitu, aku tak duluan ya. Assallamualaikum " Kata Jamil pergi.
"Waalaikumsalam "
Sera mendekati Ilham dan tersenyum padanya,Ilham masih saja melihat Sera dengan bingung, karena dia memakai hijab dan memakai gamis.
__ADS_1
"Kamu? " Tanya Ilham.
"Aku mualaf Mas " Kata Sera.
"Alhamdulillah hirobbil 'Alamin, semoga niat kamu berhijrah... Mmm Maksud aku, emm itu.. Aduh " Kata Ilham gugup dan telapak tangannya berada di dadanya.
Rasa itu lagi, rasa yang muncul ketika terakhir kali bertemu dengan Sera. Semudah itu kah jatuh cinta? Tidak, hanya Allah yang memberi mereka rasa itu, Ilham bukan laki laki yang kuno, hanya sederhana tapi tetap remaja modern. Banyak ukhty ukhty yang mendambakannya, Namun perasaan itu muncul malah saat bertemu dengan Sera.
"Mas, Assallamualaikum. Mas Ilham" Sapa Sera memecah lamunan Ilham.
"Wa'alaikum sallam, maaf lagi oleng ini, ayuk lah masuk, kelas udah mau mulai kan? " Ajak Ilham.
Selama di kampus, Sera, Ilham dan Jamil selalu bertiga, sampai akan pulang pun Jamil mengajak Sera dan Ilham mampir dulu di warung sate milik keluarganya.
"Wah bener nih, Mas Jamil mau traktir kita? "Tanya Sera.
"Jamil aja lak wes, heheh mumpung ada bidadari di sini ya kolo kolo tak traktir" Kata Jamil.
"Ojo buka wadi to Ham (Jangan buka aib lah Han) " Kata Jamil.
"Kok jadi debat, jadi gak nih traktir aku makan sate? " Tanya Sera.
"Lets go! " Kata Jamil.
Berhubung Jamil dan Ilham mengendarai sepeda motor sendiri sendiri, akhirnya Sera mengendarai motor milik Jamil yang metic, sedangkan Jamil membonceng Ilham.
Karena Ilham bukan muhrim Sera, begitupun dengan Jamil, Ilham menyuruh Sera untuk mengendarai motor sendiri. Bukannya tega, tapi memang itu syariatnya.
Sesampai nya di warung milik keluarga Jamil, Sera duduk di depan Ilham dan Jamil.
__ADS_1
"Kalian mau makan sate apa? Free khusus hari ini, buat kalian aja tapi. " Kata Jamil.
"Kita ngikut kamu aja lah Mil, masa iya di traktir masih milih sih" Kata Ilham.
"Kambing mau? " Tanya Jamil.
"Boleh deh " Jawab Sera.
"Bentar ya, tak buatin dulu" Kata Jamil.
Karena Ilham masih penasaran dengan jadi mualaf nya Sera, Ilham pun bertanya tenang alasan Sera masuk islam.
"Sera, aku boleh nanya sesuatu gak? " Tanya Ilham.
"Boleh dong Mas, mau tanya apa? " Kata Sera.
"Sebenarnya, ini privasi kamu sih, tapi aku pengen tau aja. Apa yang membuat kamu mantap menjadi seorang mualaf? " Tanya Ilham.
"Alsan utamaku adalah kamu Mas, " Jawab Sera.
Sera memang orang blak blakan, bahkan di kelas 1 Smp dulu, ia berani menyatakan cintanya kepada kakak kelasnya, walau itu berakhir dengan penolakan.
"Aku? " Kata Ilham heran.
"Iya, aku suka denganmu Mas, jika aku menyukaimu. Aku harus mencintai penciptamu dulu bukan? Aku telah lama belajar islam dari Aisyah, namun belum ada niatan untuk jadi mualaf, sejak aku bertemu Mas Ilham, aku merasa jika Mas Ilham adalah orang yang Allah kirimkan untuk membuka hidayahku. Dan aku menyukai Mas Ilham karena Allah, bukan hanya suka semata. Maaf jika aku terlalu jujur Mas" Jelas Sera.
"Tapi aku belum bisa menjanjikan sesuatu untukmu Sera, semoga rasa yang Allah berikam padamu, Allah berikan juga untuk ku" Jawab Ilham.
"Mas Ilham gak marah? Kesannya aku genit ya" Kata Sera.
__ADS_1
"Gak lah, aku suka dengan kejujuranmu" Kata Ilham tersenyum.
Sejak saat itu, hubungan Sera dan Ilham semakin dekat, bukan dekat dengan kata lain pacaran atau hal yang di larang oleh Allah, nanun lebih ke pengenalan diri, agar Ilham tau bgaiamana perasaan sebenarya dengan Sera.