Gambaran Hati

Gambaran Hati
Gelisah.


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan, hati dan perasaan Aisyah sangatlah gelisah. Sebenarnya apa yang Rifky rencanakan. Aisyah terus saja memasang wajah lesu, kepalanya ia sandarkan di kaca mobil.


Sore itu tiba-tiba hujan sangat deras, jalanan juga macet. Membuat perasaan Aisyah semakin tidak karuan.


"Syah? Are you ok?" Tanya Keny.


Namun Aisyah masih saja melamun, ia tak mendengar perkataan Keny. Sekali lagi Keny menanyakan keadaannya.


"Aisyah? Aisyah! Hey, kamu baik-baik saja?" Tanya Keny.


"Hmm maaf ya, Aisyah melamun. Aisyah...."Kata Aisyah kembali memikirkan Rifky.


"Percaya pada Allah dan suamimu Syah, semua akan baik- baik saja. Cukup kita berdoa untuk Rifky ya" Kata Keny.


"Sejak kapan kalian sedekat ini?" Tanya Aisyah.


"Itu gak penting Syah. Persahabatan bisa terjalin kapan saja bukan?" Kata Keny.


"Tapi kalian ini mirip loh, dan Aisyah heran aja, kok kalian bisa langsung sedekat ini gitu!" Kata Aisyah.


"Entahlah Syah, mungkin emang persahabatan memang seperti ini" Jawab Keny.


Wajah Aisyah kembali murung, hatinya sungguh tak tenang, fikirannya terus terganggu akan Rifky yang sedang berada jauh di sana.


Di rumah Rifky,


Rifky menarik Tante Mery dan berteriak memanggil Yeni untuk menemuinya di ruang tengah.


Rifky nampak sangat marah, wajahnya memerah panas dan emosinya tidak setabil. Itulah alasan Rifky menyuruh Keny untuk menjemput pulang Aisyah.

__ADS_1


Rifky tak ingin Aisyah melihatnya dalam keadaan emosi seperti itu. Sehingga bisa membuat Aisyah ketakutan nantinya. Lebih herannya, hubungan Rifky dan Keny terjalin sangat baik.


Bahkan melebihi persahabatan orang lain yang sudah terjalin selama bertahun tahun. Mereka bisa mengerti keadaan satu sama lain, entah hubungan sepesial apa, atau karena memiliki tujuan mencintai wanita yang sama.


"Tante Mery! Yeni! Cepat kalian kesini!" Teriak Rifky.


Namun Tante Mery dan Yeni tak kunjung juga keluar dari kamar. Rifky terus saja meneriaki nama mereka, namun mereka tetap takut untuk keluar menemui Rifky dalan keadaan seperti itu.


Akhirnya tak perlu menunggu lama, Rifky mendobrak pintu kamar Yeni dan menyeret Tante Mery serta Yeni ke ruang tengah.


Bruukkkk


..(Suara tubuh Yeni terlempar mengenai ujung meja).


"Aduh" Jerit Yeni.


"Kami tak melakukan apapun Ky, sumpah!" Kata Tante Mery ketakutan.


"Bohong! Kalian sudah tau Bundha ku jatuh, tapi kenapa tak segera kalian bawa ke rumah sakit Hah!" Kata Rifky dengan suara nada tinggi.


"Kita langsung bawa ke rumah sakit kok. Iya kan Yeni, kamu ingat waktu itu Mama langsung memanggil Papamu kan Yen?" Kata Tante Mery mengedipkan matanya kepada Yeni.


"Kalian gak usah bohong. Jika kalian langsung membawa Bundha ku ke rumah sakit, kenapa Dokter bilang jika Bundha telat di bawa kesana! Jawab!!" Bentak Rifky.


"Sungguh, sumpah Rifky. Tante benar- benar


langsung membawa Mbak Rani ke rumah sakit. " Bela Tante Mery.


"Lalu kenapa kalian mencegah Mbak Siti untuk memberitahukan tetangga. Katakan!"Bentak Rifky lagi.

__ADS_1


"Itu... itu...." Kata Tante Mery gugup.


"Cepat!!" Teriak Rifky.


Tante Mery terlihat sangat ketakutan. Tubuhnya mengatakan jika mereka telah berbuat buruk kepada Bundha Rani.


"Jawab!! " Bentak Rifky.


"Yeni, kamu mau nikah sama Kak Iky kan? Ayo ceritakan, kamu gak usah takut sama Mama kamu." Kata Rifky lembut.


"Yeni gak tau apa apa kak!" Jawab Yeni ketakutan.


Rifky mendekati Yeni dan mencekram lengan Yeni sangat kencang hingga Yeni kesakitan dan menangis ketakutan.


"Jika Yeni cerita jujur. Apa Kak Iky mau menikahi Yeni?" Tanya Yeni.


"Iya dong Yeni sayang" Kata Rifky lembut.


Tante Mery terus saja memberi kode dengan menggelengkan kepalanya. Namun Yeni sudah di butakan oleh cintanya Rifky. Ia pun akhirnya mengakuinya.


"Mama menuangkan shampo di dalam kamar mandi, dan minyak goreng di luar pintu kamar mandi. Sehingga Tante Rani terpeleset." Kata Yeni ketakutan. Rifky pun melepas cengkramannya.


"Dan saat itu Tante Rani masih sadar, tapi di pukul dari belakang oleh Mama menggunakan sapu. Terus pinsan Kak. Mama malah diam saja, sampai pada waktu itu Mbak Siti pulang dan Mama baru memanggil Papa ke rumah dan segera menyuruh Yeni membersihkan minyak dan shampo itu" Jelas Yeni.


"Anak bodoh!" Teriak Tante Mery.


Rifky terdiam, ia sengaja merekam suara pengakuan Yeni dan berniat untuk mengirimkan ke Keny nanti. Setelah itu, Rifky menyeret Yeni dan Tante Mery ke luar dari rumah (di usir).


Suami Tante Mery pun kaget kenapa Rifky mengusir mereka, dan Rifky memutar suara pengakuan dari Yeni tadi. Suami Tante Mery pun kecewa dengan mereka, ternyata merekalah yang membunuh Kakaknya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2