Gambaran Hati

Gambaran Hati
Bahagianya menjadi Ibu.


__ADS_3

Pagi hari, kerepotan Aisyah berlipat ganda. Karena Aisyah dan Rifky tak memakai jasa Mbak atau baby sitter, akhirnya mereka kerepotan sendiri. Aisyah harus bangun lebih pagi, menyiapkan sarapan suami dan anak-anaknya. Dan segera bersiap untuk ke rumah sakit. Sedangkam Rifky mengalah lebih berangkat agak siang agar bisa mengantar Aisyah dan dua malaikat kecilnya kerumah sang mertua.


Selesai sarapan, semuanya bergegas ke tugasnya masing-masing.


"Semua sudah lengkap, susu, diapers, baju ganti, peralatan mandi, handuk sudah ada di rumah Mama. Ok siap, hayuk berangkat ke rumah sakit. Kalian antar Ami dulu ya" Kata Aisyah.


Airy dan Raihan hanya mengangguk-angguk saja, dan sibuk memakam biscuitnnya yang berada di tanganya. Sedangkan Rifky sudah menunggunya di mobil dan membunyikan klaksonnya.


"Hah semua selesai, pagi ini tumben nih badanku capek banget sejak subuh tadi, gak enak gitu. Kayak waktu hamil si kembar deh" Kata Aisyah.


"Jangan-jangan kamu hamil Yang, udah chek belum?" Tanya Rifky.


"Hamil darimana? Lupa semalam siapa yang minta jatah, tapi tempatnya lagi merah? Haa" Kata Aisyah.


"Oh iya ya hehehe" Kata Rifky.

__ADS_1


"Lagian kan beresiko kalau aku hamil lagi Mas, dua kali juga kan aku keguguran? Haha ini semua karena kejadian waktu itu" Kata Aisyah.


"Hey, pagi-pagi jangan murung gitu dong. Senyum, kan Dokter anak, harus semangat dong" Kata Rifky.


Di mobil, Aisyah dan Rifky mengajarkan si kembar sholawatan dengan semangat, karena dengan bersholawat bersama keluarga kecilnya, Aisyah sudah merasakan semangat dalam menjalani tugas sebagai seorang Ibu dan Dokter.


Sampai juga di rumah sakit, tak lupa Aisyah mencium tangan Rifky, dan Rifky mencium kening Aisyah. Si kembarpun juga Aisyah cium terlebih dahulu sebelum masuk rumah sakit.


"Assallamualaikum Bubu, Airy, Raihan. Ami kerja dulu ya," Salam Aisyah sambil melambaikan tangannya.


"Waalaikum sallam Ami, semangat ya" Kata Rifky.


"Assallamualaikum Nenek, eh Uty" Salam Rifky.


"Wa'alaikum sallam" Jawab Leah.

__ADS_1


"Eh ada kesayangan Uty, sini masuk. Aminya udah berangkat ya?" Tanya Leah.


"Udah Ma, ini baru saja pulang nganter Aminya, sepi ya Ma, gak ada tiga biang kerok itu" Kata Rifky.


"Hufft iya, kalian juga tetap gak mau tinggal sama Abi dan Mama. Kenapa sih? Kamar juga kosong semua, rumah sepi Rifky, pulang ya. Tinggal sama Abi dan Mama" Pinta Leah.


"Emm itu, nanti Iky bicarakan sama Aisyah dulu ya Ma. Iky mau berangkat dulu ya ke resto, Assallamualaikum" Salam Rifky.


"Waalaikum sallam" Jawab Leah sedikit kecewa.


"Mama kangen sama kalian semua, baru aja kemaren novel Suami Akhiratku end, kalian udah gede aja. Sedih-sedih seneng sih, sedihnya kalian jauh dari Mama. Senangnya, kalian pergi untuk belajar" Kata Leah memandangi foto keluarga di ruang tamu, yang terpampang jelas dengan ukuran besar disana.


"Ayo Airy, Raihan. Kita kerumah Uty Vina yuk, Uty Vuna sedang membuat puding yang enak untuk kalian" Kata Leah mengajak kedua cucunya kerumah Ikhsan.


Kadang orang tua harus rela hidup berjauhan dengan anak yang selama ini di kasihinya sejak dalam kandungan hingga lulus sekolah, pergi belajar atau merantau jauh disana. Agar anak bisa mendapat kesuksesan kelak nanti, tidak ada hal yang berharga kecuali doa restu dari orang tua untuk sang anak.

__ADS_1


Namun kita sebagai anak kadang belum tentu bisa membahagiakan orang tua, walau pun orang tua kita tak butuh harta dan balas budi kita, cukup dengan mengingat, menanyakan kabar, dan menjenguknya orang tua kita akan bahagia, untuk kita yang jauh dari orang tua.


(Alfatihah untuk almahrum kedua orang tuaku, edisi kangen Bapak, Ibu)😭


__ADS_2