
"Kamu harus bahagia ya sama dia, kalau dia nyakitin kamu? Bilang sama aku, ok!! Bercanda " Kata Keny.
Aisyah dan Keny tersenyum, Daren baru masuk ke ruangan itu.
"Wah, seru nih, pada ngomongin apa? " Tanya Daren.
"Ada lah, mana makananya. Gue laper nih" Kata Daren.
"Nih buat lo, dan ini untuk Aisyah. Sory, adanya cuma roti. Kalian diet dulu ya. Gue mau makan nih nasi padang bersama Ayunda nanti di penjara" Kata Daren.
"Buat apa sih cewek kek gitu di pertahanin?? " Tanya Keny.
"Bagaimanpun juga Ayunda kan teman dari kecil kita bro. Dan dia cewek gue, gue gak mau ninggalin dia di saat terpuruk kek gitu. Memang benar dia yang buat dirinya terpiruk, seenggaknya gue jadi pacar dia harus selalu nemenin dia bukan? Siapa tau dia mau berubah" Kata Daren.
"Masyaallah Kak Daren, itu sweet banget" Puji Aisyah.
"Weleh, baru tau kan? Aku ini memang pecinta wanita, tapi jika aku sudah mencintai satu orang. Aku akan tetap setia padanya "Kata Daren menbusungkan dadanya.
"Hebat!! Kalau gitu Aisyah pulang dulu ya. Temen Aisyah hari ini ada yang ngajak pergi. Kak Keny cepat sembuh ya, dan Kak Daren!! Faighting!! " Kata Aisyah.
"Yah secepat itu?? " Tanya Keny kecewa.
"Maaf ya, Assallamualaikum semua. " Pamit Aisyah.
__ADS_1
"Wa'alaikum sallam, hati hati ya Syah. Kabari kalau sampai rumah" Kata Keny.
"Emang dia tau no lo Ken? Kita aja dapat no nya dari temen konyolnya itu, si Abigail" Kata Daren.
Aisyah sangat lega telah menyampaikan uneg unegnya dengan Keny. Hari ini ia akan menemani USG Mala bersama Leah. Mereka sudah menunggu Aisyah sejak lama di rumah sakit lain.
"Assallamualaikum, maaf ya Ma, La. Tadi jenguk Kak Keny dulu setelah nganter Kak Rifky " Kata Aisyah mencium tangan Leah.
"Lama banget sih Syah. Habis ini aku lho yang masuk" Kata Mala
"Ya maaf" Kata Aisyah.
"Kakak njenguk Keny udah bilang dulu belom sama Rifky?? " Tanya Leah.
"Udah dong Ma, malah Kak Rifky yang nyaranin agar Kakak tetep bisa menjaga tali silaturahmi sama Kak Keny" Jawab Aisyah.
Leah dan Aisyah menemani Mala kontrol tiap bulan ke bidan. Kali ini akan melakukan tindak USG, agar tau bagaimana perkembangan janinnya.
Setelah tahap tahap pemeriksaan selesai, sekarang giliran Mala USG.
"Nih Bu, lihat dedeknya sangat aktiv kan? " Kata Dokter.
"Masyaallah, lucu banget lho La. Ma lihat deh, dulu Kakak kek gitu gak sih? "Tanya Aisyah.
__ADS_1
"Iya dong, kamu malah USG nya terbang ke Singapura. Hufft merepotkan" Goda Leah.
"Mama ih" Kata Aisyah.
"Oh ya, ini anak pertama ya? Dan ibu ini apakah nenek dari calon bayi? " Tanya Dokter.
Aisyah dan Mala terdiam, Mala bingung harus jawab apa. Orang tua kandungnya tak pernah menginginkan anak itu. Bahkan Mala juga belum menikah.
"Iya dok, saya nenek calon bayi itu. Saya Ibunya Mala"Jawab Leah.
Betapa besar hati Leah, ia mau mengakui Mala sebagai anaknya.
"Lalu suaminya?? Kenapa gak ikut? Ini moment berharga lho"Kata Dokter.
Dan sangat tiba tiba Farhan datang ke ruang pemeriksaan itu, dan membuat Aisyah dan Leah memiliki ide konyol.
"Assalamualaikum "
"Wa'alaikum sallam Pak Lhek? " Kata Aisyah.
"Loh bapak siapa? Jangan sembarangan masuk ya Pak, mau saya panggilkan security? " Tanya Dokter.
"Emm Dokter, ini adalah suami ibu hamil ini. Iya kan Ma" Kata Aisyah mengedipkan mata.
__ADS_1
"Ah iya, dia suaminya. Menantu saya. Hai menantu, dari mana saja sih, lihat istrimu. Dan lihat anakmu" Kata Leah mengedipkan mata.
Farhan pun menurut saja, ia tak bisa mengelak dari pada di tangkap security dan urusan panjang. Akhirnya Farhan pun mengikuti scenario Aisyah dan Leah saat itu.