Gambaran Hati

Gambaran Hati
Di Fikir Matang Matang.


__ADS_3

Setelah menjenguk Ikhsan, Aisyah mampir sejenak di alun alun Jogja, suasana sore hari di sana sangat ramai dan indah. Ia tak sengaja bertemu dengan teman masa kecilnya. Dan ini awal kisah cinta segitiga Rifky, Aisyah dan Abigail.


(Pembaca masih ingatkan dengan nama Abigail? yang pernah di tanyakan ke Leah karena orang tuanya sering bertengkar dan akan cerai? Nah ini Author munculin).


"Eh, kamu Aisyah kan? " Tanya Abigail mengagetkan Aisyah.


"Assallamualaikum, iya. Kamu siapa ya? " Tanya Aisyah kebingungan.


"Ini aku Abigail, duli saat Tk kita bersebelahan duduknya. Dan Selama 6 tahun di SD pun kita depan belakang duduknya. Masa gak ingat? "Tanya Abigail.


"Masya Allah, iya aku ingat. Wah kamu bikin aku pangkling kok" Jawab Aisyah yang masih terus mengingat dia siapa.


"Dia? " Tanya Abigail menunjuk ke Delia.


"Oh, perkenalkan. Sepupuku Delia" Kata Asiyah.


"Boleh ngobrol ngobrol sebentar? " Tanya Abigail.


"Tapi Abigail, kita harus cepat pulang" Kata Delia.


"Panggil saja aku Abi, boleh aku minta nomor kamu Aisyah? " Tanya Abigail.


"Tapi...... " Kata Aisyah ragu.


"Udah kasih aja, terus buruan kita pergi" Kata Delia.

__ADS_1


Sebenarnya Aisyah tak ingin memberikan nomornya kepada Abigail, namun ia harus cepat pergi, jika ia tak memberika. nomornya, Abigail terus saja ngomong tanpa titik koma..


Awalnya Aisyah ingin memberinya nomor asal, tapi ia berfikir lagi. Tidak seharusnya ia berbohong, bagaimanapun juga Aisyah sudah mengenalnya sekitar 8 tahun dengan nya, Dan di sekolah, Abigail lah yang selalu mengisi hari harinya.


"Ini ya nomorku, aku gak bisa lama lama soalnya. Harus pulang cepat. Assallamualaikum "Kata Aisyah pergi meninggalkan Abigail.


"Waalaikum sallam, nanti aku telfon ya" Teriak Abi.


"Syah, di non muslim ya? " Tanya Delia.


"Jangan pernah bertannya soal agama kepada seseorang, gak etis. Kamu kan lihat sendiri kalungnya" Kata Aisyah.


"Iya deh. Maaf yaa" Kata Delia.


"Astaghfirullah hal'adzim " Aisyah menghela nafas sangat panjang.


"Kenapa Syah? " Tanya Delia.


"Pusing di fase remaja menuju dewasa" Jawab Aisyah.


"Bucin lu" Kata Delia.


"Emang gak. boleh ya, kalau anak santri kek kita ini jatuh cinta? Haiih aku butuh pencerahan dari Abi" Kata Aisyah.


Setelah Aisyah sholat maghrib berjama'ah, ia juga ikut tadarus sampai isyak, dan sholat sekalian di pesantren. Ia juga mengikiti tadarus juga sampai malam. Karena dengan Tadarus, fikiran Aisyah kembali menjadi lebih tenang.

__ADS_1


Saat ia makan malam dengan keluarga, ia nampak tak semangat. Kabir dan Syakir ngobrol pun tak di tegur olehnya, padahal ia sangat marah ketika ada kegaduhan ketika di meja makan.


"Bi, anak kita sehat sehat aja kan? " Bisik Leah.


"Dia lagi mikirin cowok Ma, " Bisik Ruchan.


"Apa lagi ada masalah sama Kakak Rifky itu" Bisik Leah menahan tawa.


Begitupun dengan Akbar, Syakir dan Kabir. Ia juga heran dengan Kakak singanya itu, menjadi lebih pendiam sejak pulang dari Jepang.


"Bang, apa perlu, Kakak singa garang ini bawa ke psikiater? " Bisik Kabir.


"Apa hubungannya? Dia itu lagi gegana" Bisik Akbar.


"Gegana apa Bang? " Bisik Syakir.


"Gelisah, galau, merana hihihi" Bisik Akbar.


Tiba tiba Aisyah tersadar dari dunia cintanya.


"Kalian bisa gak sih, makannya jangan sambil bisik bisik gitu? Cepat habiskan!!!" Kata Aisyah.


"Alhamdhulillah "


Semua mengucap syukur atas kembalinya galaknya Aisyah. Dan mereka cepat cepat makan sebelum tanduk Aisyah muncul dan besok pagi semua tak akan mendapat sarapan dari Aisyah.

__ADS_1


__ADS_2