
"Ma, Bi. Hari ini Kak Rifky kesini. Mama sama Abi bentaran ya berangkatnya. Ini udah hampir sampai katanya" Kata Aisyah bisik bisik.
"Mau ngapain kesini? Kan pernikahannya 2 minggu lagi. Wah gak gak bares nih, jangan jangan mau bawa Kakak kita kabur Ma? " Goda Ruchan.
"Iya, Kak Rifky akan membawa ku kabur dari kalian. Lalu kenapa? Kalian bahagia? " Kesal Aisyah.
"Abi, anak kita kan sedang gugup akan bertemu pangerannya. Kenapa di goda terus sih. " Kata Leah.
"Mama sama aja. Kalian udah gak sayang lagi sama Kakak. Kalian ingin Kakak pergi kan dari sini? Kalian udah gak mau lihat Aisyah lagi. Kenapa? Karena Aisyah galak? Aisyah galak kan nurun dari Mama! " Kata Aisyah berakting.
"Haduh, kalau dia udah nyebut namanya tanpa ada embel embel Kakak. Artinya dia sedang kesal Ma, bujuk gih" Bisik Ruchan.
"Kok Mama sih? Yang paling dekat sama Aisyah kan Abi. Dan pertama yang buat Aisyah kesal siapa? Abi kan? " Bisik Leah.
"Tuh kan? Aisyah kesal pun Abi sama Mama gak bujuk Aisyah. Pokokknya Aisyah ngambek" Lanjut akting Aisyah menahan tawa.
Ponsel Aisyah bergetar, ternyata pesan dari Rifky yang masuk. Sedangkan Leah dan Ruchan sedang berunding bagaimana cara membujuk Aisyah supaya tidak kesal lagi.
Mereka akan pergi ke Bandung selama 2 hari,jika Aisyah kesal, ia tidak akan memyiapkan makanan untuk adik adiknya. Mereka menganggap Aisyah benar benar kesal.
__ADS_1
"Assallamualaikum Bawelku, ini aku udah sampai gapura pesantren ya. Lagi izin sama Pak penjaga. Kamu tunggu aku yaa"
"Wa'alaikum sallam Kak, iya Aisyah masih di rumah kok. Ini lagi ngerjain Abi sama Mama. Lucu banget hehehe. Aisyah tunggu yaa"
"Ih gak boleh tau ngerjain orang tua. Kamu mah bikin aku gemes, pengen nyubit belum muhrim 😔"
"Sabar 2 minggu lagi"
"Ciee udah nrima keputusan nih? Senengnya. Aku dah di depan! "
Aisyah menoleh Leah dan Ruchan yang masih saja berdebat lucu karena ia kejai. Aisyah mulai tertawa ketika Leah mecubit pipi Ruchan dan Ruchan bilang ampun.
"Ah Ma, sakit lah. Pipi Abi kan gak caby. Di cubit ya sakit lah! " Teriak Ruchan.
"Mama ah, " Kesal Ruchan.
"Nanti malam gak Mama jatah loh. Kan di tempat Umi dingin. Hayooooo" Bisik Leah.
Aisyah tertawa melihat tingkah lucu orang tuanya, Aisyah dari kecil memang jarang melihat orang tuannya bertengkar. Jika ada hal yang membuat Leah dan Ruchan berselisih. Mereka selalu menyelesaikan di luar rumah agar anak anak tidak mengetahui nya.
__ADS_1
"Udah lah Bi, Aisyah gak marah kok! " Kata Aisyah memeluk Ruchan.
"Tapi kok masih panggil nama" Tanya Ruchan.
"Aisyah kan udah besar Bi. Aisyah juga sebentar lagi mau jadi seorang istri. Masa iya harus pakai kata Kakak di depan Mama sama Abi. Kan udah gak luwes. Beda kalau di depan Abang, Kabir dan Syakir" Kata Aisyah lembut.
"Benar juga ya, hemm ya udah kalau gitu, udah gak ngambek lagi kan? . Abi sama Mama pamit dulu ya" Kata Ruchan mengusap jilbab Aisyah
Rifky mendengar kata kata Aisyah baru saja. Ia tersenyum, Aisyah tau ketika harus bercanda dengan orang tua dan saat serius. Bahasa dan logat yang Aisyah gunakan juga berbeda. Tak salah lagi jika Rifky jatuh cinta dengan Aisyah.
"Assallamualaikum "
"Waalaikumsalam, eh Rifky. Masuk nak! " Kata Ruchan.
"Aisyah, Tante, Abi" Kata Rifky menyalami Ruchan.
"Tapi Mama sama Abi gak bisa nemenin kalian yaa, udah kesiangan ini. Kalian jangan macem macem, belum muhrim. Ingat! Pintu harus terbuka. Ok!!. Assallamualaikum " Kata Leah menggandeng tangan Ruchan.
"Ingat ya! 2 minggu lagi!! Dan seminggu sebelumnya ......" Kata kata Ruchan sudah tidak terdengar lagi.
__ADS_1
"Apa sih Abi sama Mama nih, udah gede juga. Ya tau lah kalau berduaan itu gak boleh kalau belum muhrim" Kata Aisyah tertawa.
Rifky tak henti henti nya memandang Aisyah. Membuat Aisyah tak nyaman dan mengingatkan akan pendangannya padanya. Rifky pun tersenyum melihat tingkah gugup Aisyah.