
Setelah sholat subuh, Aisyah, Akbar dan si kembar bersiap siap ke Alun alun untuk olahraga.
"Kesananya bawa mobil ya, pulang nanti kan bisa tiduran" Kata Kabir.
"Ck, mana ada habis olahraga tidur. Goes aja lah" Kata Aisyah.
"Mobil aja deh ya, Kabir yang nyetir deh " Kata Kabir.
"Udah lah Kak, turutin aja. Dah jam segini juga. Ntar kita gak kebagian bubur yang enak itu" Kata Akbar.
"Oh, kalian ngajak Kakak jau jauh ke Alun-Alun cuma buat beli bubur doang, Kakak bisa bikinin kali. Atau, karena kalian gak mau di ajak Abi sama Mama pergi kondangan ya. Hayoo ngaku!!! " Kata Aisyah tegas.
"Heheheh iya!! " Kata Mereka serentak.
"Hihhh kalian ini. Gemesnyaaaa, pengen aku hihhh. Ya udah berangkat, dah siap siap gini juga" Kesal Aisyah.
"Yeey" Kata Syakir senang.
__ADS_1
"Makasih ya Kakak singaku yang cantik, udah mau nyelamatin kita dari makan lemper.Kita sayang deh sama Kak Ais " Kata Akbar, danSi kembar memeluk Aisyah bersamaan.
"Kalian kalau ada maunya gini, peluk peluk. Kalau pas lagi gak butuh aja. Ngilang entah kemana! "Kesal Aisyah.
Mereka pun berangkat ke Alun alun, yang lebih membuat mereka tercengan adalah. Mereka melihat Farhan dan Mala bersama, dan di sisi lain, melihat Ilham, Jamil dan Sera.
"Weeh dunia sesempit ini ya, di pesantren melihat mereka. Di sini pun gitu. Mau kita samperin? " Tanya Kabir.
"Gak usah lah, ganggu mereka nanti. Lihat deh Mala sama Pak Lhek. Aku yakin mereka pasti membicarakan sesuatu yang penting. Makanya mereka kesini. " Kata Aisyah.
"Mas Ilham tuh disana. Sama si konyol dan temen Kak Ais kan itu? " Tanya Akbar.
"Fokus woy, fokus. Ingat tujuan kita datang ke sini. " Kata Kabir.
"Tujuan? Apa tujuan kalian? Wah gak bener ini" Kata Aisyah.
"Sini duduk dulu deh" Kata Akbar membiarkan Aisyah duduk di bangku taman.
__ADS_1
"Kak, Kami tau kakak sebentar lagi mau menikah. minggu depan Kak Rifky ngalamar kakak kan? " Kata Kabir.
"Kak, mungkin setelah lamaran itu, kakak akan jadi sering sibuk sendiri. Kita gak ada kesempatan lagi bersama seperti ini kan? Jadi kita ngajak Kak Ais kesini, pengen Full day, sampai kita tidur lagi nanti bersama Kak Ais" Kata Akbar.
Tak terasa air mata Aisyah menetes, ia tak menyangka jika kasih sayang adik adiknya begitu dalam padanya.
"Kok Kak Ais nangis sih, jangan nangis dong" Kata Syakir mengelap air mata Aisyah.
"Kakak gak nyangka, kalian begitu sayang sama Kakak, terutama kamu Bang. Abang begitu menyayangi Kakak, sedangkan Abang memiliki kakak juga yang lebih berhak atas kasih sayang Abang yang begitu tulus" Kata Aisyah.
"Kak, Abang memang memiliki seorang kakak. Abang juga menyayanginya seperti Abang menyayangi Kak Ais. Kak Ais menghujani kasih sayang yang banyak untukku, selalu ada di saat Abang membutuhkan seorang Kakak.Kak Ais selalu berada di depan Abang saat orang lain bilang kalau Abang ini hanyalah anak angkat. Dan dengan tegas, Kakak bilang kesuluruh dunia, kalau Abang ini adalah adik Kakak. Gak salah kan jika Abang menyayangi kakak seperti kakak menyayangi Abang? " Kata Akbar bersimpuh di hadapan Aisyah.
"Kak, kita berdua juga sayang sama kakak. Ingat gak? Saat Kabir sama Syakir berantem cuma gara gara rebutan cutter saat sekolah? Di kelas 4.Kabir nyakitin Syakir dengan melukai tangannya, dan Kak Ais tiba tiba datang dan membuat kedua tangan Kak Ais terluka demi kita, agar kita gak saling menyakiti lagi! " Tanya Kabir.
"Dan Syakir melihat air mata Kak Ais jatuh saat itu. Syakir tau luka itu pasti sakit banget, itu membuat hati Syakir sakit kak. Dan sekarang pahlawan kita akan menikah, setelah itu pergi dengan suaminya. Kita hanya punya waktu sebentar dengan Kak Ais. Setelah itu Kak Ais pasti akan melupakan kita" Kata Syakir menunduk dan meneteskan air mata.
"Kenapa kalian jadi nangis sih. Kalian laki laki loh, gak boleh nangis. Kakak gak mungkin lupain kalian, kalian adik adik kakak yang paling kakak sayangi. Kakak akan tetap selalu menjadi kakak singa kalian, kak ros kalian. Kalian jangan berhenti saling menyayangi ya.Kita ini saudara, sedarah. Yang namanya sedarah itu gak akan pernah putus persaudaraannya. Sini peluk kakak lagi, kakak sayang sama kalian. " Kata Aisyah melentangkan tangannya.
__ADS_1
Mereka pun saling berpelukan, tak menghiraukan ada atau tidak ada orang di sekeliling mereka.