
Rifky membuka pintu kamar, Aisyah sedang merapikan kado kado pernikahannya yang baru saja berantakan karena tersenggol Aisyah yang sedang menyapu.
"Lagi beberes ya?" Kata Rifky mencium pipi Aisyah.
Aisyah tersipu malu, ia masih belum terbiasa bersama dengan Rifky, apalagi tiba tiba Rifky selalu mencium, bahkan memeluknya dari belakang.
"Emm masih kaku aja nih! Hufft kapan bisa mesra mesraan kek drama korea gitu. Udah halal juga, belum bisa leluasa" Kata Rifky melirik ke arah Aisyah.
Dengan pelan, Aisyah menyandarkan kepalanya di bahu Rifky tanpa berkata sepatah apapun. Kado yang Aisyah bawa juga ia letakkan, tangan Aisyah mengeggam tangan Rifky dengan erat.
"Maaf" Bisik Aisyah.
"Kenapa minta maaf?" Tanya Rifky yang secepatnya merubah posisi dengan kedua tangannya berada di pipi kanan kiri Aisyah.
"Harus nya Aisyah tak menghindar terus. Sudah kwajiban istri juga memanjakan suami. Maafin Ais ya Mas?" Kata Aisyah sangat lembut dan pelan.
Kali ini Aisyah yang berinisiatif menciun pipi Rifky dengan sangat lembut. Di kecupnya beberapa kali pipi Rifky. Tangan Aisyah mulai ke atas, berada di kedua bahu Rifky dan berbisik" Ana Uhibbuka Fillah".
Rifky tersenyum puas, ia mencium seluruh wajah dan leher Aisyah sangat buas, seperti seekor harimau yang sedang lapar dan yang siap memangsa mangsa nya di depannya.
"Mass " Desah Aisyah.
__ADS_1
"Aku tau kok, kita harus punya malu bukan? Di kamar ini juga tidak hanya kita berdua. Allah juga melihat kita, sebaiknya kita melakukannya di ranjang saja" Kata Rifky menggendong Aisyah ke atas kasur yang tanpa papan tidur.
Rifky merebahkan tubuh Aisyah dengan hati hati, ketika ia ingin menutupi tubuh Aisyah dengan selimut, ternyata Ruchan sudah selesai ngajar dan ingin bertemu dengan Rifky. Gagal lagi.
"Assallamualaikum" Salam Ruchan.
"Astaghfirullah hal'adim " Kata Rifky beristighfar.
"Sabar ya Mas, mungkin memang waktunya belum tepat. Biar Ais buka pintu nya ya. Sepertinya itu Abi deh"Kata Aisyah menyentuh dada Rifky.
"Hufft iya deh, tapi nanti malam harus ya?" Kata Rifky mengecup kenin Aisyah.
Rifky membukakan pintu untuk Ruchan, sedangkan Aisyah sedang merapikan hijabnya kembali.
"Waalaikum sallam Bi" Jawab Rifky.
"Lama banget sih bukanya Bro. Lagi sibuk ya?" Tanya Ruchan.
"Emm itu, lagi buka buka kado Bi hehehe" Jawab Rifky.
"Oh gitu? Oh ya, jadi sekarang yuk?! Takutnya pulangnya malah kesoren nanti" Ajak Ruchan.
__ADS_1
"Emm baiklah. Sebentar ya, Iky ambil ponsel sama dompet dulu di kamar.Sekalian pamit sama Aisnya." Kata Rifky.
"Ya udah sana. Abi tunggu di mobil ya?" Kata Ruchan.
Rifky merasa agak kesal, karena sedari tadi ada yang menganggunya ketika ingin berduaan dengan Aisyah. Rifky berfikir kalau untuk sementara waktu, Rifky akan mencari kontrakan atau membeli rumah di sekitar pesantren. Sambil menunggu keberangtan mereka ke Korea.
"Abi kenapa Mas?" Tanya Aisyah.
"Abi ngajak pergi Yang. Mas pergi dulu ya sama Abi, kamu baik baik di rumah ya" Kata Rifky mencium kening Aisyah.
Ketika Rifky hendak pergi, Aisyah menahan tangannya.
"Kenapa?"Tanya Rifky.
Aisyah mencium tangan Rifky dengan lembut, dan Rifky pun tersenyum. Itu adalah salah satu contoh orang yang sudah berkeluarga. Ketika suami hendak keluar rumah, atau pergi. Istri wajib mencium tangan suami.
"Hati hati ya" Kata Aisyah.
"Iya sayang. Assallamualaikum cinta" Kata Rifky mencium kening Aisyah untuk yang kedua kalinya.
"Waalaikum sallam warrahmatullahi wabarokatuh" Jawab Aisyah yang merasa kecewa. Karena beberapa menit yang lalu, adalah moment indah bagi Aisyah yang masih malu malu.
__ADS_1