
Aisyah dan Rifky duduk duduk manja di kamar.
"Baru ngarasa sepi ya?"Tanya Aisyah memecah keheningan suasana malam itu.
"Kalau Mas sih udah biasa. Emm gimana kalau kita cerita cerita aja dulu"Kata Rifky.
"Oh iya, em Ais mau nanya sesuatu boleh?"Tanya Aisyah.
"Boleh dong Sayang. Mau nanya apa? "Kata Rifky.
"Soal foto masa kecilku!"Kata Aisyah.
"O,oh itu hehehe iya. Emm kenapa Yang?" Tanya Rifky antara malu dan grogi.
"Yang di katakan Kak Clara benar?Mas Iky suka sama Ais sejak melihat foto itu?" Tanya Aisyah.
"Emmm, hehehe iya. Jadi gini ceritanya, waktu itu. Mas kan anak baru di sekolah yang sama tuh dengan si Clara. Bedanya, Clara kelas 1, Mas kelas 3 atau berapa ya. Lupa hehehe. Waktu itu hari senin kan?Upacara, tapi Mas gak bawa sabuk atau topi kayaknya. Apa ya? lupa pokoknya, gak sengaja tuh nemuin foto masa kecil kamu Yang. Gak tau kenapa, kek Mas tuh ngrasa tertarik sama gadis kecil berponi itu, dan berharap ketemu sama dia dan jadi suaminya heheheh" Jelas Rifky.
"Dan......" Kata Aisyah.
"Dan bersyukurnya, terkabul. Gadis kecil itu adalah kamu, kita gak sengaja ketemu di bus, dengan keadaan aku yang urak urakan. Saling mengenal, saling dekat. Nyusul kamu ke Jepang, sadar kalau Mas jatuh cinta sama kamu, ketemu Abi, akrab sama Abi, Kamu balas perasaan Mas. Terus tiba tiba lamaran eh ta'aruf bentar ya. Terus cinta pertamaku jadi milikku. Makasih ya" Kata Rifky.
"Seberuntung itu kah kita? Mas Iky, bisa bersama dengan cinta masa kecil. Dan Ais bersyukur punya suami kayak Mas Iky!" Kata Aisyah memeluk lengan Rifky.
"Keranjang aja yuk, di karpet keras hehehe" Ajak Rifky.
"Hah?" Kata Aisyah.
__ADS_1
"Ayo, ini sudah waktunya!" Bisik Rifky menggendong Aisyah ke ranjang.
Mereka berdua memang suka kasur yang di lantai, dan lantainya full dengan alas karpet yang hangat.
Rifky merebahkan Aisyah ke kasur dengan hati hati, Rifky pun menarik selimut untuk menyelimuti tubuh mereka. Di bukanya jilbab Aisyah, tergerai rambut Aisyah yang panjang dan lurus itu. Perlahan jari Rifky membelai wajah Aisyah.
"Ini pertama kalinya Mas lihat rambut kamu lagi Yang, yaa terakhir foto masa kecil kamu itu. Makasih ya, kamu menyembunyikan rambut sebagus ini hanya untukku"Bisik Rifky.
"Aisyah?" Kata Rifky lembut.
"Iya Mas" Jawab Aisyah.
"Sekarang boleh? Mas gak maksa tapi....... " Sebelem Rifky meneruskan kata katanya, Aisyah menutup mulut Rifky dengan tangannya.
"Ssttt.. Itu kewajiban Ais kan. Kita melakukan itupun tidak akan berdosa. Tapi jika kita menghindari itu, malah akan berdosa" Kata Aisyah.
Rifky meletakkan tangannya di atas ubun ubun Aisyah dan berdoa, ia juga mengucapakan salam terlebih dahulu, setelah itu ia mulai mencium kening Aisyah dengan sangat lembut.
Bahkan, Aisyah pun sampai merasakan kesejukan di hatinya, ciuman itu turun ke pipi Aisyah yang halus, di ciumnya pipi kanan kiri Aisyah dengan lembut, hingga Aisyah memejamkan matanya, menikmati akan nikmat yang telah Rifky berikan malam itu.
"Sayang" Bisik Rifky.
"Emmm" Kata Aisyah lirih.
"Aku buka ya?" Tanya Rifky meminta izin membuka kancing bajunya Aisyah.
Mau bagaimana lagi, Aisyah menyetujui keinginan Rifky itu. Di bukanya setiap kancing di baju Aisyah, namun mereka tetap dalam balik selimut yang agak tebal ya gaes..
__ADS_1
Rifky melumat bibir mungil Aisyah tanpa basa basi lagi, Aisyah pun memejamkan matanya, beginikah syurga dunia? lidah Rifky masuk di mulut Aisyah, Aisyah sangat terkejut, ia belum pengalaman akan hal ini, namun dengan bimbingan Rifky yang halus, Aisyah pun bisa mengikuti permainan Rifky.
Ciuman itu berlangsung sangat lama, bersamaan dengan itu, kita tangan Rifky mulai nakal, ia mulai meraba gunung kembar yang sudah siap meletus itu, Aisyah menggeliat saat Rifky menyentuh baguan sensitivnya yang sudah sangat basah.
Rifky mulai melepas seluruh pakaiannya, sebelum tancap gas, Rifky pun berdoa terlebih dahulu.
Kini posisi Rifky sudah di atas Aisyah. Di letakkan tangan Aisyah di bahu Rifky dan....
"Aw" Jerit Aisyah.
Pagar itu tembus juga...
"Sakit?" Tanya Rifky yang tak bisa mengatur nafasnya lagi.
"Berdarah, Mas lap dulu ya" Kata Rifky mengambil bajunya yang berada di sampingnya.
Walaupun mereka tertutup selimut, Aisyah masih merasa malu, ketika Rifky memandangi tubuhnya yang sudah tanpa busana.
"Mau lanjut?" Tanya Rifky.
Aisyah mengangguk pelan. Rifky pun mulai menggauli istrinya itu penuh dengan ksih sayang dan sangat lembut. Ini pertama kalinya bagi mereka, sampai mereka sudah berada di puncaknya. Rifky masih membiarkan sampai Aisyah rileks terlebih dahulu dan melepasnya.
Dengan nafas yang tidak teratur, Rifky memeluk Aisyah sangat erat. Akhirnya malam itu menjadi malam pertama bagi mereka.
"Makasih ya sayang" Kata Rifky memeluk Aisyah.
10 menit berlalu mereka saling mengobrol, akhirnya mereka pun memutuskan untuk tidur terlebih dahulu, sebelum tidur mereka mencuci area sensitiv mereka masing masing. Dan mereka pun tidur dengan berpelukan mesra.
__ADS_1
Masih mau lagi?😊😊😅