
"Ibu, bagun dong. Tuh Bona dah nungguin Ibu di bawah, katanya pagi ini ada penilaian dari Direktur rumah sakit.
"Hah iya, Astagfirullah hal'adzim, Alhamdulillahilladzi Ahyaanaa bada maa amaatanaa wailaihin nuhsur" Ucap Aisyah sambil merapikan tempat tidurnya.
"Buk, baca doa ya duduk dong, lagian masiha da waktu banyak, Bona kesini lebih awal 1 jam karena dia mau sarapan banyak di sini" Kata Rifky.
"Hah? Ayah bilang apa? Bona kesini 1 jam lebih awal?" Kata Aisyah seperti syok, ia langsung melihat jam dinding, yang masih ada waktu lama untuk siap siap ke rumah sakit.
Tatapan Aisyah sangat tajam walaupun matanya di sipit-sipitin. Ia memandang Rifky seolah-olah akan menerkamnya.
"Ayah!! Ayah tau, kalau Ibu sedang marah akan bagaimana? Jangan harap Ayah akan lolos dari cengkramanku" Kata Aisyah kesal.
"Emm maafkan aku kisanak, tapi aku tak tau dimana letak kesalahanku. Mohon maafkan aku jika aku punya salah kisanak. Janganlah kau marah" Goda Rifky.
"Keluar dan telfon Abiku kalau anda bersalah kepadaku wahai bojoku (suamiku). Minta maaflah karau dikau telah membuatku pagi pagi buta ini kesal" Kata Aisyah menunjuk keluar.
"Sendiko dawuh kanjeng ratu" Kata Rifky menunduk mundur dan keluar dengan pelan pelan.
__ADS_1
"Ayah!!!!!!" Teriak Aisyah.
Di depan pintu kamar, Rifky bertabrakan dengan Keny, Keny juga mendengar pertengjaran ajaib kakak dan kakak iparnya itu.
"Keny? Sejak kapan kamu kesini?" Tanya Rifky sok cool.
"Sejak aku mendengar pertengkaran ajaib bin aneh kalian" Kata Keny dengan wajah datar.
"Hehehe itu cuma.." Kata Rifky.
"Cuma apa? Pertengkaran macam apa itu, sama sekali tidak asyik tau?!!!!" Teriak Keny.
"Kenapa sih Kak Aisyah? Lagi pms dia?" Bisik Keny.
"Mana ada pms, semalam kita ena ena kok. Cuma tadi pagi sebelum sholat subuh, dia mandinya kramas shamponya sedikit. Terus setelah sholat subuh, dia tidur lagi. Mungkin istriku itu pusing!! Hari ini harus ikut penilaiaan oleh Direktur Rumah Sakit juga" Bisik Rifky.
"Ck, kau boleh cerita detai, tapi ena enanya gak usah di jelasin juga kali, segala macem kramas di ceritain pula, aku ini masih jomblo kasihanilah aku lah"Kata Keny.
__ADS_1
"Ayah!! Keny!! Aku mendengar kalian bisik-bisik. Astaghfirullah hal'adzim" Kata Aisyah.
Keny dan Rifky langsung lari kebawah. Nafasnya terengah-engah seperti melihat sesuatu yang menyeramkan.
"Ada apa?" Tanya Bona.
"Ken, semua ini gara gara betet ini! Urus dia" Bisik Rifky.
"Betet? Betet itu apa?Makanan kah?" Tanya Bona polos.
"Sini kau, ambil sapu dan lap ini, bersihkan semuanya. Ok!!" Kata Keny memberinya sapu dan kain lap.
"Apa salahku?" Batin Bona.
Keny mendapat kabar jika hari ini Bundha dan orang tua Aisyah akan datang. Namun Keny di pinta merahasiakanny, agar menjadi kejutan untuk Aisyah.
Dan kemungkinan sore hari akan tiba di Korea, bersama dengan Airy dan Raihan.
__ADS_1
Di sisi lain, Clara dan Akbar pun jauh-jauh dari Jepang dan Swiss juga akan datang ke Korea, karena mereka juga akan turut hadir memberi kejutan kepada Aisyah dan Rifky.
Keny sangat senang mendengarnya, karena sudah lama tak melihat dua keponakan nya yang sekarang sudah besar itu. Keny pun memeperaiapkan segalanya untuk menyambut mereka semua.