Gambaran Hati

Gambaran Hati
Adopsi Ceasy.


__ADS_3

Bulan Desember di Korea, cuaca dingin bak menusuk sampai ke tulang, ingin bangun pun enggan karena cuaca sangatlah dingin. Berselimut manja bersama suami tercinta membuat suasana hati Aisyah sangat nyaman. Memadu kasih, bercumbu mesra bak pengantin baru, yang sedang bulan madu.


"Sampai kapan kita seperti ini Sayang?" Tanya Rifky.


"5 menit lagi boleh? Hari ini hari liburku, bolehlah kita berduaan saja seperti ini?" Kata Aisyah memeluk Rifky dan menarik selimutnya kembali.


"Apa? Kenapa sekarang kamu yang lebih nakal dariku? Ayolah Abi dan Mamamu akan datang bukan?" Tanya Rifky.


"Buat apa mereka datang? Mengganggu saja, aku ingin masih seperti ini" Kata Aisyah memeluk Rifky semakin erat.


"Hey, kita sudah melakukan beberapa kali semalam Sayang, dan terpaksa harus mandi sebelum subuh, apakah staminamu tak berkurang? Kita akan lakukan lagi nanti, ok!!" Kata Rifky.


"Lalu untuk apa Abi dan Mama kesini, itupun tanpa Airy dan Raihan kan?" Tanya Aisyah.


"Sayang, apakah kamu lupa? Surat resmi adopsi Ceasy keluar hari ini. Dan Ceasy akan dibawa pulang ke Indonesia, dia kan sekarang adikmu?" Kata Rifky.


"Hah benar, kenapa baru bilang sekarang sih. Ayo cepat kita siap-siap. Aku akan mandi lagi" Kata Aisyah terburu-buru.

__ADS_1


"Sayang, katanya mau lima menit lagi. Yuk kita lagi eem eem nya" Goda Rifky.


"Yakin?" Tanya Aisyah dengan tatapan menakutkan.


"Ahh enggak jadi, ayuklah kita siap-siap jemput Abi dan Mama di bandara" Kata Rifky kabur.


Setelah perdebatan manja mereka, mereka akan berangkat ke Bandara menjemput Ruchan dan Leah dan langsung pergi ke pengadilan mengambil surat adobsi Ceasy, yang menghabiskan waktu tujuh bulan, sampai Aisyah telah resmi menjadi Dokter di Kota itu.


Alasan Aisyah meminta orang tuannya mengadopsi Ceasy adalah, Ceasy sudah tak ada siapapun lagi, saat tinggal bersama tetangganya, ia selalu di perlakukan tidak baik, sehingga mentalnya sering terganggu, pernah beberapa kali masuk yayasan yatim piatu juga di sana sering di bully oleh anak-anak lainnya.


Akhirnya, Aisyah meminta orang tuannya untuk mengadopsinya, dengan cara seperti dulu saat mengadopsi Akbar. Supaya Ceasy bisa terawat dengan baik, hingga sembuh total. Karena penyakitkan bukan bawaan dari lahir.


Aisyah juga menyewa jasa guru les Bahasa Indonesia khusus untuk Ceasy selama ini, agar dia bisa langsung beradaptasi ketika sampai di Jogja.


"Assallamualaikum Bidadariku" Sapa Ruchan.


"Waalaikum sallam, Abi ah, kata bidadariku itu. Pantasnya sekarang untuk Airy" Kata Aisyah mencium tangan Ruchan dan Leah.

__ADS_1


"Dimata Abi sama Mama, kamu ini tetaplah anak kecil Kak. Anak kecil yang selalu merengek jika keinginannya tak terpenuhi" Kata Leha menggoda Aisyah.


"Ah Mama" Kata Aisyah dengan wajah memerah.


"Oh ya Bro, jaub kah pengadilan dari tempat Ceasy tinggal?"Tanya Ruchan.


"Lumayan sih Bi, sebaiknya kita bergegas sekarang saja. Atau Abi dan Mama mau makan dulu?" Kata Rifky.


"Bo......" Kata Ruchan langsung di lirik oleh Leah.


"Kita langsung saja, Abi sudah makan dua porsi di pesawat tadi. Abi mau menjadi gemuk??" Kesal Leah.


"Ya enggak lah, kalau Abi gemuk, nanti Mama cari yang berpipi mulus disini" Goda Ruchan.


"Mama sudah memiliki yang rasa arab, kenapa harus cari yang rasa asia disini. Ayo Kak, Mama udah gak sabar pengen ketemu dengan adikmu itu" Kata Leah.


Aisyah dan Leah pun jalan dulu di depan Ruchan dan Rifky, sedangkan Ruchan sedang mengadu kepada Rifky jika dirinya kwalahan menghadapi Leah yang sangat bawel, namun sangat ia cintai. Ruchan sangat bahagia melihat hubungan mertuannya, yang semakin lama semakin harmonis.

__ADS_1


__ADS_2