Gambaran Hati

Gambaran Hati
Gelisah.


__ADS_3

Setelah mengantar Aisyah pulang ke rumah Sandy, Sandy menahannya untuk membicarakan beberapa hal dengan Rifky.


"Kak, kamu masuk dulu" Kata Sandy.


"Iya Om, Makasih ya Kak? " Kata Aisyah mengangguk ke Rifky.


Aisyah pun masuk ke dalam rumah, dalam hatinya bertanya tanya, apakah Sandy mengetahui hal ini atau tidak. Ingin sekali Aisyah mendengar percakapan mereka. Namun ia selalu ingat akan apa yang di ajarkan Abi nya. Kalau menguping itu tidak lah baik, mengetahui keburukan, atau mencari keburukan orang lain melalui menguping itu sangatlah perbuatan tidak terpuji.


Aisyah mengurungkan niatnya dan kembali ke kamarnya.


"Duduk dulu " Kata Sandy memepersilahkan Rifky duduk.


Rifku duduk dengan perlahan, ia tau jika ia akan kena marah oleh sesorang yang dipanggil "Om" itu oleh Aisyah. Mengajak keponakannya jalan berdua, dan mengantarnya pulang lewat jam. Sebenarnya belum lewat tengah malam. Namun jam 9 malam itu untuk seorang gadis muslimah sudah sangat malam jika keluar dengan orang yang belum jadi muhrimnya


"Agama? " Tanya Sandy.


"Islam Om!! " Jawab Rifky.


"Nama? " Tanya Sandy.


"Nama lengkap atau panggilan aja? " Tanya Rifky.


"Nama lengkap juga boleh" Kata Sandy.


"Nama saya Rifky Pratama Om" Jawab Rifky.


"Anak pertama? " Tanya Sandy.


"Lebih tepatnya anak tunggal Om" Jawab Rifky.


Sandy mengangguk-angguk..


"Umur? " Tanya Sandy.


"Bulan depan, tepat 25 tahun Om" Jawab Rifky.


"Kerja? Kuliah atau..... " Tanya Sandy.


"Saya orang miskin Om, cuma wirausaha warung makan" Jawab Rifky.


"Apa nama warung makan kamu? " Tanya Sandy.


"RestRif Blink blink (πŸ˜‚) Om" Jawab Rifky.


"Wuih, yang bener? Tunggu!! " Kata Sandy membuka Handponde nya.


"Bener nih, wah keren. Tapi tunggu, sejak kapan kamu mengenal Aisyah? " Tanya Sandy.


"Baru 3 bulan ini Om, waktu gak sengaja ketemu di bus. Dan mulai saat itu, kami sering ketemu. Eh bukan sering, tapi sekitar 3 hari sekali mesti ketemu" Jawab Rifky.


"Sekarang jawab dengan cepat ya. Ibu atau pacar? " Tanya Sandy.

__ADS_1


"Ibu!! " Jawab Rifky sepontan.


"Mengejar atau di kejar? " Tanya Sandy.


"Mengejar Om" Jawab Rifky.


"Pacaran atau nikah? " Tanya Sandy.


" Nikah!! " Jawab Rifky.


"Jika kamu mau mendekati keponakan saya, kamu harus mendekati Akbar dan Abinya dulu. Agar kamu tau, bagaimana harus menyikapi Aisyah. Sekarang pulang lah" Kata Sandy.


Sandy mengangguk ngangguk seperti pertapa. Rifky bingung dengan semua pertanyaan Sandy untuknya. Selama ia mendekati seoarang gadis, ia tak pernah ingin menemui keluarganya. Bahkan jika sampai bertemu orang tuanya, yang orang tua gadis itu pertanyakan adalah kerja dan penghasilan perbulan nya. Maka dari itu, Rifky lebih memilih di kejar perempuan dari pada mengejar.


"Assallamualaikum Kak, mau tanya boleh? "


Aisyah mengirim pesan untuk Rifky, menanyakan tentang apa yang telah Rifky dan Sandy bicarakan. Namun belum juga Rifky membalas pesan dari Aisyah.


Aisyah gelisah, ia sangat takut jika Sandy salah faham padanya. Salah faham tentang hubungan mereka berdua. Dan lebih takutnya lagi, jika Abi dan Mamanya mengetahui hal ini.


Tok Tok..


"Assallamualaikum, Kak? Udah tidur belom? " Tanya Sandy mengetuk pintu kamar Aisyah.


"Wa'alaikum sallam, belum kok Om. Mari masuk! " Kata Aisyah membukakan pintu dengan senyuman.


"Sini duduk dekat Om, Om mau tanya sesuatu" Kata Sandy


Padahal Aisyah tidak mengetahui siapa pengirimnya, dan tak mengenali nama pengirimnya. Sejak saat itu, Sandy melarang Aisyah berlibur ke Jepang lagi jika tidak bersama oleh orang tuannya, atau orang yang lebih tua darinya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Tadi itu siapanya Kakak? " Tanya Sandy.


"Hanya teman kok Om! " Jawab Aisyah.


"Yakin hanya teman? " Tanya Sandy.


Aisyah mengangguk pelan.


"Abi dan Akbar tau? " Tanya Aisyah.


"Jadi gini Om ceritanya, kalau naman dia. Abi sama Abang tau, tapi yang mereka tau Rifky tu hanya teman Kakak aja kok gak lebih" Jawab Aisyah gugup.


"Kak, mungkin Om bukan Ayah kandung kakak, Om juga gak punya hak atas Kakak. Tapi menurut Om. Dia adalah laki laki yang baik. Pertahankan dia ya. " Kata Sandy.


"Kakak masih mau ngewujudin cita cita kakak Om. Hubungan kami tidak seperti yang Om fikirkan. Kita hanya teman, dan tidak lebih. " Kata Aisyah.


Sandy mengusap kepala Aisyah dan keluar dari kamar, dari mata Aisyah, Sandy telah mengetahui semuanya. Aisyah sudah besar, ia sudah mulai tertarik dengan lawan jenisnya.


Ia tak ingin ikut campur dalam hal itu. Tapi fikir Sandy, Rifky adalah laki laki yang tepay untuk Aisyah. Dari cara bicara dan menatap wajahnya, Sandy sudah mengetahui sifat dan karakter seseorang.

__ADS_1


"Wa'alaikum sallam bidadariku. Maaf baru balas, aku baru saja selesai mandi. Aisyah mau nanya apa?? "


Pesan Aisyah telah Rifky balas. Jantung Aisyah berdetak sangat kencang saat melihat nama Rifky di handphone nya. Kepala nya terasa berat, tubuhnya mulai keringat dingin.


Berikut isi chat itu.


*Aisyah - Tadi ngobrol sama Om Sandy ya? "


Rifky - Iya, kenapa?


Aisyah - Apa yang kalian bicarakan? Kalau aku boleh tau"


Rifky - Gak ada yang penting kok, cuma tanya nama sama alamat aja. Besok ada kegiatan gak? "


Aisyah - Ohh gitu ya? Kayaknya besok aku mau ke toko komik, Kak Rifky mau ikut?


Rifky - Boleh kah? yang benar😍


Aisyah - Astaghfirullah hal'adzim, kok emot nya gitu Kak? Jangan bikin aku berfikiran yang aneh aneh ya.


Rifky - Emang apa yang kamu fikiran tentang emot ini😍?


Aisyah - Baper akunya.


Rifky - Gak papa dong, Kan aku lagi ngejar hati kamu.


Aisyah - Emm gitu ya?? Kenapa harus Aisyah?


Rifky - Karena kamu yang telah berhasil buat aku jatuh cinta, dan bukan cuma itu. Kamu lah yang buat aku ingin mempelajari agamaku lagi. Mohon bimbingan dan doanya ya cantik.


Aisyah - Insya Allah, jangan muji seperti itu, Allah tidak suka dengan orang yang memuji berlebihan dengan lawan jenis yang belum muhrimnya.


Rifky - Upss sorry, Besok mau jam berapa? Aku jemput atay ketemuan di jalan?


Aisyah - Kakak vbisa jemput aku kan? Sekalian pamit juga sama Om Sandy, Masku dan Adik adikku.


Rifky - Siap kalau gitu mah. πŸ’ͺ


Aisyah - Kenapa emotnya gitu lagiπŸ˜’


Rifky - Berjuang demi bidadariku maksudnya.


Aisyah - Malu πŸ˜³πŸ™ˆ


Rifky - Malu sama siapa?


Asiyah - Allah dong. Udah dulu ya, aku ngantuk. Assallamualaikum.


Rifky - Wa'alaikum sallam bidadariku, selamat malam. Mimpi indah yaaa😍😍*


Aisyah tersenyum lega malam itu, ia sangat bahagia bisa chattingan lancar dengan Rifky. Dan ia juga bersedia untuk menjemputnya lagi. Kini, besok Aisyah akan mengatakan sesuatu hal penting kepada Rifky. Karena itu, Aisyah meminta bertemu dengan Rifky.

__ADS_1


__ADS_2