Gambaran Hati

Gambaran Hati
Kakak Datang dan Membereskan Semua


__ADS_3

Aisyah membawa Rifky ke rumah sakit terlebih dahulu, memeriksa keadaannya yang penuh dengan memar akibat cambuk, lalu membawanya pulang, untuk mengatakan hal baik kepada orang tua Aisyah.


Akbar ke kantor polisi untuk mewakiki Rifky melapor, ia juga menceritakan kejadian ini pada Papanya Sandy, Sandy tidak tinggal diam, ia mengerahkan teman pengacaranya untuk mendampingi Akbar dengan kasus Aisyah dan Rifky.


Bukan teman Sandy yang datang, melainkan Kakaknya Akbar dari ibu yang berbeda " Clara".Clara kini menjadi pengacara hebat di kotanya sana, dan bersedia membantu Akbar menangani kasus Kakaknya juga (Aisyah).


"Assallamualaikum Bar" Salam Clara.


"Wa'alaikum sallam, Kak Clara kesini di suruh Papa? " Tanya Akbar salim dengan Clara.


"Iya, aku mendengar pembicaraan di telfon dengan kalian, Papa kan lagi ada di Jakarta ngurus perusahaan yang mulai di kelola sama Delia" Jawab Clara.


"Makasih udah mau bantu ya Kak! " Kata Akbar.


"Hey, jangan sungkan gitu ah, aku ini kan Kakakmu, Aisyah juga saudaraku kan? Dia juga adikku. Sebagai Kakak, aku harus membantu kalian di saat begini dong" Kata Clara.


Clara dan Akbar memang sedarah tapi tak sekandung, sama halnya Aisyah dna Akbar. Aisyah dan Ilham. Walaupun mereka tak sekandung, tapi mereka masih sedarah. Dan yang namanya sedarah, sampai kapanpun tak akan pernah putus hubungan.


Clara bersilaturahmi ke rumah Aisyah dan mengumoulkan bukti agar bisa membuat Ayunda dan teman temannya di hukum berat. Clara juga bersedia berziarah di makam Sindy, Ibu dari adiknya.

__ADS_1


"Assallamualaikum "


"Wa'alaikum sallam, eh Kak Clara kan? " Tanya Aisyah.


Clara tersenyum.


"Masuk Kak, Bang panggilan Mama gih. Abi masih ngajar soalnya" Kata Aisyah.


"Iya Kakak singaku " Kata Akbar.


Clara duduk di sofa depan Aisyah, dan ia terus memandangi Rifky.


"Iya, kamu Clara kan? Aku masih ingat kok" Jawab Rifky.


"Jadi kamu serius nih sama Aisyah? Hey dia adik aku loh, jangan macam macam kamu! Dunia ini sempit ya? Kita bisa bertemu lagi" Kata Clara.


"Kalian saling kenal? " Tanhmya Aisyah.


"Iya lah Syah, dia ini temen bolos sekolah. Kerjaannya ke kantin mulu, dan berhayal pengen punya resto sendiri hahaha Masih ingat kan? " Kata Clara.

__ADS_1


"Sedekat itu? " Tanya Aisyah.


"Hey, kamu jangan cemburu dulu, biarpun kita dekat dulu, kita gak perbah memiliki rasa kali Syah, ya kali aku suka sama orang yang nilainya paling jelek di sekolah. Malu lah, kita cuma teman bolos sekolah aja" Jelas Clara.


"Aku gak cemburu kok kak, jadi kan aku bisa tau lebih banyak lagi tentang Kak Rifky dari Kak Clara " Kata Aisyah.


"Siap pokoknya, ntar aku ceritain aib dia, hahahaha Tapi sekarang aku pengen bicara serius tentang kasus kalian dan tahanan atas nama Ayunda dan teman temannya, dia kena pasal banyak banget " Kata Clara.


"Kak Clara pengacara sekarang? Ku kira jadi dokter nyusul Om Sandy" Kata Aisyah.


" Pusing jadi dokter mah, Banyak hal yang harus di hafalin. " Kata Clara.


"Tapi bagus juga lho Wel, kita jadi gak keluar biaya, yang jadi pengacaranya kita kan Kakak kita sendiri" Kata Rifky.


"Kita? Belum jadi adik aku woy!! Hahaha" Kata Clara.


Clara sosok gadis periang, karena Irene tak bisa memiliki anak lagi, jadi Clara sangat menyayangi Akbar, Aisyah, Delia, Seto dan si kembar. Clara bahagia memiliki adik yang luar biasa seperti mereka, dapat menjaga tali persaudaraan dengan erat.


Terutama ia bahagia memiliki adik seperti Aisyah, Aisyah lah yang selalu medukung dan menghibur Clara dulu saat ia terbaring lemah di rumah sakit, mengaji untuknya, bercerita padanya, dan me.perkenalkan agama padanya.

__ADS_1


__ADS_2