Gambaran Hati

Gambaran Hati
Curhatan Akbar.


__ADS_3

Setelah mencuci piring dan beberes dapur, Aisyah menemui Ruchan di ruang tamu.


"Assallamualaikum "


"Wa'alaikum sallam"


"Abi mau tanya kan tentang siapa Kak Rifky? " Kata Aisyah.


"Abi gak nentang hubungan Kakak sama Kak Rifky itu, tapi Abi cuma mau ingetin ke Kakak. Tentang cita cita, batasan pacaran, sama masa depan kakak " Kata Ruchan.


"Kakak mau nikah sama Kak Rifky" Kata Aisyah.


"Apa? " Tanya Ruchan terkejud.


"Kakak? Yang bener aja? Maksudnya, kakak dah fikirin itu mateng mateng? kakak masih umur 18 tahun lho, ya umur, jodoh, rezeki itu rahasia Allah. Tapi seenggaknya, Kakak gak mau gitu kejar impian Kakak? " Kata Ruchan seperti reporter.


"Hahahahaha, Abi Abi, 1 sama.. " Kata Asiyah tertawa.


"Gak lucu kak" Kesal Ruchan.


"Habisnya Abi gitu ih, katanya percaya sama Kakak. Mana? Curiganya sampai nyusulin Kakak ke sini kan? Itu lebih gak lucu Abi. " Aisyah lebih kesal dengan Ruchan.

__ADS_1


"Itu, itu semua rencana Mas mu sama si Abang, hehehe" Kata Ruchan.


"Ih, enak aja Pak lek ngomongnya gitu. Siapa coba yang kepo kepoin tentang cowok namanya Rifky? Pak Lhek kan? " Kata Ilham yang kebetulan lewat ruang tamu.


"Jangan buka jartu dong" Kata Ruchan.


"Abi? Jika Abi gak percaya sama Kakak. Kakak gak akan nglanjutin belajar dan hanya akan duduk diam di pesantren, agar Abi bisa selalu menjadi security untuk Kakak" Kata Aisyah.


"Maaf deh, Abi gak akan ngraguin Kakak lagi. tapj bener Kak, Abi gak ada tujuan lain. Cuma mau tau aja siapa dan seperti apa itu Rifky" Kata Ruchan.


"Sekarang Abi masuk kamar, istirahat dan siap siap besok pulang ok. Mama baru saja chat Kakak, kalau dia akan marah besar jika Abi tidak pulang besok " Kata Aisyah lembut.


"Waduh, induknya udah marah nih" Bisik Ruchan.


"Hehehe iya ini Abi mau masuk ke kamar. Ingat jangan pacaran!! Dosa tau!? " Goda Ruchan.


"Abi???? " Kata Aisyah.


"Hey, jangan galak galak gitu, Kakak Rifky mu tau. Kabur dia nanti" Goda Ruchan.


Aisyah pun menemui Akbar setelah perbincangannya dengan Ruchan selesai. Di balkon Akbar sufah menunggu Aisyah.

__ADS_1


"Assallamualaikum "


"Waalikum sallam"


"Bengong aja sih, main hp kek, tadarus kek, baca novel kek. Ngapain gitu" Kata Aisyah.


"Jatuh cinta itu menyebalkan ya. " Kata Akbar.


"Abang bener bener jatuh cinta nih? "Tanya Aisyah.


Akbar mengangguk.


"Tapi Bang, Abang ini laki laki lho, masa iya mau nikah muda? Sedangkan pacaran itu di larang kan? " Kata Aisyah.


"Itu yang Abang bingungkan Kak. Aku mulai mencintainya, namun aku takut dia menolakku. Tapi di dalam islam pacaran itu di larang, ahhhh pusing" Kata Akbar.


"Cinta kita memang datang tidak tepat Bang, kenapa gak nunggu nanti lulus kuliah" Kata Aisyah.


"Jadi Kakak bener bener jatuh cinta sama Kak Rifky itu? " Tanya Akbar.


"Mungkin, ahhhh Kakak masih ragu. Gini lho, saat Kakak ketemu sama Kak Rifky, jantung Kakak tuh deg degan Bang, fikiran Kakak ambyar. Terus kalau di dekatnya jadi gugup. Saat dia cerita tentang wanita lain uang pernah mengejarnya, Kakak tuh gak suka, sebel aja. Terus saat kita ketemu, trus dia pamit pulang. Hati Kakak tuh kayak gak rela Bang.. Ah ribetnya" Curhat Aisyah.

__ADS_1


"Lah sama dong Kak, Abang juga ngrasain itu pas di dekat Mia. Abang takut khilaf Kak" Kata Akbar menyenderkan kepalanya ke bahu Aisyah.


Tepatnya sudah 1 tahun lalu Akbar mengagumi gadis sederhana bernama Mia itu. Awalnya dari belajar kelomook, yang tiap sore nya harus bertemu selama 2 bulan. Akbar mulai simpati kepdanya, dari mulai Akbar memngganggunya, samapi suka mnegejek Mia. Ia mulai mencintainya, tapi takut mengatakannya.


__ADS_2