Gambaran Hati

Gambaran Hati
Percakapan Bona dan Akbar.


__ADS_3

Aisyah dan Rifky sedang sibuk bermain dengan kedua buah hatinya, para orang tua sedang menikamati jalan-jalan di temani oleh Yoona, sedangkan Keny dan Clara entah pergi kemana, Lalu Bona sedang menemani Akbar, karena Bona juga bisa bahasa Jepang.


Malam itu cahaya gemerlap lampu kota di Seoul sangatlah indah, Akbar bingung mau bagaimana lagi, karena saat ini, Airy dan Raihan yang harus menikmati keceriaan bersama dengan orang tuannya.


Sebenarnya Akbar juga sangat merindukan kakaknya itu, masih banyak hal yang ingin Akbar bicarakan dengan kakaknya, namun situasinya tidak tepat saat ini.


Karena hanya Bona yang bisa menemaninya, ia pun pergi bersama Bona, apalagi Bona juga bisa berbahasa Jepang, karena Ibunya dari Jepang.


"Kamu adiknya Ica?" Tanya Bona.


"Ica? Ah iya, aku adiknya. Kamu?" Kata Akbar.


"Bona temannya semenjak kuliah, dan teman tim di rumah sakit. Siapa nama mu?" Tanya Bona.


"Aku Akbar, kau juga seorang calon Dokter?" Kata Akbar.


"Ak, Ba?Aigoo ,kenapa namamu dan nama Ica sulit untuk di ucapkan sih" Kata Bona.


"Kalau begitu, panggil aku Abang juga boleh" Kata Akbar.

__ADS_1


" Nah, Abang. Bona juga Dokter, Dokter anak seperti Ica, Ica itu sangat baik, lucu, perhatian, lembut juga. Bahkan senior pun banyak yang suka dengan Ica" Kata Bona.


"Seniornya ada yang suka? Terus tanggapan Kakakku bagaimana?" Tanya Akbar.


"Dia cuek saja, Ica sangat setia dengan suaminya. Bona iri padanya, di usia yang masih sangat muda, dia sudah menikah, memiliki anak, kembar lagi. Lalu memiliki suami yang selalu mendukung setiap langkahnya. Hhmm bahagianya jadi Ica" Jelas Bona.


"Jadi Kak Rifky sudah bisa membahagiakan Kak Ais? Akhirnya aku lega, aku sangat bahagia jika Kak Ais bahagia" Batin Akbar.


"Lalu, kau sendiri kuliah di Jepang kah? Bahasa Jepangmu bagus sekali. Sudah berapa lama tinggal di Jepang?" Tanya Bona.


"Emm, aku baru satu tahun di Jepang, aku sering di Jepang dulu waktu kecil, karena Papaku ada disana" Jawab Akbar.


"Papa? Bukannya Papamu itu Api? Eh Abi. Abinya Ica ya?" Tanya Bona.


"Wah, mulia banget keluarga Ica, lalu Papa kamu orang Jepang kah?" Tanya Bona.


"Papa ku? Papa asli Indonesia, alhamrumah Mama juga asli Indonesia, Papaku Dokter di Jepang dari aku belum lahir" Kata Akbar.


"Eh, bingung ya?" Sambung Akbar.

__ADS_1


"Enggak kok, Bona nyaman ngobrol sama Abang, Abang udah ada pacar?" Tanya Bona.


"Emm pacar sih belum ada, tapi Aku punya teman dekat perempuan di Jepang, nama nya Niki. Dia orang Jepang" Kata Akbar.


"Wah boleh lihat fotonya gak?" Tanya Bona.


"Emm boleh sih, kebetulan aku punya foto saat bersama dia" Kata Akbar menujukan foto saat mereka foto bersama.


"Wahh cantiknya, siapa pria ini?" Tanya Bona.


"Oh, dia juga sahabatku disana" Jawab Akbar.


"Wah, senang ya punya banyak teman dekat. Bona hanya punya teman dekat dan yang paling dekat hanyalah Ica, yang lain hanya ingin numpang ketenaran saja" Kata Bona.


"Syukuri aja lah, Bona juga tak buruk kok jika dijadikan teman" Kata Akbar menghibur hati Bona yang gampang rapuh.


"Abang mau berteman sama Bona? Tapi semua orang bilang kalau Bona itu crewet" Kata Bona.


"Mau dong, sini kita tukeran nomor ya. Oh ya, motivasi Bona jadi Dokter anak apa?" Tanya Akbar.

__ADS_1


"Bona suka anak kecil, mereka lucu, imut. Apalagi saat mereka nakal, bikin asyik suasana. Maklum lah, Bona hanya dua bersaudara dan kami tidak akrab" Kata Bona sambil menatap langit.


Malam itu hanya sampai di situ percakapan antara Akbar dan Bona, mereka juga saling berkomunikasi setelah itu. Sudah malam, Akbar pun mengantar Bona sampai halte bus, karena mobilnya di derek oleh petugas karena parkir sembarangan.


__ADS_2