
Aisyah kini mulai membaik keadaannya, ia sudah di perbolehkan pulang hari itu juga, karena hanya memiliki memar di kepalanya akibagmt terbentur,tak ada luka serius dalam tubuhnya.
Namun bagaimana dengan Keny? Dia masih tak sadarkan diri. Sebelum pulang, Aisyah menyempatkan diri menjenguk Keny di ruang ICU. Kepala Keny di perban, pipi Keny yang pitih mulus itu juga memar, tangannya penuh dengan luka.
"Kak, kenapa kamu melakukan semua ini? Jangan buay hatiku menjadi iba dan menyukaimu dengan hutang nyawaku. Orang yang mencintaiku sedang berjuang sekarang. Aku tak mungkin berpaling darinya. Bangunlah Kak, buat aku tetap bersamanya. Jangan buat aku merasa hutang nyawa padamu.. Bangun Kak" Kata Aisyah menangis.
Tangisan Aisyah tak juga membuat Keny bangun. Aisyah pergi dan bertemu Ayunda di depan ruangan Keny berada.
"Puas lo!! Puas lo sekarang!!! Lo bikin sahabat gue kayak gini, apa sih susahnya loe jauhin dia hah? Mikir dong!! " Teriak Ayunda sambil menangis.
"Yun, jangan teriak teriak dong, inj rumah sakit. Dan ink di depan ICU lho, ada Keny di dalam" Kata Taliya menenangkan Ayunda yang emosi.
"Pergi lo dari sini!! Dan inget Aisyah, Lo akan membayar semua ini dengan mahal. Nyawa di bayar dengan nyawa" Kata Ayunda.
Aisyah lari keluar dari rumah sakit, Leah dan Ruchan telah menunggunya di parkiran. Nampak Aisyah sangat sedih, hatinya bimbang, orang yang di cintai adalah Rifky, namun orang yang rela mengorbakan nyawanya adalah Keny.
Dalam perjalanan, Aiayah hanya diam tanpa sepatah katapun. Sampai rumah pun juga tak ngeh dengan sambutan yang keluarganya beri.
__ADS_1
Aisyah langsung masuk ke kamar dan merebahkan diri. Berfikir, kapan hatinya akan mantap untuk menikah dengan Rifky. Baru saja di bayangkan, Rifky pun menelfon Aisyah.
"Assallamualaikum Kak" Sapa Aisyah.
"Wa'alaikum sallam Bawel, kata Abi kamu kecelakaan? Apanya yang sakit? Sekarang keadaannmu bagaimana? Aku sudah menelfonmu hingga 75x namun tak kau jawab, ku kirim chat sampai 500 chat tak kau balas juga, bahkan kau tidak membacanya. Aku takut jika kamu kenapa napa Wel"
Mendengar Rifky sangat menghawatirkannya, Aisyah sangat lega, bukan hanya mencintai Aisyah saja, namun Rifky juga menghawatirkan keadaannya.
"Wel, Bawel!! Aisyah!! " Kata Rifky.
Aisyah tak sanggup harus mengatakan hal yang sebenarnya tentang siapa Keny itu. Ia takut jika Keny akan merasa tidak enak juga dengan Keny.
"Aku ke Jogja sekarang ya? Tunggu aku!! " Kata Rifky menutup telfonnya
"Gak usah Kak, Aku...... " Panggilan terputus.
Di rumah sakit.
__ADS_1
"Aku mendengar kalau Rifky akan kesini. Kita jakankan rencana kita." Kata Ayunda.
"Apakah tindakan kita ini benar Yun? Aku takut jika kita membunuh akan di penjara yun" Kata Taliya.
"Kita tak akan membunuh, tapi membuat Aisyah malu seumur hidupnya hahahah. Kamu harus rayu Rifky dan berusaha minum dengan minuman yang akan aku taburi obat tidur ini" Jawab Ayunda.
Di rumah Rifky.
Saat Rifky, smapai di Jogja, Taliya memulai aksi manjanya. Ia bergaya menabrak Rifky dan membuat minuman yang ia bawa tumpah.
"Aduh, yaah tumpah deh ke baju aku," Kata Taliya.
"Kamu gak papa kan? Maaf ya, aku buru buru soalnya " Kata Rifky ingin berlari. Rifky di hadang oleh Taliya.
"Tolong dong Kak, bantuin bawain koper aku ke sana, aku mau nyetop taxi di sana.Pliisss" Mohon Taliya.
Karena Rifkh berhati baik, ia oun menolong Taliya terlebih dahulu, Taliya memberinya air mineral yang sudah di campuri obat tidur.
__ADS_1