Gambaran Hati

Gambaran Hati
Peran Orang Tua.


__ADS_3

Dirumah sakit, Aisyah sedang menagani pasien anak usia 9 tahun, ia memiliki radang tenggorokan. Anak itu bernama Mike, dia adalah penyanyi solo cilik yang sangat terkenal di kalangan seumurannya. Mike masuk bersamaan dengan gadis cilik yatim piatu benama Ceasy, ia menederita sakit paru-paru.


"Bagaimana keadaan Mike, Dokter?" Tanya Mamanya Mike.


"Maaf Nyonya, sepertinya Mike akan butuh istirahat disini 2-3 hari disini, agar kami bisa memantau, radang ini akan berakibat fatal, yaitu bisa pengangkatan pita suara, atau apa hanya bisa dilakukan dengan menyedot kelenjar getah bening nya saja. Karena ini sudah ada benjolan di sebelah leher kiri." Kata Senior Dae.


"Apa??? Kau yang benar saja Dokter? Tiga hari lagi dia akan ada show. Dia harus berlatih nanti sore" Kata Mama Mike.


"Tapi Mama Mike, ini gak bisa di pakasakan lagi. Kalau tidak, Mike tidak akan bisa bernyanyi dengn nada tinggi lagi. Atau berakibat dia tak akan bisa bernyanyi lagi" Kata Senior Dae.


"Berikan saja antibiotik padanya, Mike harus latihan nanti sore, atau kalau tidak. Berikan kamu surat rujukan ke rumah sakit lain" Kata Mama Mike.


"Kejam sekali dia" Bisik Bona.


"Apa katamu? Aku lakukan semua ini buat masa depannya, karena dia suka bernyayi maka aku harus mendukungnya" Teriak Mama Mike.


"Senior, ada pasien yang sakit parah. Kita harus tangani ini dulu, biarkan Bona dan Senior Kang yang menangani ini" Kata Aisyah.

__ADS_1


"Dokter Kang, ini" Kata Senior Dae memberikan laporan medis milik Mike.


Di bangsal lain, anak bernama Ceasy itu sedang mengis tak bisa menahan sakitnya lagi. Itu hal yang sangat menyedihkan bagi para tim Dokter. Melihat penderitaan pasien adalah penderitaannya juga.


"Ica, mana laporan medisnya? Tanya Senior Dae.


"Ini Senior" Kata Aisyah memberikan laporan medis Ceasy.


"Ini belum parah, kita bisa menjadwalkan operasi satu jam kedepan, aku akan menyiapka ruang operasi itu dulu." Kaya Senior Dae pergi segera mengiapkan peralatan alat medis dan mulai menjadwal operasi untuk Ceasy.


Aisyah sangat sedih melihat Ceasy menahan rasa sakitnya itu, anak sekecil ini harus melewati rintangan sebesar ini.


"Iya Dokter" Jawab Ceasy dengan suara lemah.


"Semangat ya, apa cita-cita Ceasy?" Tanya Aisyah.


"Aku ingin sepertimu. Menjadi Dokter anak, dan merawat, menyembuhkan anak-anak yang sakit sepertiku" Kata Ceasy.

__ADS_1


Aisyah tersenyum dan memberi Ceasy semangat. Teringat akan masa lalu Clara, pertama kali Aisyah bertemu Clara, Clara sedang terbaring lemag seperti ini. Memintanya menjadi sahabat sekaligus adiknya. Membuatnya semangat menjalani kehidupan lagi.


"Ceasy, maukah kau berteman denganku?" Tanya Aisyah.


Ceasy tersenyum dan memberikan salah satu boneka merpatinya kepada Aisyah. Ia juga ingin memeluk Aisyah, sebagai tanpa persahabatannya. Aisyah memberikan gelang persahabatan yang cantik kepada Ceasy.


"Kamu minum ini dulu ya, agar rasa sakitmu bisa sedikit mereda" Kata Aisyah memberikan Ceasy obat.


Setelah membuat Ceasy nyaman, Aisyah kembali ke bangsal Mike. Mama Mike tetap memaksa harus membawa pulang Mike tanpa harus membedah sedikit benjolan itu dan mengeluarkan cairannya.


"Maaf Nyonya, namun yang kami lihat. Mike ini kesakitan loh, jangan dipaksakan Nyonya. Kasihan Mike" Kata Aisyah.


"Lakukan saja pekerjaanmu tanpa mengajariku mendisik anak. Dia anak laki-laki, dai harus sukses menjadi penyanyi. Tiga hari lagi dia harus show" Kata Mam Mike ngeyel.


"Mama, aku kesakitan. Tolong biarakan Dokter menyembuhkanku. Ini sangat menyiksaku" Kata Mike menangis.


"Kau laki-laki, kenapa menangis? Kamu harus tampil dalam show itu. Atau kita akan kehilangan banyak uang!!" Kata Mama Mike membentak.

__ADS_1


Aisyah, Senior Kang dan Bona sangat menyayangkan sikap Mamanya Mike itu, tak seharusnya Mike yang masih kecil di paksa menghasilkan uang. Mungkin sejak kecil Mike suka bernyanyi, sebagai orang tua. Seharusnya cukup mendukung dan memberinya motivasi. Mereka belum saatnya bekerja, biarkan merek belajar dan bermain dahulu sepuas mereka.


Di ajarkan mandiri juga harus, tapi jangan sampai memaksa sang anak. Jika terus memaksakan kehendak anak, siap-siapa saja, psikis dan mental anak akan terganggu. Anak yang seperti ini, akan cenderung menjadi anak yang sangat pendiam, penakut. Atau bahkan menjadi sangat nakal. Lebih banyak nakal dari pada berprestasi.


__ADS_2