
Di ruang rias laki laki.
" Hey Syakir, kamu masih aja sinis sama aku? Hari ini acara nikahannya Kakakmu lho, senyum dikit ya" Kata Keny.
"Syakir ki opo to? Buat Kakak kita lho, mbok ya jangan gitu, senyum lah. Cepet tua nanti!" Kata Kabir.
"Iya iya, demi Kak Ais ini, kita baikan hari ini" Kata Syakir menjabat tangan Keny.
"Hay brother, gimana penampilang ku? Udah kayak Mas mas yang ada di kraton belum?" Kata Akbar melambaikan tangannya bak Miss Universe.
"Blangkonmu kebalik Bang hahahaha" Tawa Kabir memecah suasana ruangan itu.
"Eh, kamu jadi apa bro di acara Kak Aisy dan Kak Rifky?" Tanya Akbar.
"Aku di pasangin sama pengacara waktu itu!" Kata Keny agak kesal.
"Kakak gue" Teriak Akbar.
"Dia kakak lo?" Tanya Keny.
"Iya, satu ayah sih. Tapi dia kakak terbaik gue juga, awas jangan macem macem" Kata Akbar.
"Sepertinya emang gue gak di terima di keluarga ini" Kata Keny menunduk.
"Sabat bro, aku juga kadang seperti di tirikan di sini" Kata Kabir menghibur Keny.
Semua sudah siap tinggal menunggu waktu ijab Qobul.
__ADS_1
Ijab Qobul di adakan di masjid pesantren.
Ruchan dan Ikhsan pun menjadi saksi pernikahan Aisyah.
Ruchan.
"Bismillahirrohmanirrohim, Ankahtuka Wazawwajtuka makhtubataka Aisyah Putri Handika binti Ruchan Al Jazeera, Alal mahri seperangkat alat sholat dan uang tunai 1000 rupiah Hallan"
Rifky
"Qibiltu nikaha Aisyah Putri Handika binti Ruchan Al Jazeera Wa Tazwijaha Alal Mahri Madzkur Wa Radhiitu Bihi, Wallahu Waliya Taufiq"
"Bagaiman para saksi?" Tanya Ruchan
"SAH !!!"
Ruchan berdoa dan semuannya mengaminkan, Rifky berasil mengucap lafadz Kabul hanya dengan satu nafas.
Sambutan demi sambutan telah usai, kini mempelai laki laki dan perempuan diniring oleh pengapit pengangin ke depan para tamu ( Di pajang).
Akbar dan Delia hanya bisa menahan tawa saat melihat Clara cemberut di pasangkan dengan Keny.
Jika saat pernikahan Ruchan dan Leah pembawa acaranya Farhan, kali ini pembawa acaranya Ilham dan Sera. Dengan kemajuannya jaman, acara pernikahan Aisyah dan Rifky menjujung adat modern.
Sambutan demi sambutan telah usai, sekarang telah waktunya istirahat. Dan di sini mulai negosisai antara Keny dan Clara.
"Senyumnya yang iklas napa mbak?" Kata Keny.
__ADS_1
"Mbak Mbek, kapan gue jadi mbak lu. Panggil gue Clara" Kesal Clara.
"Jadi domas gini amat ya, ribet dengan siapa pasangan kita. Sehari aja nyiksa batin kek gini" Kata Keny.
"Eh, gue yang seharusnya tersiksa batin bukan lu, harusnya lu jangan jomblo lah, biar gue bisa di pasangin sama jomblo lainnya" Kata Clara.
"Wait wait wait, jomblo teriak jomblo. Situ harusnya yang jangan jomblo, biar gak di pasangin sama gue. Mana ada kakak di lompati adiknya nikah duluan. Dasar jomblo" Kata Keny.
"Woy, lu bisa gak? gak bikin gue kesel. Kok lo gak kayak yang di ceritain Aisyah ya, yang baik, perhatian gitu. Songong lo" Kata Clara.
"Busyet nih cewek, ganteng gini juga" Kata Keny.
" Idih, ganteng? Dari mana?" Tanya Clara.
"Eh, cowok pembaca acara itu, bukannya cowoknya Aisyah dulu ya, gue pernah lihat dia nganterin Aisyah ke kampus" Tanya Keny.
"Hahahaha dah songong, sotoy lagi. Dia itu kakak sepupunya Aisyah dari pihak ayah. Jadi bapaknya Ilham sama Aisyah itu kakak adik kandung. Sama kayak aku sama Aisyah, bedanya aku kakak dari pihak ibu Ais" Jelas Clara.
"Oh gitu, terus yang jadi pasangannya Akbar itu siapa?" Tanya Keny.
"Yang itu namanya Delia, dia anak dari adiknya Mamanya Ais, sama sama yang dekat si kembar itu. Namanya Seto, dia juga anak dari adiknya Mama Ais" Jawab Clara.
"Semua sama 'alim semua.Tapi kenapa lo kayak tarzan gini ya? Upss sory soal kejujuran gue" Kata Keny.
"Eh, gue besar di Jakarta, sedangkan adik adik gue besar di kawasan pesantren. Lama lama nih tisu gue sumpelin ke mulut lu ya" Kesal Clara.
Perkelahian Clara dan Keny membuat pusat perhatian semua orang, walau pun semua gak mendengar pertengkaran mereka, namun membuat semua orang serta para tamu tertawa.
__ADS_1