Gambaran Hati

Gambaran Hati
Pesan Bundha Rani


__ADS_3

Proses pemakamannya berjalan dengan lancar. Ba'da maghrib keluarga besar Aisyah telah datang. Mereka datang dengan Farhan, Arifin dan Sandy juga. Karena penerbangan Clara dan Sandy hari ini telah mereka batalkan. Begitupum dengan Arifin. Keny dan Daren pun ikut serta dalam rombongan itu.


"Ken, sejak kapan lo sedekat ini sama keluarga Aisyah" Bisik Daren.


"Gue lebih deket malah sama si Rifky tau"Jawab Keny.


"Kok bisa?"Tanya Daren.


"Brisik ah!" Kata Clara.


"Nih cewek pengacara waktu itu bukan? Galak banget, siapa sih dia?"Tanya Daren.


"Stt dia sering ngamuk kalau di singgung. Mending lo diem aja deh" Kata Keny.


"Apa kata lo?" Tanya Clara menginjak kaki Keny.

__ADS_1


"Stt ini di tempat duka, bukan piknik. Kalian bertiga mau aku gibes?" Kesal Akbar.


Daren, Keny dan Clara pun langsung diam. Akbar memang ketika serius bikin semua orang takut padanya, ia sama seperti Aisyah.


Di sana, keluarga Aisyah di sambut oleh keluarga Rifky lainnya, dan mereka di suruh masuk ke rumah, karena sebentar lagi akan di adakan tahlilan.


"Ma, Pa. Semua ke sini?" Tanya Aisyah.


"Iya, Om Sandy dan Kakakmu menunda keberangkatannya, Pak Lhek Arifin pun juga menunda pulang ke Singapura saat mendengar mertua putri mereka meninggal" Kata Leah.


"Yang sabar ya Bro, semoga almahrumah Bundha kamu husnul khatimah ya, di terima semua amal ibadahnya" Kata Ruchan memeluk Rifky.


"Sabar ya, Abi pun pernah mengalami hal seperti ini, kehilangan sosok orang tua yang kita cintai memang sangat berat. Namun semua itu sudah suratan takdir Bro. Jangan menangis lagi ya, doakan saja Bundhamu" Kata Ruchan menepuk bahu Rifky.


Acara tahlilan berjalan lancar dan khidmat, semua orang juga sudah pulang semua, kecuali ada yang harus tetap terjaga, satu RT dan keluarga.

__ADS_1


"Kak Iky, Sabar ya" Kata Yeni. Sepupu tiri Rifky yang bakal jadi kompor dalam keluarga Rifky dan Aisyah.


Tapi sikap Rifky terhadap Yeni begitu dingin, acuh tak acuh, bahkan sama sekali tidak peduli, karena Yeni adalah anak bawaan dari Tante Mery.


Semasa hidup nya, Bundha Rani dan Tante Mery tak pernah bisa akur, mereka sering bertengkar tentang harta, walaupun Bundha Rani sering mengalah, Tante Mery selalu saja mencari masalah.


"Bro, dia siapa? Kenapa kamu jutek gitu?" Tanya Ruchan.


"Nyamuk Bi, Gak penting lah" Jawab Rifky.


"Bentar ya Bi, Rifky mau ke kamar dulu, Mbil selimut buat kakian semua" Sambung Rifky.


Ketika Rifky sedang menarik selimut dari almarinya, sebuah surat jatuh dari bawah selimut itu. Rifky pun membuka dan membacanya.


"Assallamualaikum anak Bundha yang patuh, bangga deh punya anak seperti Kak Iky. Bundha titip salam buat Aisyah ya, dia menantu yang sangat baik dan tepat untuk Kak Iky. Semua harta Bundha, surat surat dan berkas ada di koper kak Iky ya, yang warna ijo kecil itu ya, jaga dan simpan baik baik. Tante Mery itu jahat, Yeni juga punya niatan untuk nikah sama Kak Iky, bahkan mau menghancurkan Aisyah. Tolong jaga dia ya. Suatu saat nanti, jika kalian punya anak perempuan, tolong beri nama "Airy" Aisyah dan Rifky. Bundha bahagia sekali menyaksikan pernikahanmu Kak. Tugas Bundha sudah selesai. Wassallamualaikum."

__ADS_1


"Airy? Nama yang indah Bundha, Tante Mery sama Yeni perlu di selidiki" Gumam Rifky menghapus air matanya.


Rifky kembali ke ruang tamu untuk memberikan selimut kepada Akbar, si Kembar, serta Keny dan Daren.


__ADS_2